Ibu, Bapak atau Kakak?

Sebelum aku cerita tentang pengalamanku perlu diketahui dulu kalau aku punya 3 kakak yang berarti aku adalah anak bungsu dan rumahku dua lantai meskipun kayu. Pengalaman ini aku alami saat masih SD. Hari itu, seperti hari-hari anak kecil pada umumnya yaitu bermain. Aku biasanya bermain bersama teman-temanku di lapangan badminton punya keluarga teman yang berada di seberang jalan dari rumahku.

Seperti biasanya, tiap aku bangun tidur selalu buang air kecil dulu setelah itu aku makan nasi dan gorengan. Sekitar jam 6 – 7 pagi aku mau main sama teman-temanku. Sebelum pergi main, aku pamitan dulu sama keluargaku. Ketika aku pamitan mau main, Ibu dan Ayahku memberiku uang jajan dan sekalian bilang ke aku kalau Ibu dan Ayahku mau pergi ke kebun yang jaraknya cukup jauh dari rumahku, kira-kira 1 km. Kakakku juga bilang ke aku kalau mereka mau pergi sama teman-temannya. Memang biasa bagiku hampir tiap hari cuma aku yang sering berada dirumah dari pagi sampai sore. Setelah itu, aku pun pergi main sama teman-temanku tanpa mandi sebelumnya.

Tibalah aku di lapangan bersama teman-temanku dan aku pun ikut serta dalam permainan mereka. Banyak jenis permainan yang kami mainkan, seperti petak umpet, kejar-kejaran, dan lain-lain. Karena aku keasikan main sama teman-temanku sampai badanku penuh dengan debu dan kotoran, bajuku yang sudah basah karena keringat, badanku yang sudah ngeluarin bau yang gak enak, rasa buang air kecil yang gak ketahan lagi, ditambah gatal-gatal karena aku dari pagi gak mandi akhirnya buat aku gak betah dan ijin pulang dulu ke teman-temanku untuk mandi. Lalu aku pun pulang ke rumah.

loading...

Ketika sampai dirumahku, pintunya sudah dikunci berarti semua keluargaku gak dirumah alias sudah pergi pikirku. Langsung aja aku ambil kunci yang biasanya diletakkan di sela-sela ventilasi udara diatas pintu. Gak lama kemudian pintu pun akhirnya kebuka. Ketika aku masuk kerumah sebenarnya gak ada rasa aneh yang aku rasakan karena itulah seketika itu aku langsung lari ke belakang dan buka pakaian terus aku masuk ke toilet. Lega rasanya, akhirnya keluar juga. Setelah selesai, aku pun melanjutkan rencanaku yaitu mandi karena badanku sudah gak nyaman lagi. Disaat inilah ceritaku dimulai.

Kalau gak salah ingat, pas pertama kali aku masuk ke kamar mandi kakiku kepeleset dan syukurnya gak sampai jatuh. Karena hampir kepeleset itulah aku pun mandi dengan sangat hati-hati. Aku duduk dilantai sambil gosok sabun mandi ke badanku. Disaat di bagian tangan kanan yang digosok, tiba-tiba aku dengar suara “cletek” kayak kayu padat di pukul pakai lidi. Sontak aku merasa agak kaget, mungkin keluargaku ada yang sudah pulang nih kataku dalam hati.

Aku pun melanjutkan mandi. Gak lama selang beberapa detik ada suara “kreet!!” kayak suara papan kayu lantai yang diinjak datang dari arah kamar di lantai dua. Aku pikir kalau ada keluargaku yang sudah pulang, gak mungkin kalau dia langsung keatas karena pintu lantai dua dikunci dari dalam. Aku pun belum menyadari apa-apa dan melanjutkan mandi lagi. Lalu selang sekitar 1 menitan aku mendengar suara papan kayu lantai yang diinjak lagi dari arah yang sama tanpa ada suara yang lain.

Akhirnya aku agak tersadar dan kemudian aku manggil satu-persatu anggota keluargaku “Ibu. Ayah. Kakak!”. Tiap aku manggil mereka satu-persatu gak ada yang ngejawab. Disitulah aku sontak terdiam karena sudah 100% tersadar. Aku mulai was-was, dan benar saja pas aku melanjutkan mandi tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi ada kaki laki-laki pakai pakaian serba putih yang dari bagian pinggang sampai kepala gak kelihatan. Aku melihat sosok itu dari arah sampingku jadi aku gak berani melihat langsung.

Sekitar beberapa detik, akhirnya aku memberanikan diri untuk ngelihat sosok itu. Sontak aku kaget ngelihat sosok itu mengambang dengan jarak sekitar satu telapak tangan. Akhirnya aku cepatin mandi biar bisa keluar dari rumah, dan syukurnya ketika aku hampir selesai mandi sosok itu hilang entah kemana. Setelah mandi aku langsung lari dari kamar mandi dan mengambil pakaian yang aku pakai untuk main tadi karena aku takut mengambil baju ganti di dalam lemari kamar takutnya “si dia” sembunyi disana.

Di saat aku lari itu sekalian aku pakai baju dan karena itulah aku hampir jatuh. Alhamdulillah aku keluar juga. Saking masih takutnya, rumahku gak aku kunci dan aku tinggalin main sama teman-temanku. Pengalamanku ini mungkin gak ada seramnya bagi kalian, tapi aku cuma mau share pengalaman pribadi saja. Thank sudah dibaca.

KCH

Migo

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Migo has write 2,660 posts