Indra ke 6

Hai namaku julia ardani panggil saja aku dengan nama julia, langsung saja ya ke cerita indra ke 6 atau biasa disebut dengan mata batin. Pada suatu hari aku dan keluargaku saat itu sedang menonton televisi di ruang keluarga. Tiba tiba seperti terdengar ada suara ketukan bunyi pintu dan kami tidak menghiraukan ketukan itu, kami kira palingan itu tetangga, dan setelah beberapa menit kemudian.

Aku mulai mendengar seperti ada suara pijakan kaki yang sangat besar di dalam rumah. Aku dan keluargaku sangat kaget sampai-sampai ayahku tidak kuat lagi dan ayahku memutuskan untuk pergi ke rumah saudara untuk menenangkan diri. Setelah pulang dari rumah saudaraku, aku dan keluargaku langsung ke kamar masing-masing untuk tidur, namun aku mulai heran dengan abangku karena dia melihat terus ke arah jendela.

loading...

Aku langsung memanggil abangku yang tengah merenung sambil masih memerhatikan jendela tersebut. Aku lalu bertanya kepada abangku “apa sih yang abang lihat tadi?” tanyaku, lalu abangku langsung menceritakan semuanya kepadaku. Ternyata dia telah mempunyai indra ke 6 (mata batin). Ternyata indra ke 6 tersebut telah turun menurun dari kakek ku.

Dan dia menceritakan kembali, bahwa dia tadi sedang melihat peperangan pada saat masa penjajahan dulu. Abangku sambil menangis menceritakan kejadian itu kepadaku, karena pada zaman dahulu kala indonesia di jajah habis habisan dan banyak memakan korban. Setelah pagi harinya aku segera menceritakan apa yang aku dengar dari abangku semalam kepada ayahku, lalu ayahku langsung berkata “rumah ini dulunya memang merupakan tempat pembuangan mayat yang sudah mati, karena tidak di beri makan dan minum saat bekerja”.

Aku langsung mengangguk angguk sangat ketakutan setelah mendengar cerita itu dari ayahku, dan ayahku segera memanggil seorang ustad untuk menetralisir rumah itu dari energi-energi negatif, dan karena tidak bisa di netralisir oleh ustad tersebut. Ayahku, abangku yang memiliki indra ke 6 itu dan seluruh keluargaku memutuskan untuk segera pindah dari rumah ini, sekian ceritaku, terima kasih telah membaca.

Share This: