Ini Anugerah atau Musibah?

Selamat sore sahabat KCH dimanapun anda berada, bertemu lagi dengan saya penulis dadakan “Nugraha JS” yang sebelumnya sudah sempat menulis kisah pribadi saya yang berjudul ” Pengalaman Pertamaku”. Sebetulnya ini adalah lanjutan dari cerita pertama saya dimana semua keadaan berubah ketika saya bisa melihat hal-hal gaib. Jujur saya sempat stres setelah mengetahui bahwa indra keenam saya terbuka. Saya dahulu tipe anak yang penakut, ketika kelas 8 SMP indra keenam saya terbuka saya sempat tidak mau keluar rumah selama 3 hari.

loading...

Saya ke kamar mandi pun merengek minta diantar ibu saya. Namun setelah di nasihati oleh Pak De saya bahwa ini adalah anugerah dan Allah punya maksud tertentu membuka indra keenam saya, saya mulai memberanikan diri untuk menjadi anak normal seperti teman-teman saya yang lain, dan saya mulai cuek kalau ada makhluk-makhluk gaib yang saya lihat. Ya, meskipun kalau sudah ada teman, saudara, bahkan guru di sekolah sering menanyakan ada makhluk apa di daerah sini dan lain-lain yang membuat saya agak risih dan malu kalau sudah di introgasi seperti itu.

Sebenarnya banyak kejadian-kejadian gaib yang saya alami selama saya duduk di bangku SMP, namun langsung saja saya menceritakan pengalaman saya yang membuat saya dilema apakah ini anugerah atau musibah yang harus saya terima dari Allah. Tepatnya ketika tahun 2011 saat itu saya sudah kelas XI SMA, pada saat saya selesai mengikuti shalat isya berjamaah di mushola dekat rumah saya dan kebetulan imamnya adalah Pak De saya yang paham soal masalah gaib dan banyak orang yang minta tolong kepada Allah melalui perantara Pak De saya dan saya diajak mampir setelah shalat isya selesai.

Seperti biasa sudah ada pasien seorang laki-laki kira-kira berumur 30 tahun dan bilang kalau istrinya setelah melahirkan mengalami kesurupan. Singkat cerita saya diajak oleh pak de saya bersama pasien laki-laki tadi untuk melihat keadaan istri pasien yang mengalami kesurupan. Jujur saya takut dan bingung, kenapa saya diajak kerumah pasien ini oleh pak de saya? Setelah sampai kami langsung diajak ke kamar si pasien dan betapa kagetnya saya.

Saya melihat istri pasien itu bukan seorang perempuan, melainkan sesosok laki-laki besar yang duduk dengan kaki kiri di naikkan (seperti seorang laki-laki kalau di warung kopi) di tangan kirinya ada sebatang rokok yang sudah tinggal setengah, dengan mata merah dan telinganya bertindik. Mirip preman pasar sih, karena baju yang dipakai adalah kaos hitam polos dan celana jeans. Setelah itu saya seperti melihat flashback apa yang di kerjakan oleh sepasang suami istri itu setelah anak mereka lahir.

Ternyata setelah 3 hari lahiran, si istri mengajak suami itu pergi ke pasar di daerah kota Jember untuk membeli sebuah gorengan. Nah pulang dari pasar kemudian si istri langsung menjerit-jerit dan kesurupan. Setelah itu saya bilang kepada Pak De saya apa yang telah saya lihat barusan dan di dengar oleh keluarga pasien, dan suaminya pun mengiyakan apa yang saya bicarakan kepada Pak De saya. Lalu pak De saya mendekati perempuan tersebut dan memegang kepalanya sembari menyuruh saya “coba ngomong ke jin yang masuk, kenapa masuk ke badan perempuan ini?”.

Kemudian saya ajak bicara jin yang mengaku namanya “agus” ini, kenapa masuk ke dalam badan perempuan ini. Dia berkata dengan nada tinggi “sopo ngongkon mari lahiran malah ngeluyur tuku gorengan neng pasar? Wayae iku gak oleh metu neng tempat-tempat kotor koyok iki! Gampang bongsoku mlebu neng awake uwong sing kotor koyok awakmu! (Bahasa jawa jember) yang artinya (siapa suruh habis melahirkan pergi ke pasar membeli gorengan? Harusnya tidak boleh pergi ke tempat-tempat kotor seperti ini! Mudah, bangsa saya masuk ke badan orang yang kotor seperti kamu! Karena baru melahirkan).

Setelah itu Pak de saya membaca ayat-ayat suci Al Quran dan menyuruh saya untuk menarik keluar jin yang masuk. Saat itu saya bingung harus bagaimana karena saya tidak pernah membantu orang kesurupan seperti ini. Kemudian Pak de saya bilang baca saja apa yang biasa kamu baca setelah shalat, berhubung saya selalu membaca doa al-ikhlas, al-falaq, an-nas, dan ayat kursi saya kemudian membaca itu semua dengan serius dan coba menarik perut jin tersebut.

Alangkah kagetnya saya, ternyata saya bisa memegang badan jin tersebut, dan setelah saya pegang tangan saya menjadi panas seperti memegang api. Kemudian saya baca ayat kursi dan berusaha menarik dan alhamdulillah jin yang masuk telah keluar dan si perempuan itu kembali sadar dan menangis. Mungkin dari kejadian ini kita memperoleh pelajaran, bahwa dimanapun kita atau kemanapun kita pergi, harus berdoa kepada Allah supaya kita diberi keselamatan dan terlindungi. Mungkin ini saja dulu yang bisa saya ceritakan, maaf kalau bahasanya ngawur. Wassalam.

KCH

Nugraha JS

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Nugraha JS has write 2,704 posts

Please vote Ini Anugerah atau Musibah?
Ini Anugerah atau Musibah?
5 (100%) 1 vote