Insecurity

Ini bukan cerita tentangku, atau tentangmu. Tapi ini adalah sebuah cerita lama tentang dia. Ya, dia. Seorang gadis SMA dengan kekurangannya, selalu merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri. Di koridor, kelas, maupun luar lingkungan sekolah. Wajahnya selalu menunduk, merasa malu untuk menampakan wajahnya yang menurutnya buruk rupa.

Tentu saja hal ini membuat semua teman-temannya penasaran dan juga takut. Mereka takut kalau sebenarnya dia adalah seorang pembunuh bayaran. Mengapa demikian? Karena jika dia tersenyum, malah menampakan sebuah seringaian mengerikan. Hal itu membuat dia depresi, juga kesepian. Tak ada yang mendekatinya. Sampai ternyata dia berhasil membuat sebuah makhluk tak kasat mata penasaran dan menampakan diri didepan dia.

Dia terkejut saat menatap makhluk itu, makhluk cantik yang kakinya tak menapaki bumi. Makhluk cantik yang tengah menatap kesal kearahnya. “Kau, si manusia pemalu! Kenapa kau begitu tak percaya dengan dirimu sendiri?” bentak makhluk itu *jengah. Dia mengerutkan keningnya, ingin tersenyum tapi lagi-lagi ia merasa insecurity atau insecure (tidak percaya diri).

Dia hanya diam lalu melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Hal ini membuat makhluk itu tambah penasaran. Di setiap hari saat ada kesempatan, makhluk cantik itu pasti muncul didepan dia dan menanyakan perihal ketidakpercayaan diri yang dia punya. Sampai akhirnya dia *jengah dan mulai merespon kehadiran makhluk itu.

Dari situ, mereka selalu akrab. Banyak yang memandang dia aneh karena terkadang ketahuan sedang berbicara dengan angin. Hal ini membuat makhluk cantik itu emosi. Sampai ia mengeluarkan keemosiannya lewat dia.

“Kenapa kau terima saja dipandang rendah oleh mereka?”
“Karena ketidakpercayaan diriku (insecure).”
“Kenapa kau selalu merasa tidak percaya diri?”
“Karena aku memang pantas untuk dicaci.”
“Kenapa kau tidak mencoba berubah?”
“Tetap sama dengan jawaban nomor satu.”

loading...

Makhluk itu mendengus kesal. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dibenaknya. “Aku benci seseorang yang tidak percaya akan dirinya sendiri, jadi biarkan aku mengambil alih tubuhmu untuk kubuat kau percaya diri”. Sejak hari itu, banyak korban yang merasa tidak percaya diri mati dengan tubuh terpotong, dan dibalik itu semua, tampak dia tengah tersenyum menyeringai.

“Berhati-hatilah dengan sekitarmu bagi siapa saja yang tidak percaya diri, siapa tahu aku ada di sekitarmu, menatapmu, dan menerkam kamu kapan saja”.

loading...