Insiden Sekolah Part 2

Cerita sebelumnya di insiden sekolah. Aku pun mulai mengikuti pak satpam dia turun ke bawah aku mengikutinya, dia berjalan ke arah gudang yang terkunci itu dan kemudian menggilang dari pandanganku. Aku membuka kunci gudang menggunakan palu, suasana terlihat gelap sekali aku menyalakan lampu ponselku, aku pun menulusuri semua gudang mencari kepala wanida, tiba-tiba laci yang di tengah bergoyang aku mengarahkan senterku ke laci.

Ternyata kepala wanida disana, terlihat terbungkus oleh kain. Aku mulai menariknya tapi lengket, aku pun menggunakan tenagaku dan akhirnya bisa, lalu aku mulai membuka kain yang menutup kepala wanida. Terlihat kepala wanida sudah tak terbentuk lagi, kulit kepalanya sudah mengelupas, ingin rasanya aku muntah. Aku pun mulai membacakan doa untuk wanida.

Kepala wanida mulai menangis membuatku takut, semakin lama tangisan itu semakin keras seperti melihat orang yang akan membunuhnya. Doaku pun selesai tangisannya mulai berhenti. “Kamu aman sekarang” ucapku menangis sambil memeluk kepala wanida, aku pun menuju ke pohon besar yang ada di belakang sekolah tempat insiden itu. Aku mulai menguburkan kepala wanida dan mulai membaca doa untuknya. Selesai aku membaca doa, aku melihat ponselku berdering, ternyata ibuku sudah telepon aku 10 kali, aku pun segera pulang.

Sesampainya di rumah ibu dan ayah sudah menungguku di sofa.
“Kamu dari mana saja lita kami kawatir sama kamu” ucap ibuku yang langsung memelukku.
“Aku membantu temanku bu ini sangat penting dalam hidupku” ucapku.
“Lain kali jangan gitu kami mencari-cari kamu tadi”.
“Iya ayah”.
“Iya sudah ibu buatkan sarapan pagi pasti kamu lapar lita”.
“Iya bu”.
“Lita siapa yang kamu bawa kesini?” tanya ibuku yang melihat di pintu.

Tiba-tiba ibuku terjatuh, gelas yang aku pakai untuk panggil arwah bergerak ke bawah dan pecah, aku ingat kejadian tadi waktu gelas jatuh pak satpam di rasuki oleh hantu.
“Ayah, jangan dekati ibu, ah! Ayah!” teriakku melihat ibu menusuk-nusuk ayahku dengan pisaunya.

Aku berlari, ibuku menarikku dan aku terjatuh. Kaca mataku juga terjatuh, pandangaku samar-samar, dan sekarang badanku di tindih oleh kursi aku tidak bisa bergerak. Aku melihat di cermin orang yang menindihku bukan ibuku tapi hantu, dia menggunakan baju adat, sambil membawa pedang yang panjang dan menari-nari.

loading...

Berarti dia yang tadi merasuki pak satpam, dan teriakan kepala wanida tadi dia ingin membunuhku tapi tidak ada tubuh manusia, yang dia gunakan untuk membunuhku. Sekarang dia menggunakan tubuh ibuku, orang itu mulai mengayunkan pedangnya dan memotong kepalaku, darah segar mengalir dari leherku dan semua menjadi gelap tak terlihat apa-apa. Selesai.

Gugun

gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

gugun has write 39 posts