Ipang Tenggelam di Air

Salam sahabat KCH semua, terima kasih untuk bang Jhon yang mau publish juga merapihkan tulisan saya. Cerita nyata sore itu, Aku, Ipang, Rendy, jogging sore hari di Perum Taman *******, di Perum itu ada lahan kosong yang biasa dijadikan lapangan sepak bola oleh warga setempat, kalau sekarang sudah pasti jadi bangunan-bangunan komplek.

Sekitar pukul 17: 30 sore hari, aku lihat banyak orang yang renang bukan sungai sih, comberan? Comberan juga bukan! Memang aku kecebong (anak kodok). Skip dulu ah lagi gak mood bercanda nulis cerita ini. Pokoknya kubangan sudah disemen rapih gitu, airnya cukup dalam kelihatannya, aku lihat banyak yang berenang kesana kemari asyik bermain dengan air, teman-teman lain yang habis main sepak bola juga ikut renang.

Aku kenali sebagian teman yang ada disitu, memang pandai-pandai cara mereka berenang di air, melihat teman-teman renang, kami pun jadi kepingin ikut berenang juga.

Salim: pang, ren, ikutan renang yuk?
Rendy: ayo!
Ipang: ayo seru juga kayaknya nih.

Sudah nggak sabar untuk berenang di air, aku pun menceburkan dirinya sambil menyelam untuk mengukur kedalaman air, tetapi tetap saja kakiku belum menyentuh dasar air. Aku pikir amazing! Dalam juga ini air. Sampai terus aku mencoba menyelam akhirnya menyentuh juga kakiku dibawah permukaan air. Aku langsung naik berenang keatas. Nafas lumayan habis, kaki juga lemas, habis lari kok renang waduh!

Rendy berenang dipinggir permukaan air sambil pegangan, soalnya memang airnya kelihatan dalam banget, takut tenggelam rendy saat bicara padaku. Aku perhatikan ipang, aku jadi senyum-senyum sendiri, kok ipang berenang dipinggiran pakai bola? Jadi ngapung di air, macam kayak anak buaya gitu *haha. Apa ipang nggak bisa berenang yah? Aku coba samperin dia ah.

Salim: pang memang kamu gak bisa berenang?
Ipang: sudah tahu nanya!
Salim: *hehe lucu juga baru tahu aku, hati-hati lepas bolanya game over kamu.
Ipang: iya kawan rewel banget sih! Senang saja Lim segar airnya, dingin-dingin *enyoy, sayang aku gak bisa berenang, jadi kurang leluasa berenangnya.
Salim: hati-hati jangan ke tengah dalam airnya!
Ipang: oke bro.

Teman-teman yang habis bermain bola tadi itu. Saling meneriaki ipang, *woy c*m*n ipang gak bisa berenang, pakai bola lagi kaya anak kecil saja *haha. Ipang menyahuti teriakan mereka bo*o amat *haha (sambil cengengesan menertawakan dirinya sendiri). Aku tinggalkan ipang dan kembali berenang, sambil menyelam kedasar air. Saat aku naik kembali kepermukaan air, aku mendengar suara teriakan teman-teman secara serentak, *woy, woy, woy ipang tenggelam tolongin tuh, cepat, cepat!

Aku kaget aku kira mereka sedang bercanda. Mengejek si ipang. Aku lihat ipang masih berenang dengan bola di dadanya. Tetapi sekarang dia berada ditengah-ditengah air, sedang berusaha menggapai bola biar gak tenggelam, karena panik akhirnya bola terlepas dari pegangannya.

Aku lihat dikubangan air, teman-teman yang pandai-pandai berenang gak ada yang mau turun kedalam air menolong ipang, kuperhatikan mereka semua memalingkan wajah saat aku pandangi satu persatu wajah mereka. Aku berpikir mungkin mereka takut karena hari mau menjelang maghrib, orang tua bilang kalau waktu memasuki maghrib banyak setan berkeliaran. Aku gak perduli lagi apapun yang akan terjadi sore itu.

(Untuk kalian: bila kalian baca cerita ini, kalian pasti ingat dan mengenali aku, iya benar aku D*****, aku cuma mau bilang, aku sangat kecewa sekali pada kalian semua waktu itu, putar kembali memori otak kalian 13 tahun yang lalu, hanya aku penolong tunggal didalam air).

loading...

Ah masa bo*o aku gak tega melihat ipang kehabisan nafas ditengah-tengah air, dan yang terlihat sekarang cuma rambutnya ipang saja di ditengah air. Secara reflek aku menceburkan diri lalu berenang bergerak cepat, melesat langsung menolong ipang. Aku Jambak rambut ipang, aku angkat badanya biar dia bisa bernafas, ipang mulai batuk dan muntah-muntah, karena mulut serta hidungnya sudah banyak kemasukan air. Tangan ipang berusaha kembali menggapai bola yang masih mengapung didekatnya.

Tetapi gagal terus bola makin menjauh! Di bawah air aku masih menopang badan ipang, aku mulai merasakan kehabisan nafas dan kedua kakiku sudah terasa lemas. Ipang terus-terusan menenggelamkan kepalaku, mungkin karena panik akan tenggelam di air. Dalam hatiku mulai tergambar bayangan kepala besar didalam air. Aku berkata dalam hati, (aku sudah rela bila aku mati menolong ipang, aku pun membayangkan kalau kakiku ditarik siluman air gimana ya? Aku pasti mati tenggelam dan menjadi tumbal ditempat ini).

Aku tak dapat melihat keadaan diatas air waktu itu dan dengan sisa tenagaku, aku menggerakkan kaki dan tanganku untuk berusaha berenang keatas agar dapat melihat ke permukaan air, dan ternyata ipang sudah mendapat bola dan berenang mengapung. Mungkin sudah ada teman yang menolong, pikirku! Kedua kakiku sudah keram, badan sudah lemas gak bisa berenang lagi. Aku terlentang diatas air sambil mengumpulkan tenagaku, akhirnya kakiku sudah mulai ada sedikit tenaga.

Dengan berenang terlentang aku menggerakkan kaki pelan-pelan diatas air. Akhirnya aku sampai dipinggir. Serasa nafasku sudah mau putus. Aku bilang sama teman-teman yang berada diatas. Tolong angkat aku, kakiku sudah gak bisa bergerak! Aku lihat ipang sedang muntah-muntah mengeluarkan air dalam perutnya matanya pun jadi merah.

Ipang: wah gawat *bro hampir saja aku mati! Aku sudah ikhlas tadi kalau aku mati tenggelam.
Salim: siapa yang bantu kamu diatas waktu kepala aku kamu tenggelamkan didalam air?
Ipang: mana ada yang bantu lim, cuma kamu saja yang menolong aku!
Salim: aku kira ada teman-teman yang menolong?
Ipang: *haha, haha, hah gak ada teman-teman yang menolong aku *bro, baru kali ini aku alami tenggelam di air, rasanya hampir mau mati, sumpah aku gak bisa berenang sama sekali!

Salim: dalam hatiku (aku benci sekali mendengar suara ipang tertawa terbahak-bahak, bukan langsung bersyukur bisa selamat), kalau aku ceritakan bayangan kepala besar dibawah air, mungkin tertawanya akan terhenti! Sampai jalan pulang aku gak cerita apa-apa tentang sosok kepala besar dibawah air. Sekian. Terima kasih sahabat KCH sudah baca cerita ini. Jangan pernah baca ini sendirian!

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Ipang Tenggelam di Air
Ipang Tenggelam di Air
Rate this post