Isak Tangis Istri Muda Bagian 2

Sebelumnya isak tangis istri muda. Paini yang besok akan memperlangsungkan pernikahan, langsung menghubungi pacarnya untuk bisa bertemu nanti siang. Dalam teleponnya terdengar suara aini yang menangis tersedu-sedu.

“Halo rik, kamu lagi dimana?” tanya aini.
“Aku lagi di kantor dan ini mau pulang, memang ada apa?” jawab burik pacar paini.
“Aku pingin kita ketemu nanti di tempat biasa”.
“Kamu kenapa kok menangis?” khawatir.
“Sudah nanti aku ceritain” singkat paini menutup teleponnya.

Jam 3 sore mereka bertemu di taman, menyampaikan hal yang ingin paini katakan. Pacarnya ingin memelukanya tapi di tolaknya.

“Kamu kenapa?” tanya heran pacarnya.
“Lebih baik hubungan kita berakhir sampai disini saja” terasa berat tuk ungkapkan.
“Loh kok begitu, memang aku ngelakuin salah apa kepada kamu? Mendadak kamu minta putus?”.
“Aku sudah gak bisa ngejalanin hubungan ini karena aku sudah di jodohkan oleh ayahku”.

“Gak, gak bisa. Aku gak mau. Kita sudah jalani ini bersama selama 2 tahun dan katanya kamu akan setia menunggu pinangan aku. Tapi kenapa sekarang kamu bilang seperti itu?” seolah petir yang menyambar di siang bolong, tidak terima dengan keputusan mendadak paini.
“Cukup rik, aku gak mau berdebat. Aku juga gak bisa lama-lama di sini takut ayahku mencariku nanti” langsung pergi meninggalkan mantan pacarnya.

Perasaan paini sungguh kacau dan sedih pada saat itu, karena baginya ini adalah keputusan yang berat untuk dia dapat jalani. Keesokan harinya, di perlangsungkan acara penikahan itu. Penghulu, pengantin dan saksi yang dibutuhkan telah datang dan acara di mulai. Acaranya pun berlangsung lancar. Paini sudah resmi menjadi tuan rumah di rumah sang konglomerat itu.

loading...

“Aini, ini sudah menjadi rumahmu juga. Kamu bebas mau ngelakuin apa saja sesuka kamu. Jangan sungkan-sungkan untuk meminta sesuatu, tinggal bilang saja.” kata pak johan si konglomerat
“Iya, pak” kata paini malu.
“Jangan panggil pak *donk, panggil saja mas johan”.

Pada saat di dapur dan ingin mengambil minuman dingin di kulkas. Istri kedua konglomerat itu bertanya kepada aini.

“*Ehm, nama kamu siapa?” ketus istri ke-2 pak johan.
“Eh, iya namaku paini biasa dipanggil aini” sambil tertunduk dan memberikan jabatan tangan.
“Denger ya, kamu itu cuma istri siri dan bukan istri resmi seperti lainnya. Jadi kamu jangan berharap lebih dari pak johan. ingat itu!” memperingatkan keras kepada aini lalu pergi.

Aini pun menangis karena penderitaannya kini akan bertambah lagi katena penolakan dari istri tua pak johan.

“Ya Tuhan tolong kuatkan aku dan lindungi aku dari orang-orang yang ingin berbuat tak adil kepadaku” ucap doanya. Malamnya di ruang keluarga pak johan memanggil paini.

“Aini sini duduk bareng nonton televisi, aku pingin ngobrol banyak sama kamu biar lebih dekat”.

Aini pun menghampiri pak johan sediki ragu-ragu dan duduk di sebelahnya bersama ke-3 istrinya. Istri yang lain melihatnya begitu sinis.

“Tak apa duduk sini biar kamu terbiasa dengan suasana di rumah ini” ucap pak johan.

Aini hanya menganggukkan kepalanya.

“Sebenarnya aku hanya ingin memberi pelajaran kepada ayahmu yang karakternya buruk dan tak punya tanggung jawab” kata pak johan
“Banyak yang bilang aku ini lelaki hidung belang, semua itu salah. Mereka itu hanya belum mengenal langsung diriku” tambah pak johan.

Aini baru mengetahui permasalahannya setelah mendengar ungkapan langsung dari pak johan. Bersambung di isak tangis istri muda bagian 3.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Isak Tangis Istri Muda Bagian 2
Isak Tangis Istri Muda Bagian 2
3.5 (70%) 2 votes