Isak Tangis Istri Muda

Isak tangis istri muda ini berawal dari hutang yang menumpuk kepada keluarga pak Adi. Mereka tak bisa melunasi hutang-hutangnya karena jumlahnya begitu banyak, sehingga hanya ada satu cara agar masalah hutang itu dapat di terselesaikan yaitu dengan anak perawan satu-satunya harus menikah dengan teman konglomerat ayahnya itu yang usianya sudah tua. Anaknya yang tahu masalah ini menolak untuk di jodohkan karena dia tidak mencintai orang itu, lagi pula dia juga sudah memiliki pacar yang di sukainya.

“Aku gak mau menikah dengan orang tua itu ayah” kata anaknya dengan nada jengkel.
“Kamu harus menuruti apa kata orang tuamu nak!” bentak ayah.
“Itu bukan masalah aini, yang punya hutangkan ayah, bukan aku!” kata anaknya paini ketus.
“Kamu di bilangin orang tua malah ngelawan ya, sebaiknya kamu tinggalkan lelaki miskin itu dan menikah dengan teman konglomerat ayah”.

“Aku sudah bilang aku tidak mau yah” kesal dengan pernyataan ayahnya yang menghina pacarnya.
“Kalau kamu menikah dengan teman ayah, hidupmu nanti akan bahagia nak. Kamu gak perlu capek-capek bekerja” bujuk ayah
“Itukan kata ayah, dan ayahkan yang hanya ingin memanfaatkan uangnya bukan untuk kebaikan aini sendiri”.
“Memang apa yang di janjikan oleh pacarmu itu hah? Kamu mau makan apa nanti kalau sudah berkeluarga, kamu mau hidupmu susah. Yang kamu dapatkan dari dia apa?” tanya ayah dengan nada kesal.

“Setidaknya dia memperlakukan aku dengan baik yah, bukan seperti teman ayah itu yang hanya mengkoleksi istri muda untuk kepuasan hasratnya!” ketus aini.
“Dasar kamu anak durhaka!” bentak ayahnya sambil menamparnya.

Setelah menampar, anaknya pun menangis karena perlakuan kasar ayahnya. Ibunya yang sedari menyimak perbincangan suami dan anaknya mencoba melerainya.

“Sudah pak, sudah” kata ibu sambil melerai dan menyudahi perdebatan itu.
“Kamu harusnya ajarkan anak kamu agar mau nurut sama orang tuanya, bukannya berani melawan orang tua. Stres Lama-lama aku di rumah” bentak ayah.

Pak Adi pun pergi keluar rumah karena pusing memikirkan hutangnya. Masih di suasana tegang di dalam rumah.

“Sabar ya nak, ayahmu memang seperti itu dari dulu tidak pernah berubah, kerjaannya hanya marah dan mabuk” memeluk anaknya sambil menenangkan hatinya.
“Kenapa sih bu, ayah gak mau bertobat. Ibu juga kenapa dulu bisa menikah dengan orang seperti bapak, yang kerjaannya cuma mabuk dan marah-marah” kata putrinya yang menangis.

Malamnya ayahnya pulang, suasana kembali tegang.

“Kamu sudah menentukan jawabannya kan?” tanya ayah kepada aini.

Anaknya terdiam membisu karena masih kesal dengan perlakuan ayahnya tadi siang.

loading...

“Besok kamu ikut ayah ke rumah teman konglomerat ayah. Akan ayah kenalkan kamu dengan dia. Dan sekalian ayah suruh dia menikah siri dengan kamu” kata pak Adi.
“Aku gak mau yah” jawab pelan.
“Kamu mau bapak tampar lagi?” bentak ayah.

“Sudah pak, sudah. Ini sudah malam gak baik teriak-teriak di dengar tetangga” menenangkan suasana.
“Apaan kamu, cuma bisa ngomong sudah, sudah. Sudah gak bisa menyelesaikan masalah. Lebih baik kamu bujuk anakmu itu biar dia mau nurut apa kata ayahnya” bentak ayah lagi.

Ayahnya pun masuk ke kamar dan tidur.

“Kamu mau ya nak” saran ibu.
“Aku takut dengan teman ayah bu”.
“Ibu juga bingung harus bagaimana menanggapi sikap ayahmu itu”.

Menangis semalaman karena besok akan di jodohkan dengan teman ayahnya. Paginya mereka sekeluarga datang ke rumah konglomerat itu dan mengobrol begitu bnyak.

“Ini anakku yang kemarin aku bicarakan” ucap pak Adi memperkenalkan anaknya kepada temannya yang konglomerat.
“*Em, cantik juga anakmu di. Siapa namamu sayang?” menggoda aini.

Paini hanya diam saja.

“*Sst! Jawab!” bentak ayah
“*Haha ya, ya maklum anak perawan masih malu-malu, kamu kan tahu, kalau istri aku banyak dan bermacam-macam sifatnya. Tapi yang aku lihat, dia sangat pendiam dan lugu” kata si konglomerat
“*Hehe” senyum sinis pak adi.

“Ya sudah besok saya akan mengurus dan mengatur jalannya pernikahan” kata si konglomerat menyudahi perbincangan pagi itu.
“Ya terima kasih” senang ayahnya mendengar ucapan teman konglomerat itu karena cita-citanya memiliki uang banyak hampir di depan mata.

Setelah acaranya telah selesai merekapun pulang karena teman konglomeratnya itu ada acara lain yang harus di hadiri. Bersambung di isak tangis istri muda bagian 2.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Isak Tangis Istri Muda
Isak Tangis Istri Muda
Rate this post