Jadi Begitu Ceritanya

Halo sahabat KCH, ketemu lagi sama mawar. Kali ini aku mau menceritakan tentang pengalaman horor pakdhe ku yang lucu. Langsung saja. Aku punya pakdhe bernama Kasub. Pakdhe Kasub ini di kampungku terkenal sebagai orang yang pemberani, sangar dan galak. Tapi baik sih. Waktu itu bulan puasa, biasanya di kampungku orang-orang disini selalu menyediakan petasan berbagai macam.

Ada yang untuk di jual, atau untuk diri sendiri. Malam itu setelah tarawih pakdhe pergi ke sawah untuk mengecek pengairannya. Maklum kadang ada orang iseng yang menyumbat jalan air agar tidak mengaliri sawah yang di garap pakdhe kasub. Waktu sudah menunjukan tengah malam, entah jam berapa aku lupa. Pakdhe ku pulang dengan melewati selip kayu atau tempat pemotongan kayu.

Nah di depan tempat pemotongan kayu ini ada kali kecil yang di atasnya sengaja di buat toilet yang di bangun dengan menggunakan kayu yang tidak terpakai untuk para pekerja. Singkat cerita, saat pakdhe melewati toliet kayu itu terdengar suara wanita menangis. Pakdhe ku berhenti di depan toilet itu. Bukan untuk melihat siapa yang ada di dalam loh reader, tapi pakdhe ku malah menyalakan beberapa petasan lalu melemparnya ke dalam toilet tersebut, *haha.

Perlu di beri tahu bahwa toilet itu tidak beratap. Nah saat petasan itu meledak suara tangisan itu hilang. Lalu pakdhe melanjutkan berjalan lagi, tidak lama terdengar lagi suara tangisan itu. Pakdhe ku tetap berjalan tapi sambil melemparkan petasan kebelakang. Tidak lama pakdhe melihat bayangan putih melayang di atasnya sambil tertawa. Lalu bayangan putih itu mendarat tak jauh di depan pakdhe.

Pakdhe ku dengan sigap menyiapkan petasan lagi, setelah di nyalakan pakdhe tidak langsung melemparkannya, melainkan berjalan cepat lalu barulah melemparkan petasan itu sebelum meledak di tangan pakdhe. Dan *duar! Petasannya meledak tepat di depan mukanya si kuntilanak itu.

loading...

Lalu kuntilanak itu langsung terbang sambil menangis. Lalu pakdhe ku malah tertawa terbahak-bahak sampai rumahnya. Saat sahur pakdhe ku ke rumahku lalu menceritakan kejadian itu pada ayahku. Sontak kami yang sedang makan jadi ikut tertawa juga. Sekian dulu ceritaku ya. Nanti aku sambung lagi dengan cerita yang lain. Bye.

KCH

mawar

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

mawar has write 2,670 posts