Jadi Siapa Yang Menangis?

Hai, assalamu’alaikum! Nama aku Lulu dan ini pertama kalinya aku berbagi cerita pengalamanku disini, *hehe. Kejadiannya sekitar 2 tahun yang lalu, ketika aku kelas 8 atau 2 SMP di awal semester. Ketika itu, istirahat jam ke-2, aku masih sibuk menggambar untuk pelajaran seni budaya. Ya, biar nanti bisa agak bebas, *haha. Nah, waktu asyik-asyik menggambar, tiba-tiba aku kebelet.

Lalu, aku ajak temanku untuk mengantarku ke toilet, ya biasalah perempuan kalau ke toilet kudu ajak-ajak yang lain. Kebetulan, dia juga kelebet. Ketika itu, aku kebagian toilet paling ujung sebelah kanan dan temanku kebagian toilet sebelah kiri dari toiletku. Toilet SMP ku disekat oleh dinding dengan atasnya yang terbuka (bukan berarti gak punya atap atau langit-langit ya, *haha susah ngegambarinnya).

Jadi kalau kita ngomong sama orang sebelah pasti bakalan kedengeran jelas. Pas lagi buang air, aku mendengar di sebelah, temanku menangis. Aku heran, kenapa dia menangis, padahal tadi masih ketawa dan bercanda denganku dan yang lain. Karena khawatir dan cemas, aku buru-buru dan keluar toilet. Aku gedor pintu toilet temanku dan dia keluar. Mukanya juga terlihat cemas.

Dia nanya, “kamu kenapa, kok nangis? Siapa yang bikin kamu nangis?” tanyanya cemas. “Kamu kali yang kenapa?! Aku dengar jelas kok, kamu yang nangis! Kenapa? Cerita dong”. Tanyaku balik. Dia kembali heran dan bingung. “Aku fine-fine aja kok. Terus siapa yang nangis?”. Karena takut kami langsung lari ke kelas dan diam. Gak ngomong apa-apa. Muka sudah pucat dan badan kami sudah gemetar hebat.

Teman-teman yang lain datang dan bertanya kenapa, ada apa. Kami cerita apa yang kamu alami tadi. Lalu, ada beberapa temanku yang bercerita kalau memang suka ada kejadian “begitu” di toilet perempuan lantai 1. Bukan aku saja yang pernah mengalami, temanku pun yang lain pernah begitu namun lebih parah. Jadi, aku dan temanku, hanya bisa bertanya-tanya, “Jadi siapa yang menangis?”.

loading...
loading...