Jaga Rumah

Aku bukanlah seorang indigo, aku juga bukan orang yang pemberani tentang masalah mistis, horor, misteri dan sejenisnya. Namun aku rela tinggal sendirian dirumah sahabatku. Perkenalkan, aku sering dipanggil edoy jika ingin tahu lebih lagi dicerita “janin korban aborsi dan mendadak sakit setelah melihat sesuatu“.

Aku tidak begitu yakin atas permintaan temanku yang bernama andi (samaran). Walaupun dia sering mengajakku untuk menginap dirumahnya, sehingga membuat dia dan keluarganya percaya padaku untuk menjaga rumahnya. Andi adalah seorang tentara. Hari itu dia bilang padaku, bahwa dia beserta anak-anak dan istrinya (ika), akan pergi kerumah orang tua ika di Padang.

Mereka akan pergi selama 10 hari saja, katanya. Saya pun menyanggupi, tapi hanya menjaga pada malam hari saja, karena faktor pekerjaan. Setelah sepakat dan mereka berpamitan untuk pergi. Malam pun tiba, setelah pulang kerja, aku bergegas menuju rumah andi. Karena saya belum menikah dan tidak punya pacar, jadi tidak ada halangan untuk berjaga rumah andi. Sebelum tidur, aku menonton televisi terlebih dulu yang berada dikamarnya.

loading...

Hari pertama kedua biasa saja, hari ketiga? Iya dihari ketiga sungguh tidak terduga, suasana malam itu sangat lain. Tepat jam 10 malam, aku belum juga bisa tidur. Di tambah malam itu sangat mencekam. Tidak seperti biasanya, pikirku. Aku pergi kekamar mandi yang berada didalam kamar. Setelah selesai buang air, aku kembali ketempat tidur dan mematikan televisi.

Aku mulai berusaha memejamkan mata, supaya tidak kesiangan besok pagi. Tapi tenyata tidak kunjung terpejam. Tiba-tiba ada hembusan angin yang membuat bulu kuduk meremang. Padahal semua jendela dan pintu sudah tertutup rapat. Tiba-tiba didalam kamar mandi ada suara gemercik air. Dan setelah itu, pintu kamar mandi yang kupandangi tiba-tiba bergerak sendiri, seolah-olah seperti ada yang bermain pintu.

Karena pintu itu bergerak menutup dan membuka. Awalnya aku berpikir positif. Tapi lama kelamaan aku tidak tahan karena perasaanku sudah tidak enak. Akhirnya aku bangun dari tempat tidur dan berlari keluar rumah, lalu mengunci pintunya. Aku kembali kerumahku sendiri malam itu, tidak peduli dengan kesepakatan kami. Setelah keesokan harinya, aku menelpon andi. Bahwa aku tidak sanggup menjaga rumahnya.

Setelah aku jelaskan padanya, dia seolah-olah tidak percaya. Ya, apapun itu, wajarlah karena itu rumah dia sendiri, jadi tidak pernah mengalaminya. Tapi sejak kejadian itu, aku tidak berani lagi menginap dirumahnya. Mungkin kesana hanya sekedar main, itupun jika sempat dan jika andi dirumah. Sekian.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts