Jalan Angker Penghubung Desa

Hay sobat KCH, admin, ceritaku yang dua kemarin tidak dipublish kah? Ya sudahlah, saya mau coba kirim cerita lagi. Kali ini tentang jalan angker disamping desa saya, desa saya dengan desa sebelah tak terlalu jauh, kalau lewat tepi pesisir pantai kita akan melewati suatu jalan, tak terlalu panjang jalan itu tapi disana terkenal sangat angker, banyak sosok hantu yang ada disepanjang jalan tersebut.

loading...

Kebetulan jalan disana belum ada penerangan sama sekali, karena juga belum ada rumah warga, yang ada hanya pabrik ubur-ubur dan pabrik ikan yang saat malam sudah tutup, dan disekitarnya hanya pepohonan dan semak-semak saja, jadi otomatis kalau malam hari lewat dijalan itu semakin menambah hawa mistis disana.

Dulu waktu akan dibangun pabrik ubur-ubur didaerah jalan itu kata orang yang dekat daerah itu pada malam hari semua makhluk disana menampakkan diri, baik itu pocong kah, miss kunti lah, genderuwo, semua menampakan diri tetapi dengan mulut yang menghadap keatas, bukan kesamping seperti pada umumnya, mungkin kalau bangsanya kita mereka itu sedang demo, tak suka ada bangunan disana, tapi setelah minta ijin dan di doakan alhamdulillah tak terjadi apa-apa.

Ada lagi kemarin anak tetangga saya dan ibunya, waktu habis dari desa tetangga pulangnya agak sore, sekitar pukul 17:00. Anak tetangga saya masih kecil sekitar 3 tahun, mereka jalan kaki karena tak terlalu jauh memang. Pada saat pulang waktu melewati jembatan, dijalan itu ada jembatan kecil, tiba-tiba anak tetangga saya itu melambaikan tangan sambil senyum-senyum sendiri.

Saat ditanya oleh ibunya ada apa, dengan polos anak itu bilang ada mbak *cuantik dijembatan itu lagi lambaikan tangan ke saya, makanya saya lambaikan tangan juga, padahal waktu itu tidak ada siapa-siapa. Langsung saja ibu anak itu buru-buru berjalan agar cepat sampai rumah karena merasa takut. Yang masih segar kemarin saya juga lupa tanggal dan waktunya, pokoknya waktu itu anak-anak desa sedang jalan-jalan disana.

Mereka berumur sekitar 9 atau 10 tahun, waktu dijalan itu mereka bertemu dengan kucing ditengah jalan, karena mereka mungkin memang lagi bandel-bandelnya mereka menendangi kucing tersebut, tapi seketika kucing itu membesar dan berubah wujud menjadi pocong, sontak anak-anak itu lari kocar-kacir dari sana. Sekian dari saya, sebenarnya masih banyak lagi cerita yang terjadi dijalan tersebut, tapi kapan-kapan saja saya sambung ceritanya ya. Salam dari saya.
Email: [email protected]

Nurul Chayang Ifand

[email protected]

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

[email protected] has write 23 posts