Jalur Kuntilanak

Namaku Raisha, Kejadian ini aku alami beberapa tahun yang lalu. Namun masih segar di ingatanku sampai saat ini. Aku masih dalam perjalanan di dalam mobil menuju rumahku Sendirian!! Kulihat jam hampir 10.30 malam, ketika itu mobilku akan melewati sebuah jalan yang kiri dan kanannya adalah rawa. Sebelum aku masuk ke jalan itu, jalan sebelumnya sangat ramai. Tapi berbeda dengan jalan ini, sepi sekali.

loading...

Sekarang saja yang melewati jembatan ini mungkin hanya mobilku saja karena didepan dan dibelakangku tidak kulihat ada kendaraan lain. Badanku terasa sangat lelah, karena tadi seharian aku bersama temanku melakukan banyak aktivitas. Dan sekarang aku ingin segera sampai dirumah, aku pun menaikan kecepatan mobilku. Saat melaju dengan mobil dengan kecepatan tinggi melewati jembatan itu.

Kontan aku menginjak rem dan membuka jendela mobil, berdiri ditengah jalan seorang wanita yang sedang berjalan membelakangiku. “Mau mati loe?” aku berteriak pada wanita itu. Dia berjalan tergopoh-gopoh, dia memakai daster dan berjalan sempoyongan tanpa memakai alas kaki. Dia menghalangi jalanku, di tengah jembatan seperti ini aku tidak bisa kemana-mana untuk memutar balik.

Aku coba menginjak gas mobilku dan memberi isyarat lampu. tapi wanita itu tetap saja menghalangi jalanku. Aku pun turun dari mobil, aku mencoba berjalan mendekatiknya. Ketika aku sudah mendekat, wanita itu berjalan mulai ke pinggir. Aku pun kembali ke dalam mobilku, Namun ketika akan melajukan kembali mobilku. Wanita itu meloncat ke pesawahan, Badanku langsung membeku dan suaraku tidak keluar. Aku benar-benar syok, aku pun keluar dari mobil. Aku mencari wanita itu, perlahan-lahan aku mendekati pembatas jalan itu. Tapi tidak ada, sama sekali tidak ada tanda-tanda orang itu disana.

Padahal jelas sekali wanita itu tadi meloncat ke bawah, kakiku mulai lemas. Bulu kuduk mulai berdiri, dengan sisa-sisa tenaga aku berjalan kembali menuju ke arah mobil. Aku mulai melaju dengan mobilku. Tak lama setelah mobil maju, Aku mendengar suara tangisan seorang perempuan.

“Hiiks…”

Mobilku terhenti, dari sana aku berpikir ini adalah wanita tadi yang meloncat. ternyata benar, tadi itu ada orang yang meloncat. Bukan hanya khayalanku, aku pun turun dari mobil dan mulai berjalan kembali ke sekitar wanita tadi meloncat. Aku pun melihat lagi kebawah, namun tetap saja wanita itu tidak ada dan tiba-tiba aku terjatuh ke dalam parit yang cukup tinggi ini. Seperti ada seseorang yang mendorongku, aku meronta-ronta sampai akhirnya aku berhasil kembali ke tepi jalan.

Aku melihat disekitar, namun tidak ada siapa-siapa hanya ada jalanan kosong. Aku pun berjalan kembali menuju mobil dan belum sempat aku sadar siapa tadi yang mendorongku. Terdengar suara wanita tertawa sangat keras. Suara itu serasa melayang, Tiba-tiba ada yang memegang pergelangan kakiku. ketika aku lihat, seorang wanita sedang meronta-ronta naik dari parit itu.

Wanita berbaju kuning kusam dengan rambut panjang berantakan dan mata besar yang hitam pekat. Serta mulutnya yang menganga terbuka lebar sambil mengeluarkan suara tawa yang menyeramkan. Aku menepiskan kakiku, setelah merasa tidak dipegang lagi. Aku langsung berlari sekuat tenaga kembali masuk kedalam mobil. Aku menyalakan mobilku dan segera melaju sangat kencang. Aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi, pikiranku seakan kosong sampai terdengar suara.

“Tolong saya.. Tolong”

Entah dari mana tiba-tiba saja di bangku belakang mobilku ada sosok wanita tadi. refleks aku menginjakan dan membanting stirku. Dari sana aku sudah tidak ingat apa-apa lagi, aku terbangun dan menyadari aku tengah berada di rumah sakit. Untungnya, malam itu ada supir taksi yang lewat dan mengantarkanku ke rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit aku mencoba mencari tau tentang sekitaran sawah itu.

Namun tidak kutemukan apa-apa menurut orang-orang, jalur yang kulewati itu adalah “Jalur Kuntilanak” dan banyak juga yang sering diganggu jika melewati jalur itu sendirian. Sekarang aku sudah tidak mau melewati jembatan itu lagi, Aku takut kejadian itu terulang lagi padaku. Konon, jika seseorang pernah melihat mahluk itu sekali saja akan mudah bagi orang itu untuk melihatnya lagi. Dan, aku tidak mau melihat untuk kedua kalinya sampai kapanpun.

Share This: