Jam 10.00 Pagi

Assalamualaikum sobat KCH semuanya. Ketemu lagi denganku Bismi dari Aceh. Oke di cerita ke-88 ini aku akan bercerita tentang pengalamanku dan teman-temanku pada hari sabtu kemarin yaitu tanggal 7 oktober 2017. Lets go to story. Pagi itu cuaca sangatlah cerah, seperti biasanya aku bangun pukul 05.25 pagi, untuk shalat subuh dan mandi untuk berangkat ke sekolah.

Saat tiba di sekolah, cuacanya masih bersahabat, selesai pelajaran bahasa Indonesia selama 2 jam kemudian dilanjutkan dengan pelajaran bahasa Inggris. Kami disuruh buat kelompok yang anggotanya 4 orang, tepat pada jam 10.00 pagi, tiba-tiba cuaca tidak bersahabat, udara pun mulai terasa dingin dan langit pun mulai mendung serta jilbab seragam kami semua menari-nari di terpa angin.

loading...

Bu fatma (guru bahasa Inggris) keluar kelas, aku yang satu kelompok dengan dwi, mulia, dan fika mulai berpandangan. Imam (ketua kelas) mulai menghidupkan lampu, tetapi langit tambah mendung ditambah lagi heningnya kelas kami dan heningnya diluar kelas sehingga menambah keangkerannya. Entah kenapa tak satu pun diantara kami yang bersuara, hanya mata yang saling berpandangan atau memberi sebuah kode.

Angin mulai memasuki tulang-tulang rusukku, bulu kudukku sudah lama berdiri. “Bismi lihat” kata mulia sambil menunjuk ke arah jendela. Betapa terkejutnya aku, dwi, dan fika saat melihat ke jendela terdapat perempuan berbaju merah sedang menempel di jendela dengan muka yang sangat mengerikan. Tak lama kemudian petir pun muncul, seluruh kelas berteriak bukan main atau jantungnya kali hampir copot *hehe.

Angin masih saja bertiup menerpa jilbab kami, tetapi rambut perempuan berbaju merah itu tidak bergoyang-goyang sama sekali. Kemudian perempuan itu mulai mencakar jendela kelas kami, sepertinya seluruh siswa dan siswi di kelasku melihat perempuan di jendela itu, berarti bukan hanya aku, dwi, fika, dan mulia saja yang melihatnya. Imam cepat-cepat menutup pintu kelas dan menyuruh kami untuk membaca surah yasin.

Saat kami sedang mengambil Al Quran di rak buku agama. Tiba-tiba lampu mati, kami kesal bukan main apalagi perempuan itu masih berada di jendela dan tersenyum licik. Akhirnya kami semua menutup mata sambil mulut *komat-kamit membaca setiap surah yang kami hafal. Langkah kaki seperti orang pincang mulai terdengar tepat di samping pintu dan papan tulis.

Petir pun mulai menyambar-nyambar memekakkan telingga. Saat kubuka mataku, alhamdulillah perempuan itu sudah hilang. Kami semua pun akhirnya duduk bersama seperti orang yang sedang bermusyawarah sambil bercerita tentang kejadian horor dan mengerikan bertemu hantu. Perlu kalian ketahui sekolah SMA ku itu sangat angker loh, dulunya sebelum dibangun menjadi sekolah di lahan itu hanya berupa sebuah sawah yang luas. Entah apa lagi misteri yang ada di sekolahku, kapan-kapan aku cerita lagi ya. Wassalamualaikum.

Facebook: Bismi jasein
Email: [email protected]
Pin BB: DCEDB9EC

Bismi Jasein

Bismi Jasein

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi Jasein has write 89 posts