Jangan Bermain Sore Hari

Assalamu’alaikum wr. wb. Hallo sahabat KCH, nama saya Nugroho, lahir 1989 di Purworejo, Jawa Tengah. Saya ingin berbagi salah satu pengalaman yang pernah saya alami sewaktu kecil, kisah ini masih terngiang hingga sekarang. Saat itu saya belum sekolah, tetanggaku yang kebetulan pak Lek saya sendiri sedang mengadakan selamatan untuk sebuah tanah bekas rumah tua yang nantinya tanah itu akan dibangun dengan rumah baru.

loading...

Singkat cerita saat sore menjelang maghrib saya dan kawan-kawan kecilku sedang bermain petak umpet, saya tidak ikut bermain hanya melihat dan duduk-duduk saja. Suasana sudah agak gelap, saya dan kawan-kawan berniat menyudahi dan pulang ke rumah, tetapi Mbak saya mencoba menakuti saya dan kawan-kawan dengan berpura-pura menjadi hantu.

Ketika itu Mbak saya sembunyi dibawah pohon pisang Raja dan berteriak *hi, hi, hi menirukan suara yang menyeramkan, hari semakin gelap dan tiba-tiba kawan saya yang bernama wawan berteriak “He opo kae?” (hei apa itu?). Saya menoleh apa yang ditunjuk oleh Wawan, terlihat jelas sesosok yang berwajah, kulit berwarna hijau, mata merah bersinar, gigi lancip bertaring, tangan membawa rokok pipa (rokok klentang yang biasa dipakai orang-orang tua), dan kepalanya memakai topi yang mirip topi personil Guns N’ Roses (GnR).

Sosok itu bersinar seperti tersorot lampu, Wawan yang pertama kali lihat langsung teriak “ayo tablegi” yang artinya “ayo kita lempari”, karena masih anak-anak saya dan kawan-kawan melempari dengan batu kecil, yang saya heran ketika saya melempar sosok itu dengan batu, batu itu tidak mengenai tubuhnya dan menembusnya, serasa hanya melempar bayangan, tak lama sosok itu tertawa dan menghisap rokoknya.

Suaranya begitu keras dan menggema seakan berada di sebuah aula, dan kemudian sosok itu menghilang lenyap seperti kepulan asap tanpa suara. Ibu saya datang dengan maksud memanggil saya, lalu saya bilang ke ibu saya jika saya baru saja melihat orang aneh, mukannya hijau, mata merah, dan giginya lancip. Ibu saya kaget dan langsung memeluk saya.

Ibu saya bilang “Wis saiki podo bali, ojo dolanan sore” (sudah sekarang pada pulang, jangan bermain sore). Hingga sekarang sosok itu masih terngiang di pikiran saya dan bertanya-tanya, siapa dia? Jin/setan, saya begitu jelas melihat sosok itu. Wallahua’lam. Wassalamu’alaikum wr. wb.

loading...