Jangan Buka Mata Kamu

Sarah adikku, dan aku sedang berada disebuah taman dan pada saat itu adalah hari yang cerah dan indah. Kota kami adalah tempat yang bagus untuk tumbuh. Kejahatan hampir tidak pernah terjadi disini. Semua orang mengenal satu sama lain sebagai teman. Taman itu penuh sesak dengan orang-orang dan saya mengenal semua orang itu, ya hampir semuanya.

Ada seorang wanita yang aneh sedang duduk dibangku disisi lain dari taman tetapi dia tampak tidak berbahaya. Hanya duduk disana sambil membaca sebuah buku, mengurusi urusanya sendiri, jadi aku tidak terlalu memperdulikan hal tersebut. Adikku dan aku sangat menyukai permainan yang disebut “tidak membuka mata”. Yang perlu kau lakukan adalah salah satu orang dari kalian akan menutup matanya dan yang lainya mencoba untuk membujuk agar dia mau membuka matanya. Biasanya dengan cara menakut-nakuti mereka.

Kami duduk dibawah pohon. Saat itu adalah giliranku untuk membuat adikku membuka matanya. Aku mencoba menggelitikinya, tapi itu hanya membuatnya tertawa jadi aku berpura-pura pergi. Aku membuat suara palsu seolah aku berjalan pergi dengan kakiku dan perlahan-lahan menurunkan suaraku untuk membuatnya terdengar seperti aku lebih jauh. Dia terkecoh dengan hal tersebut. Sarah membuka matanya dan terlihat wajahnya nampak lega ketika melihatku. Dan dia tertawa karena aku berhasil membuatnya khawatir dan membuka matanya.

Sekarang giliranku. Aku memejamkan mata dan mengambil napas dalam-dalam. Sarah tertawa dan aku tidak bisa menahan tawa juga. Tiba-tiba tawanya berhenti dan begitu pula suara disekelilingku, seolah-olah semua di taman telah meninggalkanku. “Sarah, kau masih disana?” aku sangat ingin membuka mataku saat itu tetapi sesuatu dikepalaku mengatakan jangan.

“Tolong Becca, tolong aku, kumohon!” sekarang aku benar-benar ingin membuka mataku tetapi Sarah biasanya menggunakan strategi ketakutan untuk menang. Jadi aku hanya duduk disana saat dia berteriak. Perutku mulai mulas dan aku tidak menahan lebih dari ini lagi. Tiba-tiba suara teriakan itu berhenti dan terdengar suara berbisik mengatakan “jangan membuka matamu”.

loading...

Aku membuka mataku dan tidak menghiraukan bisikan tersebut dan aku melihat setiap orang disana telah pergi terkecuali adikku yang tergantung dipohon dengan leher yang terjerat tali. Dia telah mati digantung. Aku langsung berteriak sekencangnya saat melihat hal tersebut.

Aku segera menelepon 911 dan menunggu polisi segera datang. Aku memandang kearah seberang jalan kebangku tempat wanita aneh tadi sedang duduk sambil membaca bukunya. Aku berjalan kesana. Ternyata dia meninggalkan buku tersebut. Ada catatan dalam buku. Aku menariknya keluar. Catatan itu ditulis dengan tinta merah gelap. “Bukankah kau tidak ingin membuka mata?”.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 55 posts