Jangan Ganggu Aku

Hi guys, ini ceritaku yang pertama. Aku mau cerita nih tentang pengalamanku. Ok langsung aja, aku itu sering banget baca KCH sendirian. Aku gak percaya yang namanya hantu. Setelah aku baca kch di depan tv, tanpa aku geser sedikit pun remotenya televisinya menyala sendiri. Pas banget itu film horor. Aku mengira adikku jahil lagi ganti tv. “Luna, kamu ganti tvnya ya? Nakal banget sih!” kataku kepada adikku Luna.

“Siapa yang ganti? Nuduh saja. Lagian sih baca kch sendirian. Orang di rumah kita banyak hantunya kok” kata Luna. Tiba-tiba AC rumahku mati. Karena kepanasan aku keluar dan duduk di teras. Tiba-tiba ada yang manggil-manggil aku. Suaranya kayak seorang nenek sudah tua banget. “Cu, cu. Kamu sudah melakukan penghinaan terhadap kaum kami, kamu harus merasakan akibatnya” kata hantu nenek itu. Aku sangat yakin dia hantu.

Aku tidak berani menghadap kebelakang tapi aku paksa. Saat itu aku merinding. Dan saat itu aku kayak ada yang narik ke kebun angker belakang rumah. Dulu katanya temannya luna ada yang di culik di situ. Habis 3 hari kejadian itu, dia ditemukan tewas oleh ayahku. Dia mati dengan sadis. Lehernya di sayat, banyak jarum menusuk dadanya, perutnya di bolongkan.

Lanjut cerita. Habis itu di pohon mangga banyak banget darah. Saat aku mau lari, tidak bisa. Seperti ada yang menarikku. Saat aku lihat ke belakang ada hantu yang tiba-tiba matanya keluar sendiri. Saat itu aku pingsan dan aku terbangun sudah di kamar. Aku di temukkan oleh warga yang bernama bang Warman. Ia sering menemukan hantu di dekat rumahku.

loading...

Kata bang warman “neng, gak usah takut. Bang warman mah sering ngalamin kayak gini. Bahkan ada yang mau cekik bang warman”. Aku pun menganggukkan kepala. Aku pun memanggil temanku yang punya indra keenam. Namanya Rani. “Ran, tolong dah periksa rumahku. Seram banget wujudnya” pintaku kepada Rani. “Ok” kata Rani. Semua lampu dimatikan. Kami berempat bersama teman-teman. Aku, Rani, Choky, Naina.

Luna tidak mau karena takut. Saat aku dan teman teman masuk, ada yang gedor-gedor pintu kamar mandi. Rani teriak “siapa kamu? Jangan ganggu kami! Kalau berani tampakkan wajahmu!”. Naina pun teriak-teriak kerasukan “kalian membuat kami marah! Kamu harus selesaikan ini! Kalau tidak, kamu akan menyesal!” kata ‘dia’. Tiba-tiba ada yang mau mencekik aku dan Rani.

Choky membantu melepas dan tidak bisa. Setelah lima menit akhirnya di lepas juga. Rani pun bilang ke aku “fan, sebaiknya akhiri deh ini. Dia benar-benar mengancam kita deh. Aku gak mau kita kehilangan nyawa kita karena nekat”. Kami pun mengakhiri ini. Saat kami mengakhiri perjalanan, hantu itu sudah tidak mengganggu kami lagi. Maaf ya kalau ada kesalahan dalam penulisan. Maklum, masih pertama.

KCH

zefanya

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

zefanya has write 2,670 posts