Jangan Makan Roti itu

“Eh Dorris kamu sudah dengar belum cerita tentang roti pak kepala sekolah” kata Mely, “belum” jawab Dorris. “Nih ya aku ceritain pak kepala sekolah itu suka sekali makan roti, tapi, eh sudah besok lagi ya aku sudah dijemput” Mely pun segera berlari ke arah mobilnya. Tak lama setelah Mely pulang perut Dorris terasa lapar ia pun berniat kekantin namun ia teringat satu masalah uangnya telah habis.

Ia pun teringat cerita Mely tanpa basa-basi ia segera ke ruang pak kepala sekolah dan berjalan pelan-pelan akhirnya ia pun membuka pintu itu. Ia melihat roti diatas meja bertaplak putih bermotif bunga ia pun mengambil roti itu dan melahapnya tanpa ia sadari roti itu telah habis rasa lapar pun menghilang. Saat ia ingin keluar pak kepala sekolah berdiri tepat di depannya dan bertanya dengan senyum “apa kau mau lagi roti itu?” tanyanya.

“Maaf, pak saya sangat lapar jadi mengambil roti bapak” jawab Dorris dengan suara kecil, “saya tak bertanya seperti itu tapi apa kamu mau lagi” tanya pak kepala sekolah lagi. “Iya saya mau” jawab Dorris “baiklah saya akan bawakan untukmu besok sore” kata pak kepala sekolah.

Dorris pun langsung berlari dari ruangan itu ia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 16.30 dan sekaligus melihat Ayahnya ia pun segera pulang. Esoknya Dorris kembali bersekolah dan mendengar gosip bahwa pak kepala sekolah meninggal kemarin pukul 15.30 keringat pun bercucuran di detik itu pula ia mendengar suara “Dorris, saya akan bawakan roti untukmu” suara itu adalah suara pak kepala sekolah.

loading...

Share This: