Jangan Mencuri Singkong Punya Orang Malam Hari

Hai guys, saya di sini mau posting cerita yang kemarin itu yang semena-mena nyuri singkong di kebun orang malam hari lagi pas lagi bosan gak tau ingin ngapain, eh gak taunya terbesit dalam hati untuk bakaran singkong punya orang malah di teror ama si hantu nenek. Singkatnya ya. Nah guys waktu itu hari sabtu malam aku lagi makan terus handphonenya bunyi, katanya di suruh ke tempat tongkrongan biasa mau cewek mau cowok sama saja.

Setelah sampai aku ikutan ngopi karena pada buat kopi semua, habis itu ngobrol biasa sampai agak malam. Setelah bosan gak ada lagi yang di omongin, tiba-tiba perutku sangat lapar karena tadi hanya makan mie instan saja.
“Mat, aku mau pulanglah ingin makan” kataku sambil beranjak berdiri karena ingin makan lagi.
“Nanti loh ini sudah jam berapa ingin makan, yang benar saja” bentaknya.

“Kalau begitu, kita bakaran saja yuk” kataku serius.
“Yuk, mau bakaran apa singkong” kata dia sambil mainin hp.
“Ya kalau ada singkongnya, eh punya kasmin saja yuk nyuri hanya seberapa saja” kataku tak sabar.
“Ya sudah cepat panggil temanmu yang di sana” katanya.

Karena kami berlima akhirnya sepakat buat nyuri singkong di kebun orang, sementara jam sudah hampir setengah 11 malam semuanya sudah sepi dan sunyi tetapi ada baiknya juga sih yaitu gak ketahuan. Setelah berjalan melewati pohon-pohon yang kelihatan gelap dan ngeri, tak berapa lama temanku aji tersandung kayu, katanya dia ngerasa seperti tulang kaki yang di kenainya tapi di jalan tak ada kayu atau tulang karena jalannya setapak dan lurus, ih aku jadi ngeri jangan-jangan itu tengkorak kaki manusia.

loading...

Aku ngelihat ada orang berdiri di samping pohon akasia yang besar, dia tampangnya seperti mummy terus pakai baju seperti orang gila karena sudah rusak atau seperti baju orang-orangan sawah. Aku langsung terkejut dan teman-temanku sontak kaget ngelihat tingkah aku, mereka jadi ikutan takut, tapi aku bilang gak ada apa-apa karena khawatir pada lari satu-satu kebetulan kaki kiriku agak tak nyaman. Terus lanjutin ke kebun yang di tuju sambil di terangi senter yang lumayan terang.

Setelah masuk pagar pembatas alias loncat sampailah di sana sambil terburu-buru nyari yang mana, *bak buk bak buk, suara singkong yang di cabutin aku jadi tak enak sama orang tadi khawatir di area sini ngelihatin lagi. Tak di sadari ada suara angin *housh, housh. Bikin merinding, kami agak berpencar karena nyari yang agak besar pohonnya. Aku pun lari mendekati temanku tetapi tak ada siapapun di situ seperti sudah balik aku menjadi takut, sudah malam di kebun lagi.

“Cah! Kamu dimana” kataku sambil hampir tak bisa berdiri. Semuanya sunyi hanya ada suara burung hantu dan hewan malam. *Tak tuk tak tuk, mirip suara kaki kuda jalan, ku tengok ke belakang tapi seperti bayangan itu mirip yang di zodiak yang setengah manusia setengah kuda hilang sekelabat, aku lari sejadi-jadinya entah di depan ada apa saja main terobos. Jalannya mana lagi karena menyusuri banyak ladang dan menyusup-nyusup jadi pudar jalannya.

Detik itu juga ada suara ayam yang sedang mengerami *khrem, gremh, entah sumbernya di mana, dari kejauhan sayup-sayup ada nyala senter. Aduh aku lega benar, ku kira itu temanku datang menemui aku, eh gak taunya itu nenek-nenek sendirian lagi mau ke mana di ladang tengah malam. “*Ten *pundi mbah, kok *dewean *mbengi-mbengi” kataku, “oh *sampean, *ngopo *neng *kene *kowe” katanya sambil kaget.

“*Anu *niku mbah *dolan, yuk *bali bareng tak *konconi *karo aku” tanyaku penuh harap agar aku ditemani.
“Oh gak *iso, mbah *arep *goleti *pitik mau *ra *bali, *kowe *gowo *batrek *ora leh, ki mbah *gowo *loro *kowe *siji” katanya sambil senyum.
“Yo *wis, tapi tak *rewangi *goleti yo mbah, aku melas” kataku.
“*Ra usah, *ndang *kuwe *bali *wae *wes *mbengi *engko di *goleti mamamu, melas kesel”.

Aku pun menuruti pulang karena di sana sambil ngomong sama temanku untuk mencarinya, eh gak taunya sudah sepi pada pulang dan pada tidur, aku pun pulang dengan hati yang kasihan masa iya nenek-nenek nyari ayam di kebun tengah malam, barangkali itu setan, ih takut dan ngeri aku pun tanya pada orang tuaku katanya makanya jangan aneh-aneh kalau main gak benar tuh kamu di kasih hati sama si setan agar pulang ke rumah. Makasih ya sampai selamat kalau tidak entah apa jadinya.

KCH

Yoga febriansah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Yoga febriansah has write 2,694 posts