Jangan Pulang Tengah Malam

Hi guys, nama aku sofhi usia ku sekarang sudah 18 tahun. Aku tinggal di kota bandung jawa barat, aku akan cerita pengalamanku ketika aku SMA kelas 2 dimana aku masih usia 17 tahunan, kisah ini terjadi disaat aku pulang tengah malam. Ini pengalaman pribadiku yang tak akan pernah bisa aku lupakan. Dulu hampir di ceritkan banyak oleh keluarga bahwa memang aku memiliki kelebihan khusus, bisa melihat makhluk halus atau ghaib.

Makanya aku sering mendapati usilan-usilan dari makhluk halus. Singkat cerita, waktu itu Aku pergi bersama 4 temanku (intan, rizki, rendi dan mala) mereka sepasang kekasih. Aku pun berboncengan dengan pacarku yang bernama dheon. Kami berencana pergi ke pesta ulang tahun nya sindi yang ke 17. Kami berangkat pukul 17:35 sore, dan sampai pada pukul 18:40 WIB. Acara dimulai tepat pukul 19:00 sebenarnya acara nya hampir selesai pukul 22:00 malam kata sindi.

Tapi kita ber enam bergegas pergi pada pukul 20:00 untuk main-main dulu dirumah teman pacarku. Aku yang duduk di balkon bersama pacarku (dheon) sedangkan yang lain lagi main PS di ruang tengah. Tiba-tiba suasana terasa lain, angin yang tenang berubah menakutkan seperti hal nya akan terjadi badai. Karena aku kedinginan akhirnya dheon mmbuka jaketnya dan memberikan padaku, setelah itu seperti ada orang lewat bolak balik di dekat pohon yang ada tiang nya.

Awal nya kita cuek, karena merasa penasaran akhirnya dheon meninggalkanku seorang diri untuk melihat siapa yang dari tadi bolak balik gak jelas, gelisah dalam hati. Aku menunggu pacarku datang kembali, seperti ada seseorang yang sedang mmperhatikanku dari samping kiri dekat taman dan kolam ikan. Aku gak berani menoleh karena tempat nya agak gelap akibat lampu nya yang sudah 2 hari mati, bulu kuduk aku juga semakin merinding di tambah hawa angin yang dingin menusuk tulangku.

loading...

Aku semakin berdebar debar karena ada orang yang mengintaiku, tak lama kemudian dheon datang, lalu aku bilang “kamu dari mana ih, lama banget” (dengan wajah yang bete) ia pun menjawab “tadi aku abis cek disana, sampai pojok tapi gak ada apa apa, terus aku kebelet buang air kecil” dan dari situ kita pindah ke ruang tengah menemui teman-teman yang lain sambil menceritakan kejadian yang aku alami tadi, namun dengan singkatnya pacarku bilang “ya ampun honey, kamu terlalu parno banyak nonton film horor sih”.

Singkat cerita waktu menunjukkan pukul 21:45 aku, dheon dan yang lain nya bergegas pergi pamit untuk pulang namun di perjalanan tepat di pertigaan kita yang ber enam dengan 3 motor moge berpisah dan sialnya aku dan dheon saja yang belok kanan menuju rumahku, jalanan begitu sepi, banyak rumah kosong yang kami lewati setiap kami lewati rumah-rumah kosong atau tempat sepi. Hawa terasa berbeda dan bulu kuduk ku selalu merinding berdiri bahkan dheon juga merasakan nya.

Namun kami tetap tenang, di jalan kami melewati salah satu rumah kosong dekat kebun yang dulu nya bekas perawat yang dikabarkan hilang dan tidak tau sudah meninggal atau belum, rumah nya begitu besar dengan 2 lantai, dan motor pacarku tiba-tiba mati tepat dekat rumah itu dengan rasa gelisah, takut, dan kesal terpaksa aku harus menunggu dheon benerin motor nya, padahal setelah di cek gak kenapa-kenapa.

Pikiran aku mulai kemana aja, takut ada begal juga takut ada makhluk halus. Dan ternyata perkiraanku benar saja, kami mendengar suara gaduh dari rumah tersebut, setelah di lihat-lihat memang keadaan nya sepi, tak lama juga terdengar orang sedang merintih menangis tersedu sedu pikiranku sudah pasti itu makhluk halus dan motor nya masih belum menyala, sudah jalan nya gelap lagi, tiba-tiba seperti ada orang yang mencolek pinggangku.

Aku kira tadinya itu dheon tapi setelah ditanyakan bukan. Aku semakin takut tak karuan, di sebrang jalan terlihat seorang cewe yang mengenakan baju putih panjang dan memakai rok hitam. Berjalan dengan sangat lambat menuju arah kebun padahal di kebun gelap banget. Muka nya tidak terlihat jelas karena tertutupi rambutnya, akhirnya motornya dheon sudah nyala dan kita langsung meneruskan perjalanan pulang.

Belum lama dapat gangguan pas pertigaan dekat pangkalan ojek. Aku mndengar suara cewek tertawa cekikikan dengan sangat jelas namun aku berusaha tenang supaya tidak terjadi apa-apa karna hanya aku yang mendengar suara itu. Akhirnya sampai dirumah, pukul 23:15 malam, aku buka pintu dan ucapkan salam. Dheon akhirnya menginap dirumahku karna sudah terlalu malam takut ada apa-apa. Dirumah ada ayah, ibu, dan adik. Dheon tidur dikamar sebelah kamar tamu, singkat cerita waktu menunjukan pukul 23:58 malam.

Aku belum bisa tidur, aku keluar kamar untuk ke dapur ambil minum, tiba-tiba aku shock liat dheon ada di dekat dapur menuju kamar mandi belakang setelah dari dapur aku ke kamar lagi, jelas saja aku melewati kamar yang di pakai dheon, tiba-tiba dia sudah dikamar padahal aku yakin bahwa dia ada di kamar mandi sebelah, lalu aku masuk karena pintu nya terbuka dan aku tanya “sayang, kamu cepat banget balik ke kamarnya. Aku kira kamu masih di toilet belakang?”.

Dia heran kebingungan “maksudnyaa? memang siapa yang ke toilet belakang dari tadi aku gak keluar kamar, lagian aku cape banget mending aku istirahat” di situ aku mulai kaget sambil bercucuran keringat dingin dan gemetaran, dalam hatiku “berarti yang tadi aku lihat siapa?” dan di situ aku mulai tidak sadarkan diri. Ketika aku terbangun dan hari sudah pagi, aku langsung menceritakan semuanya pada dheon, ayah dan juga ibu. Lantas kami berencana untuk pindah rumah.

Share This: