Jangan Sepelekan Waktu Maghrib

Hi aku Al dari Jogja. Singkat cerita, tahun 2012 teman-temanku pada datang dari luar kota. Kangen lama gak jumpa, akhirnya mutusin buat main bareng ke waduk Sermo Kulon Progo. Sebenarnya enak lewat jalan Wates karena jalan raya. Tapi kita lewat jalan godean ke barat terus. Dan sebenarnya kita sudah terlalu sore, karena kita berangkat sudah jam 3 dan gak bakal dapat apa-apa pikirku.

loading...

Tapi namanya legain teman. Awal kejadian aneh mulai terasa waktu motor yang aku kendarai kayak gak kuat nanjak. Padahal bukan motor matic, cewekku sudah ingatkan pasti ada yang aneh. Tapi aku paksain saja itu motor buat nanjak karena gak mau kecewakan teman. Setelah nanjak sedikit lega di suguhin pemandangan pegunungan yang indah.

Tapi rasanya malah cemas dan cewekku juga cerita gitu ke aku. Dia gak mau lepaskan tangannya dan terus meluk, seakan takut. Dan aku pun mulai sadar ada yang gak beres. Teman-temanku bercanda-canda omongannya ngawur gak karuan. Aku cuma bisa ingetkan sama nyuruh mereka jaga sikap. Kita kelamaan foto-foto sampai akhirnya sudah mau maghrib.

Aku ngajak mereka turun balik, tapi mereka bilang duluan saja. Aku sudah panik sendiri waktu itu. Cewekku sudah gak betah disitu. Akhirnya aku mutusin turun duluan tapi gak balik lewat jalan yang tadi lewatin. Karena ekstrim menurutku sama cewekku. Nah cerita seramnya bermula disini, aku kebelet pengen buang air kecil, nyari mushola tapi gak ketemu pas magrib sudah gak ada kehidupan disitu, suara motor gak ada, bahkan 1 orang pun gak ada yang keluar.

Suara serangga saja yang menemani. Cewekku bilang takut pengen cepat pulang suruh ngebut. Akhirnya aku coba kebut, tapi karena suasana sudah gelap dan minim penerangan, motor jalan lurus terabas lubang-lubang di jalan. Anehnya aku sudah gas full tapi spedo cuma nunjukin 20km/jam. Cewekku bilang jangan bercanda, aku takut buruan pulang.

Di logika saja gak mungkin aku pakai FU gitu terus kira-kira setengah jam dan kita di gunung tapi rasanya hangat. Wah ini ngajak bercanda nih penunggunya, aku lihat dari spion kucing hitam gede kayak macan kumbang kira-kira 7 ekor kejar kita, di tambah bau bangkai sesekali nyium wangi. Aku lihat bukan cuma kucing gede lagi, tapi sosok hitam gede, kunti di atas pohon, aku panik kayak aku sudah masuk alam mereka.

Aku coba buat kebut dan berdoa tapi tetap saja gak bisa lari ini motor. Cewekku nangis dan aku dengar dia berdoa juga. Sampai akhirnya rem motorku blong. Padahal ini jalan tanjakan sama turunan semua, mana kiri kanan jurang. Sudah akhirnya aku mutusin buat berhenti. Aku nelepon temanku tapi gak ada sinyal bukan cuma ponselku, ponsel cewekku juga gak ada sinyal. Aku sempat bingung, aku sampai pengen menginap disitu, karena kalau aku lanjutkan, aku takut jatuh ke jurang.

Cewekku nangis terus lalu dia ngomong dapat. Karena aku tunggu sudah lama dan gak ada orang lewat lagi. Dan cewekku juga sudah gak betah disitu karena kita lihat bukan cuma sosok gede item lagi, tapi apapun ada disitu, dari pocong, kunti, anak kecil, binatang, suara bahkan bau busuk akhirnya kita putuskan buat lanjutkan. Resiko jatuh ke jurang kayak gak kita pikirkan karena sama sekali tanpa rem.

Akhirnya yang aku takutkan kejadian, lampu motor ikutan mati. Praktis tanpa penerangan tanpa rem kita downhill. Berkali-kali aku hampir jatuh ke jurang, sampai di tikungan tanpa ada klakson tiba-tiba ada cahaya lampu truk lewat depanku hampir nyamber motorku. Aku langsung oper gigi tanpa kopling, akhirnya nabrak batu seukuran badan orang dewasa, aku kaget, tapi untung gak ke tabrak dan karena batu itu aku berhenti.

Pas aku pengen maki itu truk, truk itu sudah hilang, gak dengar suaranya, lampunya pun gak kelihatan, cewekku menangis sejadi-jadinya. Pas aku lihat itu batu, beruntungnya aku karena batu itu aku gak jadi di tabrak truk, dan karena batu itu juga yang nahan aku gak jatuh ke jurang. Aku coba nyalakan motor sampai 20x lebih ada, tapi gak mau nyala tapi aku yakin ada Allah yang jaga.

Akhirnya bisa nyala itu motor, dan ajaibnya lampunya hidup lagi, dan rem depan belakang gak blong lagi. Akhirnya aku bisa lanjutkan sampai akhirnya di hutan karet, aku lihat ada motor, aku kejar tuh motor tapi itu motor makin kencang dan akhirnya hilang. Di persimpangan aku bingung ambil kiri atau kanan, ada orang tanpa alas kaki, rambutnya acak-acakan pakaian lusuh berdiri tertunduk, itu jelas orang pikirku.

Aku beranikan diri tanya, aku ucapkan salam dia gak jawab, aku tanya arah ke kota dia cuma nunjukin arah, gak ada suara, merindingnya pas aku lihat dia mau makan pisang tanpa di kupas, dan kukunya panjang-panjang item keriput sama kulitnya pucat. Aku baru sadar itu bukan orang. Cewekku juga bilang gitu akhirnya kita ikutin arah yang di tunjukin makhluk tadi, kita lewatin perkampungan yang belum ada listriknya, semua masih pakai lampu minyak, orang-orangnya berpakaian tempo dulu, dan semuanya nunduk, gak kelihatan wajahnya sampai ada anak kecil narik mobil-mobilan kayu lari di depanku.

“Mas melu aku, dalane liwat kene” (mas ikut aku, jalannya lewat sini) dan aku lihat perkampungan penduduk yang lebih modern. Pas aku lihat ke belakang, perkampungan tadi hilang berubah jadi semacam hutan. Akhirnya aku terbebas, dan karna bensin sudah *mepet, aku beli di warung pinggir jalan, penjualnya tanya dari mana mas? Dari atas pak, jawabku. Penjualnya langsung nasehatin kita, lain kali jangan sepelekan waktu maghrib, seharusnya sebelum maghrib harus sudah turun, karena kalau ada salah-salahnya bisa celaka.

Dan akhirnya kita bisa pulang ke Jogja ke rumahku daerah Seyegan jam 10 an. Dan temanku belum sampai rumah. Gak lama kemudian mereka sampai dan dengan muka ketakutan, dengan pakaian kotor karena takut waktu itu kita baru saling cerita ke esokan harinya. Sebenernya masih panjang lagi kalau mau tahu bisa email aku, dan ini kisah nyata, bukan di buat-buat.

Ambil positifnya saja, pesanku jangan sembrono, jangan sombong. Dan jangan lupa kita gak bisa berkuasa. Karena baru di uji dengan hal seperti itu kita sudah takut. Jangan lupa tetap memohon ampun dan perlindunganya. Sekian.
Email: [email protected]

KCH

al

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

al has write 2.657 posts