Jembatan Penyeberangan Berhantu

Aku tidak tau harus memulai cerita ini dari mana. Sebenarnya aku sedikit malas menceritakannya. Tapi aku tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama. Jadi aku mencoba membagi cerita menyeramkan ini dengan kalian. Dan aku berharap semoga kalian lebih berhati-hati memilih jalan ataupun jembatan penyeberangan jika akan pulang ke rumah.

Namaku Dea, aku bekerja di sebuah pakaian di Counter Mall terkenal di jalan Merdeka, Bandung. Setiap hari aku masuk jam 9 pagi dan pulang jam 10 malam. Sebenarnya sejak aku bekerja di Mall itu, aku tidak pernah bertemu dengan hal aneh apa-apa. Tapi malam itu aku tidak pernah menduga akan mengalaminya. Hari itu aku mulai pagi hari dengan bangun malas, padahal jam sudah menunjukan 8.35 pagi itu artinya waktu untuk mandi, dandan dan berangkat kerja dengan waktu 25 menit.

Tapi entah kenapa, aku sangat malas sekali untuk pergi kerja. Aku sempat berpikir untuk tidak masuk tapi hari ini hari sabtu biasanya counter sedang ramai. Aku jadi merasa tidak enak dengan teman temanku yang lainnya, akhirnya aku harus pergi bekerja. Singkat cerita aku sudah menjalankan setengah hariku ditempat bekerja. Awalnya tidak terjadi apa-apa hanya aku merasa kalo hari itu berjalan sangat lamban. Dan aku sama sekali tidak bersemangat, padahal Weekend adalah hari yang penuh semangat karena counter selalu ramai.

Tapi anehnya hari itu counter sangat sepi pengunjung. Tidak seperti biasanya, bahkan aku pun sempat tertidur karena counter benar-benar sepi. Dan jam pulang pun sudah didepan mata. Setelah berpamitan, akhirnya aku menyusuri lantai demi lantai hingga aku berada di lobby Mall. Tampak jalan raya Merdeka sudah mulai sepi ditambah saat itu hujan gerimis membuat aku berhati-hati berjalan.

Dan hanya beberapa langkah saja, aku sudah berada di jembatan penyebrangan yang tinggi besar. berwarna putih dengan sebuah televisi besar di atasnya dan hampir menutupi sebagian jembatan itu. Aku melangkah ke arah anak tangga panjang ke Jembatan itu. Waktu itu aku agak sedikit ragu untuk melintas menggunakan Jembatan itu. Aku mengalihkan pandanganku ke jalan raya, aspalnya cukup basah karena hujan gerimis.

Dan karena jalanan cukup sepi Jadi para pemakai kendaraan mengendarai kendaraan mereka dengan kencang. Aku mengurungkan niatku untuk menyebrang langsung, aku menapaki beton bertingkat anak tangga yang menuju ke jembatan besi dan ketika aku hampir sampai ke ujung bawah jembatan penyeberangan itu. Tiba-tiba dering handphoneku berbunyi.

“Sayang, aku sudah tunggu dibelakang toko buku gramedia. Lagi pesan nasi goreng, kamu mau nggak?”. Aku mengiyakan dan segera menutup panggilan tersebut. Tanganku lalu memasukan handphone ke dalam tas, waktu itu aku tidak memperhatikan jalan didepanku dan aku menabrak seseorang. Reflek aku mengalihkan pandanganku. Mulutku mendadak kaku, badanku mematung dan waktu seperti berhenti. Aku tidak tau apa orang-orang yang berada dibawah jembatan penyeberangan itu melihat apa yang aku lihat sekarang.

Di jembatan penyeberangan itu kini bukan cuma aku saja, entah dari mana datangnya. Berdiri sebuah sosok yang sebenarnya sudah tidak asing dan kini makhluk itu berada didepanku lalu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Makhluk tinggi dengan kain putih membalut tubuhnya dengan kedua sisi terikat, mukanya lebam dan dia mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas. Makhluk itu hanya berjarak beberapa centi meter didepanku.

Aku perlahan mundur, aku tidak kuat untuk berlari tanganku lemas. Makhluk itu bergerak meloncat menghilang mengikuti langkah kakiku. Dan sekuat tenaga aku berbalik dan mengencangkan langkahku. Tanpa berkata-kata dan hanya bisa menangis, aku mulai menuruni tangga. Malam itu aku langsung pulang ke rumah, sepanjang jalan aku hanya terdiam dan bahkan aku tidak menceritakannya pada pacarku. Namun ternyata pertemuan itu berlanjut.

Setelah beberapa hari lewat, aku menemui hal yang aneh. Entah kenapa kamarku menjadi sangat mengerikan, terkadang aku mendengar suara aneh seperti ketukan di pintu lemari. Hingga suatu malam ketika aku sedang tertidur. Aku terbangun, kali ini ketukan suara di lemari yang setiap malam aku dengar berbunyi lebih lama. Aku tau itu bukan manusia, tapi rasa penasaranku memuncak. Dan akhirnya aku bangun dari tempat tidur, Aku berjalan ke arah lemari dan perlahan aku membuka lemari itu.

Lalu, tidak ada siapa-siapa dan tidak ada makhluk yang seperti aku bayangkan. Aku menutup pintu lemari itu dan berbalik arah menuju ke arah kasur. Tapi aku masih penasaran, seperti ada yang memperhatikanku dari arah belakang. Perlahan aku melihat ke belakang, astaga makhluk yang aku temui di jembatan penyeberangan itu sekarang berdiri tepat di atas lemariku. Dia berdiri sambil menatapku, sayup-sayup aku mendengar suaranya kali ini terdengar sedikit jelas.

loading...

“Antarkan saya ke jembatan penyeberangan”.

Share This: