Jenazah Membesar Part 2

Sebelumnya jenazah membesar. Kain penutup jenazah parmin bergerak dan badannya membesar, begitu kabar yang tersiar dari orang yang sempat melihat kejadian aneh ini. Memang betul seluruh anggota tubuhnya berubah drastis. Tangan, kaki, kepala, badan dan bibirnya membengkak “Badannya seperti dipompa dan gedenya seperti bale (keranjang). Bunyinya kretek.. kretek.. saya ngeliat sendiri sampai alat vitalnya segede kepala” ujar tikah yang merasa heran bercampur takut saat melihat kondisi suami tercintanya yang berubah drastis seketika itu.

Dari mulutnya keluar air berbusa yang tidak habis-habis dan seluruh kulitnya menggelembung berisi kantong air dan pecah mengeluarkan darah. Kemudian kulitnya mengelupas serta badannya jadi pendek seperti binatang. Berat badan-nya berkurang menjadi satu kwintal lalu kedua tangan dan kakinya seperti ayam yang hendak dipanggang.

“Kulitnya mbelebek (melepuh) seperti orang direbus, yang kelihatan cuma dagingnya saja” tutur istrinya almarhum. Tubuh parmin perlahan-lahan terus melar. “Badan-nya kayak gajah, gede banget bunyinya kayak orang ngorok (mendengkur)” ucap wardi, saudara jauh sekaligus saksi mata yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Kemudian dari seluruh tubuh parmin mengeluarkan bau busuk, yang menyengat hidung dan hanya keluarganya saja yang berani mendekati jenazah parmin. Istrinya langsung menutup tubuh parmin dengan beberapa helai kain. Pemandangan aneh tersebut bukan sesaat, namun sekitar satu jam dan sangat mengerikan, naudzubillah min dzalik.

Orang yang hendak melayat semuanya ketakutan dan mereka akhirnya tidak jadi untuk melayat almarhum tersebut. Namun ada beberapa orang yang penasaran ingin menyaksikan orang yang mati berubah seketika. Sebab di kampung ini baru pertama kali terjadi kejadian aneh dan sangat tidak wajar seperti ini. Salah seorang kerabatnya berinisiatif memanggil gurunya almarhum dan tak lama kemudian sekitar jam 3:30 dini hari gurunya datang untuk melihat almarhum. “Saya sempurnakan dulu mayatnya agar bumi mau menerima mayatnya” demikian kata mardi yang ikut membelikan kain kafan, menirukan ucapan guru almarhum yang berasal dari daerah wetan.

Untuk menghindari penciuman wartawan, selepas shalat subuh keluarga dan kerabat langsung memandikan jenazah. Namun keadaan tubuh parmin tidak berubah bentuk saat dimandikan dan seluruh tubuhnya melepuh kembali. Tanpa berbuat banyak proses pemandian jenazah selesai karena mengingat ukuran badan-nya bertambah.

Kain kafan pun mau tidak mau harus mengikuti keadaan mayat. Kedua tangan jenazah tidak mau disedakepin (disilangkan didepan dada) dan kakinya juga tidak mau diluruskan. Akhirnya tangan dan kakinya di ikat dengan kain kafan, liang lahat yang sudah disiapkan sejak dari sore hari terpaksa harus diperlebar agar jenazah bisa masuk ke dalam.

Dengan berbagai macam cara, jenazah parmin akhirnya bisa di balut kain kafan. Setelah di shalati lalu tubuhnya diangkat ke tempat peristirahatan terakhir sambil di iringi isak tangis keluarga dan kerabat dekatnya. Ternyata pelebaran tanah kuburan tidak cukup juga untuk menampung jenazah. Liang kubur pun diperluar kembali dan proses penguburan berjalan lancar.

loading...

Seminggu setelah meninggalnya parmin, tidak ada warga masyarakat yang berani keluar malam. Kebanyakan dari mereka takut arwahnya gentayangan, suasana kampung jadi sepi dikala malam hari. Kisah parmin adalah salah satu gambaran nyata bagi manusia yang masih hidup di muka bumi ini. Ada sebuah kisah dibalik meninggalnya parmin, warga sekitar, keluarga dan kerabatnya percaya bahwa ada yang melatarbelakangi kejadian ganjil ini. Baca selanjutnya cerita ini di kisah nyata jenazah membesar part 3.

Arie R

Arie R

Suka berbagi cerita dan senang membaca website seperti KCH!

All post by:

Arie R has write 81 posts

Please vote Jenazah Membesar Part 2
Jenazah Membesar Part 2
Rate this post