Jenis dan Sifat Hantu Indonesia

Aku mau share kepada reader, ini khusus untuk reader yang belum pernah melihat hantu khas Indonesia itu, bagaimana. Sekali lagi ya, “ini khusus untuk reader setia KCH yang belum pernah lihat hantu”. Bagi reader yang sudah pernah lihat hantu dan mau baca ceritaku ini, ya? Ya sudah. Di bacalah!

Di Indonesia, selain terkenal akan alamnya yang indah indah, budaya, suku, ras dan komodonya. Jangan salah loh, Indonesia juga terkenal akan setan-setannya. Macam-macam setan dinegara Indonesia dan sifat-sifatnya.

1. Kuntilanak

Pernah lihat kuntilanak? Bagaimanakah bentuknya? Ya pasti hampir seluruh warga Indonesia sudah tahu bentuk sis kunti itu bagaimana. Yang belum lihat langsung pun bahkan sudah tahu bentuknya bagaimana. Akibat terpengaruh, kebanyakan nonton film Korea. “Ya ampun. Apa hubungannya?”. Me “hubungannya sih gak ada. Kayak mana mau ada hubungan, orang aku selalu di friendzone nin. *Huhu, huhu.

(Gak nyambung. Abaikan). Lanjut, ok. Jadi bentuk dari ses kunti (bukan Sez gina ya) itu, ya yang bentuknya disukai para cowok-cowok mata keranjang. Tinggi, putih, langsing, rambut panjang. Dan paling spesial itu, ahli make up. Kayak mana gak ahli make up, lihat dong bedaknya. Tebal. Kurang tebal. “Itu muka, apa kue moci?” *haha. Eyeshadownya guys, *huh! Mimisan aku ngelihatnya.

Tapi ya guys, kuntilanak ini itu lebih dominan suka mengganggu lelaki. Apa lagi yang pak-aya darat. Terus mitosnya, bagi wanita yang hamil sekitar 7 bulanan atau berapa gitu, harus tetap sedia paku, gunting, silet, bor, cangkul, semen, pasir, batako, tripl, “eh, stop! Eh! loe kira kita mau buka toko material. Apa!” (*Eits, sorry I am).

2. Pocong

Halah! Si setan lontong bin guling (soalnya hampir sama bentuknya guys). *Hm, kalian tahu gak, ini opini atau real, aku kurang tahu pasti juga. Kalau kita melihat pocong itu, kita gak boleh loh lari kalau kelihatan sama dia. Karena apa? Bisa-bisa kita dikejar sama itu pocong. “Jadi, bagaimana *dong. Masa ada pocong, gak lari? Jadi minta selfie, gitu” Ha! Gak gitu juga kali. Mending kamu selfie sama aku. Gak loh, maksudnya, gak boleh lari. Gitulah pokoknya. Ya pandai-pandailah, bung! Sudah dewasa kan?

Terus wajah pocong ini berbagai warna. Warna ini pun dihasilkan tergantung, kenapa pocong matinya bisa jadi pocong. “????” bingung? Sama *dong. Maksudnya, gini.

A. Pocong wajah gosong alias hitam

Itu pocong kurasa, sebelum jadi pocong atau sebelum mati, pocong itu sering banget tanning (menggelapkan kulit melalui mesin khusus yang lagi jadi trending di Eropa sana) atau mungkin, pocong itu pocong yang keturunan negro, bapak sama mamaknya negro bin papua, gitu. Sudah negro bin papua bin titan, setiap hari makan kecap sama arang.

loading...

Ya alhasil, matinya menghasilkan wajah yang gelap dan gosong. Atau juga, bisa jadi. Pocong ini bukan sering tanning atau keturunan negro. Melainkan, sebelum jadi pocong, dia itu mengalami kebakaran dirumahnya. Ya, ya, ya. Mungkin ya. Inikan opiniku. Jangan marah *dong.

B. Pocong wajah hancur alias bonyok alias nano-nano.

Kalau pocong yang satu ini, aku rasa sebelum jadi pocong, dia itu maling. Iya. Jadikan gini, nih pocong sewaktu masih hidup, dia lagi maling. Iya. Maling. Maling hatinya anak pak haji. Jadi si pak hajinya ini gak terima *dong ya. Panggil warga, “bla, bla, bla”. Lah, habis itu langsung disikat habis. Sampai licin. Makanya saat matinya jadi pocong, mukanya babak-babak. “babak belur ya guys. Yang nulis ini sudah, *hm, gila” ya elah. Yang baca? Apa gak? *haha, haha.

C. Pocong wajah biasa alias flat

Wah. Wajah ini yang paling menjijikan menurutku. Bayangin ya. Kalau pocong wajahnya kayak gini, saat lagi nakut-nakutin.

A: anak yang ditakuti
P: pocong

A: hah! Pocong! Teriak seorang anak.
P: ….! (Gak ada ekspresi).
A: hah! Pocong! Teriak si anak lagi.
P: ….. (gak ada ekspresi),
A: hah! pocong! Teriak si anak itu lagi.
P: ….. (si pocong tetap gak ada ekspresi).

A: eh, cong, cong. Kayak mana nih kalau kita tukaran saja. Loe jadi anak-anak, aku jadi pocongnya. Kayak mana?
P: kenapa nak? Aku kan pocong.
A: gak cocok loe jadi pocong. Muka loe itu kayak orang lagi gak ada gairah hidup. Datar saja, gitu.
P: loh nak. Aku kan memang sudah gak hidup lagi. Sudah mati. Loe gak lihat, sudah jadi pocong nih.
A: halah. Pocong, pocong. Belajar akting dulu lagi gih, sama Mumun sama Mandra.
P: ….. (datar juga).

Wah! pocong kurang gizi nih namanya. Datar saja loe, sampai ayam jantan bertelor. Bersambung. Follow dicerita jenis dan sifat hantu Indonesia part 2.

Fiolin Fradah

Sezgina F.S Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina F.S Fradah has write 89 posts