Jin Jahat

Sebagai seorang yatim piatu, aku cukup beruntung, karena aku diadopsi oleh orang tua yang kaya raya, meskipun mereka tidak selalu bisa memperhatikanku. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagiku. Karena selama ini, pembantu yang berada dirumahku terus bersamaku, dan selalu menjadi teman terbaikku dalam keluarga ini. Ketika aku masih kecil dulu, pembantuku sering menceritakan pengalaman dari masa kecilnya dahulu, cerita-cerita yang membuat imajinasi tetap hidup. Aku masih mengingat dengan baik, tentang makhluk ini. Kami memanggilnya dalaketnon, dalaketnon adalah ekantos atau jin jahat.

Mereka berwujud seperti seorang laki-laki yang tampan, atau wanita yang cantik. Mereka memakai pakaian bangsawan yang mewah dan tinggal disebuah istana megah, yang terpisah dari dunia manusia. Beberapa orang percaya untuk bisa mencapai istana dalaket yang megah, harus melalui atau memasuki pohon dalaket. Makhluk-makhluk ini menculik manusia dan membawanya kedunia mereka. Jin jahat itu menahan korbannya didalam istana dan memaksa mereka untuk memakan suatu makanan yang aneh untuk menjadikan mereka terpengaruh dibawah sihirnya dan kemudian menjadikan korbannya sebagai budak mereka. Entah kenapa aku lupa tentang makanan apa yang diberikan oleh makhluk ini, ya cerita itu sudah bertahun-tahun lalu memang.

loading...

Pembantuku ini juga seorang yatim piatu, dia tinggal bersama paman, bibi dan sepupunya diwilayah Bicol. Suatu pagi, sepupu pembantuku menghilang. Bibinya yang telah tua telah mencarinya pagi dan malam hari, tapi tetap, mereka tidak bisa menemukan sepupu pembantuku tersebut. Mereka terus mencari sampai akhirnya mereka mulai putus asa dan mengunjungi dukun lokal untuk mencari dimana sepupunya berada. Dukun itu mengeluarkan seekor ayam yang telah dia mantrai. Dukun itu berkata kalau ayam tersebut kepalanya menghadap keatas berarti sepupunya masih hidup, dan jika kepala ayam itu menghadap bawah, berarti sepupunya telah meninggal, dan masih tidak memungkinkan untuk bisa ditemukan.

Puji Tuhan, setelah dukun tersebut melakukan ritual anehnya, kepala ayam tersebut mendongak keatas, artinya sepupunya tadi masih hidup dan masih bisa ditemukan. Dukun tersebut memerintahkan paman pembantuku untuk mencari pohon akasia terbesar didalam hutan yang dekat dengan rumah pembantuku, dan menunggu hingga matahari tenggelam. Ya memang, misi ini sangat berbahaya bagi paman pembantuku, tetapi tidak ada yang bisa menghalangi cinta dari seorang ayah pada anaknya.

Meskipun harus berhadapan dengan sebuah entitas mengerikan, atau jin jahat sekalipun. Dia membawa bolo atau sebuah parang miliknya dan juga garam untuk bersiap-siap. Dan dukun tersebut mengatakan pada pembantuku bahwa dia (paman pembantuku) tidak boleh memakan apa-apa, saat hendak melakukan misi ini, atau dia juga tidak akan pernah bisa kembali.

Akhirnya matahari mulai tenggelam, paman pembantuku tadi telah bersiap-siap, dan kami semua berdoa untuk keselamatannya. Saat dia berjalan menuju pohon tersebut, tiba-tiba dia menghilang seperti gelembung yang pecah ditengah-tengah udara. Beberapa jam telah berlalu dan kami semua terus mendoakan keselamatan mereka berdua agar bisa kembali.

Waktu telah berlalu, sekarang tengah malam, pembantuku melihat paman dan sepupunya keluar dari pohon. Semua orang masih terkejut akan hal tersebut. Sepupu pembantuku masih tersadar, tetapi dia tidak berbicara sepatah katapun dan tidak menghiraukan kami semua, sepertinya jiwanya tidak berada dalam raganya saat ini. Pikirannya benar-benar kosong saat itu.

Akhirnya mereka membawa sepupu pembantuku ini kerumah dukun tadi, dan kemudian dukun tersebut menari-nari dan mengucapkan mantra yang kami tidak bisa memahami artinya. Akhirnya setelah beberapa saat, sepupu pembantuku tadi tersadar, dan kemudian dukun tersebut menyarankannya untuk beristirahat mengembalikan kekuatan dan kesehatannya.

Hari berikutnya kami semua menemui sepupu pembantuku tadi, dan pembantuku menanyai sepupunya tentang apa yang terjadi. Sepupunya mengatakan “seorang pangeran tampan datang menemuiku, dia membawaku kedalam istananya yang megah dan indah, istananya terbuat dari emas, dan semua orang yang didalamnya terlihat begitu menawan. Dia menawariku makanan-makanan sangat lezat, tetapi anehnya, nasinya berwarna hitam, awalnya aku menolak memakanya tetapi pangeran tersebut terus memaksaku untuk makan, dan kemudian aku tidak ingat, yang aku ingat aku telah berada ditempat ini”.

Mendengar ceritanya, aku jadi teringat akan sesuatu hal. Ya, tentang makanan yang digunakan oleh dalaketon atau jin jahat untuk membuat manusia menjadi budaknya, yaitu nasi hitam. Dan makanan itu juga yang biasa disajikan oleh ibu angkatku setiap hari.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 55 posts