Jin Jahil di PRJ (Pekan Raya Jakarta)

Nama saya dukhan saya mau berbagi cerita lagi nih tentang jin jahil. Kisah yang cukup menyeramkan yang pernah saya alami sewaktu ada event IIMS 2014 di PRJ. Begini ceritanya, jadi saya waktu itu memegang Event perusahaan alat alat berat di PRJ saat itu eventnya berjalan selama 11 hari.

Mulai hari kamis sampai hari minggu depan. Karena EO saya kekurangan orang maka EO saya membutuhkan crew untuk bantu-bantu akhirnya saya mengajak dua teman saya untuk bekerja dengan saya sebagai crew untuk membantu operasional EO (Event Organizer) lumayan lah dari pada nganggur gak jelas mending saya ajak kerja.

Teman saya bernama arif dan yang satu lagi bernama lobi, event ini mulai pukul 9 pagi sampai jam 9 malam tapi khusus untuk tim EO pulang sekitar jam 11 malam karena ada evaluasi perharinya, di hari pertama sampai hari ke delapan semua berjalan aman dan lancar tidak ada hal yang ganjal, dan saya punya rencana akan menginap pada malam ke sembilan dan sepuluh tepatnya malam sabtu dan malam minggu.

Saat itu lobi dan arif pun setuju untuk menginap, kita di sediakan ruang khusus untuk tim EO yang sudah di sediakan perusahaan. Event di hari jumat hari ke sembilan semua berjalan baik tim EO melakukan evaluasi lalu semua pada pulang, tinggal saya bertiga yang berencana bermalam.

Di sinilah awal ceritanya, kita bertiga posisi masih di depan booth sambil ngobrol-ngobrol tiba-tiba arif berbicara kepada saya.

A: bos aku pinjam motor sebentar dong aku mau jemput cewek aku kerja nih kasian sudah malam aku nanti balik lagi kesini deh
D: ya sudah pakai aja, nih STNK tapi jangan lama lama yah langsung balik
A: sip boss

Lalu arif pergi meninggalkan kami berdua di booth, tak lama berselang security mendatangi kami dari kejauhan lalu dia menyapa kami.

S: permisi mas
D: iya pak
S: mas pada mau bermalam yah disini
D: iya pak
S: nanti jam dua belas malam lampu di area ini akan di matikan yah mas
D: iya pak
S: mas lebih baik masuk aja ke dalam booth mas
D: iya pak ini mau masuk kok, tapi kita bisa pakai listrik didalam ruangan kita kan pak
S: iya bisa kok mas tapi posisi lampu tetap mati yah mas
D: oke pak terimakasih

Lalu security itu pergi meninggalkan kami,

D: lob yo masuk lah bentar lagi lampu di area ini mau di matiin, kita lanjut ngobrolnya di dalam aja
L: oke

Kita berdua pun masuk kedalam booth, tak lama kita ngobrol di dalam lampu area pun mati termasuk lampu diruangan kami tapi ac dan listrik di ruangan masih bisa digunakan, saya dan lobi masih ngobrol dalam kegelapan disinilah mulai terjadi hal yang ganjal. Tiba tiba dari sebelah ruangan kita ada suara benda jatuh dan itu sangat terdengar dikuping kita berdua “brugh” lalu lobi lantas berteriak.

L: iya, aku tau lu ada
D: saya pun langsung menegor lobi hus lob jangan, udah kita tidur aja

Lobi pun terdiam, kita pun berdua diam dan hendak tidur, lobi masih menggunakan sepatu saat itu dan dia tidak melepasnya dan saya inget sepatu yang dia gunakan adalah sepatu converse. Dia berbaring dengan posisi kaki lobi sejajar dengan kepala saya dan kaki saya sejajar dengan kepala lobi dan saat itu posisi saya di dekat pintu keluar.

15 menit berlalu saya masih belum bisa tidur tapi lobi kelihatannya sudah pulas karena tidak terdengar suaranya, tak lama berselang suara aneh pun terdengar dikuping saya, dan suara itu jelas dekat sekali di kuping saya. “Tuk tuk tuk..” Seperti orang sedang memukul mukul lantai yang terbuat dari lapisan kayu. Saya pun terdiam dan gak bisa berbuat apa apa. Suara itu pun kembali terdengar tapi lebih banyak dan semakin kencang.

“Tuk tuk tuk… Tuk tuk tuk..” Saya pun sudah tak tahan lagi mendengar suara ini, karena sudah sangat mengganggu seperti benar benar dekat suara aneh itu. Dengan sigap mulutku berucap.

loading...

D: lob

Lobi pun menyaut.

L: iya khan

Serentak saya kaget karena yang saya tau lobi sudah tertidur pulas. saya pun bertanya kepada lobi dengan nada rendah.

D: lob telepon arif deh kok dia belum balik yah
L: iya nih aku tlp
D: diluar aja lob ayo

Lalu saya berdua lobi pun keluar dari ruangan. Dengan posisi memegang hp yang ada dikuping, saya pun bertanya pada lobi.

D: lob lu denger suara aneh ga tadi
L: iya denger
D: suara apa si lob

Lobi dengan muka pucatnya menjawab.

D: suara apa emang
L: suara ujung sepatu aku kan di sentil-sentil
D: pantas aku dengar kencang bangat di samping kupingku

Tersentak saya pun terdiam, lobi dengan muka pucatnya menelepon arif, tak lama berselang arif pun akhirnya datang.

A: lah kok pada diluar, kenapa gak di dalam
D: gak lagi ngadem aja disini rif
A: lah kan ac hidup bos
L: bukan rif, tadi aku sama dukhan ngalamin kejadian aneh
A: kejadian apa
L: pas lagi tidur sepatu aku di sentil sentil

Arif pun langsung terdiam.

A: yaudah bos mending kita balik aja atau nginep di hotel deket sini aja lah

Akhirnya saya bertiga pun beranjak keluar dari gedung PRJ, didepan gerbang kami bertemu security yang tadi menyapa kami, lalu dia berkata.

S: lah kenapa mas kok mau pulang
D: gak apa apa pak
S: yakin gak apa apa
D: iya pak

Kami pun pergi keluar dan mencari hotel di sekitar kemayoran, sesampai di hotel akhirnya arif baru cerita kepada saya.

A: bos sebenernya aku sudah ngalamin kejadian aneh pada malam sebelumnya
D: maksudnya

A: iya bos aku kan memang bertugas menjaga ruangan, ketika kalian pada evaluasi aku sendirian di ruangan, aku chargerin HT anak anak semua ada delapan aku jejerin dalam keadaan mati, saat itu posisi aku lagi makan dan tiba-tiba aku kaget HT yang aku jejerin salah satu HT bunyi sinyalnya, padahal posisi HT mati semua, lalu aku cek lagi HT yang masuk sinyal, mungkin aku lupa matiin powernya.

Pas aku pegang HTnya tiba tiba keluar suara “ssstt.. ssstt.. Arif.. sssttt” saat itu juga aku panik bulu kuduk merinding semua saking gak percayanya aku hitung lagi jumlah HTnya. Karena aku mikir pasti ada yang ngerjain aku tapi pas aku hitung jumlahnya ternyata pas. Gak pakai banyak ngomong aku langsung ke luar dari ruangan itu. Makanya bos, pas lu cerita, aku langsung minta pulang, aku takut kalau kita paksain nginap disitu malah terjadi apa apa sama kita.

Begitulah cerita menyeramkan tentang jin jahil, sewaktu aku sedang mengikuti sebuah event yang ada di PRJ, terima kasih telah membaca ceritaku ini.

KCH

Dukhaan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Dukhaan has write 2,691 posts