Jones (Jomblo Ngenes)

Malam itu, mati lampu. Entah malam apa, seingatku malam mingguan. Aku termasuk jones alias jomblo ngenes. Kejadian ini sesudah aku putus sama Vino sekitar dua tahun (in my story “jadi yang tadi itu siapa?” itulah pacar pertamaku). Kejadian ini juga sebelum aku jadian sama Dika (in my story “otak berdenyut” and “wanita penonton konser coldplay“). Pokoknya aku jomblo lah. Ngenes pula. Ngenesnya itu begini.

Jadi saat sore harinya kak Al mau ngapel sama ceweknya terus mama, papa dan adik mau pergi kerumah paman, aku sebenarnya mau ikut, tapi karena tugas dari guru killer yang menumpuk, ampunlah aku. Terpaksa aku dirumah sendiri. Mereka semuapun pergi. Memang sebenarnya aku dirumah gak sendirian sih.

Ada Oi, Susil, Tzu tzu, Sol, Hana, dan lainnnya (yang belum tahu tzu tzu, Hana dan Sol siapa, baca ceritaku “kedua anjingku membenci Susil“). Tapi? Kemudian aku telepon temanku sekaligus tetanggaku, Ami. “Hallo mi, loe datang ya kerumahku”. Ami jawab “Gin, Gin. Gak bisa aku. busy, busy. Tomorrow saja ya” tut, tut, tut, telepon terputus. Wah sok sibuk nih anak. Singkatnya malam hari. Hujan badai (*lebay), mati lampu, sendirian (kalau manusia, aku sendirian), gak ada yang ngajak kencan. Kasihan.

loading...

“*Tep!” matilah aku, mati lampu pula. Mana tugas belum siap. Ponselku dimana lagi. Mana Ponselku. Aku kesal banget. Kemudian Oi memberikan ponselku kepadaku. “Oh ini dia. Makasih ya Oi”. Saat asik mengerjakan tugas lagi, ya ampun. Gak mau kompromi nih perut. Ngajak meeting dia. Pergilah aku ketoilet sendirian, malah mati lampu lagi. Aku ada sih toilet kecil didalam kamar, tapi hanya untuk buang air kecil saja dan ambil wudhu.

Kalau mau meeting ya harus turunlah kelantai bawah. Sewaktu ditangga, aku dikejutkan dengan tawanya Susil “*hohoho”. Kalau kalian mendengarnya langsung, pasti takut. Besar banget suaranya. Lihat sana, lihat sini. Gak ada dia. Suaranya menggetarkan seisi rumah. Aku melanjutkan ketoilet dengan bertemankan senter ponsel. Saat membuka pintu toilet “*dar!” kuntilanak berdiri ditoilet.

Walau aku sudah biasa sama kayak ginian, tapi ya kaget juga kalau dikagetkan. Tiba-tiba gitu nongol. Apa gak jantungan “halah setan. Pergi lah. Aku sudah kebelet banget” waduh, kuntilanaknya alias Susil malah tertawa “*hihi, hihi” kemudian menghilang. Langsunglah cepat-cepat aku masuk dan duduk (toilet kami toilet duduk/WC duduk). “Ha. Lega”. Selesai sudah meetingku dan saat hendak membuka pintu toilet, aku langsung pingsan.

Aku tersadar dan tiba-tiba aku sudah dikamar. “Kenapa loe. Kok malah tidur dikamar mandi?” pertanyaan kak Al (dia sudah pulang duluan sebelum mama, papa dan adik) membuatku teringat kejadian tadi. “Ah. Susil kurang ajar. Masa saat aku mau keluar kamar mandi, dia berubah menjadi hantu jeruk purut”. Bayangin bagaimana jika kalian yang merasakan. Selesai.

Fiolin Fradah

Sezgina F.S Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina F.S Fradah has write 94 posts