Jubah Hitam Part 3

Hai ini zahra lagi, ayo teman kita langsung lanjut aja ya ke cerita, setelah 3 hari ustad datang untuk mendoakan dan disela-sela yang lembab kecuali kamar mandi. Saat penunggu rumahku sudah diusir aku langsung segera menelfon sapina sahabatku.

A: sap jubah hitam sudah diusir.
S: alhamdulilah zah.
A: iya, jadi kalau gini aku kan gak perlu takut lagi.

Saat itu aku sedang berbaring di shofa diruang tengah rumahku.

S: zahra aku datang ya.
A: sapina cepat sekali kamu datang, tadi pas aku telfon kamu, kamu lagi dimana.
S: aku dalam perjalanan ke rumahmu.
A: asyik.

Saat selesai bercerita semua kejadianku, lalu sapina pamit untuk pulang ke rumahnya. Disaat sapina sudah pulang, hatiku malah tidak tenang, aku malah merasa khawatir kepada sahabatku itu sapina. Saat 2 hari datang, aku coba telfon sapina tetapi tidak ada yang mengangkatnya. 3 hari kemudian sapina telfon balik, tapi yang nelfon bukan sapina melainkan dari kedua orang tuanya yang sedang menangis tersedu sedu.

Setelah aku tanya mangapa ibu menangis, ternyata sapina telah dibawa pergi oleh sosok jubah hitam itu. Aku terdiam mendengar kata-kata itu dari orang tuanya sapina. Dan didalam hatiku, aku berkata ini seperti mimpi tapi ini adalah sebuah kenyataan, aku telah kehilangan sahabatku sapina, sekian cerita dari zahra yang belum invite (5f6c7c55).

loading...
loading...