Kain Kafan Hitam Part 2

Sebelumnya kain kafan hitam. Setelah keranda datang, para pelayat segera membawa mayat pak Budi kedalam mushola terdekat untuk dishalati. Aku saat itu tidak ikut, karena hujan lebat. Lebih baik tidur dalam suhu yang dingin ini. Saat tiba dirumah, semua orang tidak ada, karena mereka semua pergi kerumah duka untuk membantu. Aku yang mulai merinding lagi (entah karena dinginnya hujan atau sebab lain), akhirnya memutuskan untuk ikut pergi kekuburan bersama ayah.

Beruntung saat aku kembali ke mushola, iringan para pelayat sudah bersiap berangkat. Aku lihat didepan, keranda yang membawa tubuh pak Budi diangkat oleh sepuluh orang yang terlihat sangat berusaha keras untuk berjalan, seakan-akan mereka mengangkat beban yang sangat berat. Di tengah jalan, banyak dari mereka yang membawa keranda itu meminta bantuan pada pelayat lain untuk menggantikannya.

Tiba dikuburan, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Kuburan pak Budi belum siap. Menurut para penggali kuburan yang berjumlah lima orang itu, mereka sulit menggali karena tekstur tanah yang keras, meski saat itu turun hujan. Enam cangkul sudah jadi korban dan tiga lokasi berbeda sudah digali, namun hanya bisa menggali dengan kedalaman setengah meter saja. Akhirnya kyai yang memimpin rombongan meminta semua untuk berdoa sebentar, setelah itu menyuruh untuk menggali lagi. Tidak lama kemudian satu lubang kuburan telah siap, meski tidak terlalu dalam, namun cukup untuk mengubur mayat.

Masalah lain timbul saat tidak ada seorang pun yang mau masuk kedalam liang kubur untuk menangkap mayat pak Budi. Dan hujan yang turun sejak tadi mulai menderas, beserta suara petir yang semakin keras. Akhirnya mereka berencana untuk memasukkannya dengan tali. Tetapi sebelum hal itu terlaksana, mayat pak Budi yang saat itu berada dipinggir lubang kuburan, tiba-tiba masuk sendiri akibat gempa bumi yang hanya berlangsung sesaat. Bunyi petir yang keras menyusul sesaat mayat pak Budi jatuh.

Akhirnya para pelayat tanpa berkata-kata lagi langsung menguburkan mayat pak Budi. Setelah itu, kyai memimpin doa terakhir sebelum para pelayat pulang kerumahnya masing-masing. Seminggu belum berlalu sejak kematian pak Budi, tetapi kabar tidak sedap telah beredar. Para tetanggaku menceritakan bahwa mereka didatangi oleh hantu pak Budi dengan kain kafan hitamnya serta dengan wajah yang sangat menyeramkan.

Rumahku pun ikut menjadi salah satu korban dari hantu pak Budi, tetapi beruntung aku tidak melihatnya, hanya orang tuaku saja yang diganggunya. Baru setelah kabar itu beredar, keluarga pak Budi menyarankan untuk tidak menceritakan perihal hantu pak Budi pada siapa pun. Akhirnya hantu pak Budi tidak pernah muncul lagi.

Sebulan kemudian, aku pergi keluar kota untuk mengunjungi temanku. Aku bercerita padanya perihal pak Budi. Alasanku menceritakannya pada temanku saat itu karena sudah sebulan hantu pak Budi tidak muncul, dan ini diluar kota, apalagi temanku tidak kenal dengan pak Budi. Tetapi aku salah, setelah aku pulang, sehari kemudian temanku meneleponku. Katanya dia didatangi hantu yang ciri-cirinya sama persis seperti yang aku gambarkan. Dalam ceritanya, dia sampai buang air dicelana.

Aku yang tidak mudah percaya, sehari kemudian pergi kerumah temanku yang lain, yang rumahnya lebih jauh. Aku ceritakan semuanya perihal hantu pak Budi, tetanggaku itu. Dan setelah aku pulang, esoknya temanku itu menelepon dan menceritakan hal yang sama seperti yang dialami temanku yang pertama.

loading...

Aku yang mulai setengah percaya, langsung menguji lagi kepada teman perempuanku yang tinggal diluar negeri. Aku menceritakannya lewat e-mail. Setelah empat hari tidak mendapatkan jawaban ataupun kabar, aku lega, karena aku berpikir kedua temanku yang meneleponku itu hanya bermimpi horor karena ceritaku. Tetapi saat hari kelima, sebuah e-mail datang dari teman perempuanku itu. Dalam e-mailnya dia menceritakan bahwa dirinya didatangi oleh hantu berkain kafan hitam dan berwajah menyeramkan. Menurutnya, itu adalah hantu paling menyeramkan yang pernah dia lihat.

Dan jika kalian sudah membaca cerita ini, tolong jangan katakan bahwa aku yang menceritakannya atau aku yang menulisnya, karena aku juga takut bertemu hantu berkain kafan hitam itu. Dan jika nanti malam kalian didatangi hantu pak Budi itu, sampaikan saja salamku untuknya. Dan selamat dihantui! Tamat.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Kain Kafan Hitam Part 2
Kain Kafan Hitam Part 2
Rate this post