Kain Kafan Hitam

Awal cerita kain kafan hitam ini dimulai saat salah satu tetanggaku meninggal dunia. Aku tidak mau menyebut namanya, sebut saja dia dengan pak Budi. Pak Budi ini dikenal sebagai orang yang tidak baik. Dia suka sekali berjudi dan minum-minuman keras, bahkan aku dengar dia suka berp*l*sir kerumah bordil. Kelakuannya yang buruk seperti itu didukung oleh kekayaannya.

Dia memperoleh harta yang sebegitu banyak itu pun dari perbuatan tidak baik, yaitu dengan cara meminjamkan uang dengan bunga tinggi. Entah kalian mau menyebutnya rentenir, lintah darat, atau apa pun juga terserah. Saat dia meninggal, semua warga tidak ada yang mau kerumahnya. Tetapi saat melihat istrinya yang menangis meminta tolong dan salah satu kyai menyarankan untuk menolong sesama muslim (meski aku kurang yakin pak Budi muslim karena aku belum pernah melihatnya shalat), akhirnya para tetangga bersedia menolong. Aku yang masih remaja diajak ayah untuk ikut.

Kegemparan terjadi saat ingin membungkus mayat pak Budi. Kain kafan yang sedianya ingin membungkus tubuh pak Budi, tidak mampu menutupi seluruh tubuhnya yang tambun. Akhirnya mereka membeli kain kafan yang lebih lebar, tetapi tetap saja tidak muat. Setelah ketiga kalinya tidak muat juga, saat itu hidungku sudah mencium bau busuk dari tubuh pak Budi. Akhirnya salah satu pelayat menyarankan untuk mengganti kain kafan putih itu menjadi warna hitam.

Entah ide gila itu terinspirasi dari mana, tetapi ide itu berhasil. Tubuh pak Budi bisa dibungkus dengan kain kafan berwarna hitam itu dengan sangat mudah, seakan-akan itu adalah kain kafan yang sangat cocok untuknya. Saat semua pelayat sibuk dengan keranda yang belum datang, apalagi saat itu hujan deras.

Aku masih berdiri didepan tubuh pak Budi yang terbujur kaku diatas dipan. Saat itu, secara tiba-tiba dan perlahan tubuh pak Budi bergerak dan duduk. Dia menoleh kaku kearahku dengan mata terbelalak, lalu mengatakan sesuatu dengan bibir kakunya.

“Pakai hitam, siapa takut?” lucu gak sih? *Haha. Sebenarnya ceritanya tidak seperti itu. Saat aku melihat mayat pak Budi yang terbujur kaku itu, entah kenapa bulu kudukku meremang. Baru pertama kali dalam hidupku aku melihat mayat dibungkus dengan kain kafan berwarna hitam. Mungkin ini untuk pertama kalinya dalam sejarah kain pembungkus mayat yang menggunakan warna hitam. Selanjutnya di kain kafan hitam part 2.

loading...
Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 96 posts