Kait Besi

Kait Besi (The Hook) adalah sebuah cerita horor yang menceritakan sepasang kekasih yang sedang bermesraan di sebuah tempat yang memang biasa dijadikan tempat memadukasih. Cerita ini juga dikenal dengan judul Manusia Pengait. Suatu malam di musim panas, seorang pemuda pergi berkencan dengan pacar barunya.

Dia menjemputnya di rumahnya dan mereka keluar bersama menuju pinggiran kota. Mereka lalu memarkir mobilnya di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Lover’s Lane. Ketika mereka menyaksikan kerlap-kerlip lampu kota dari sana, pemuda ini merangkulkan tangannya ke pundak sang gadis dan menyalakan radio mobilnya sehingga musik dari lagu-lagu romantis bisa mengisi malam mereka. Dia bersandar ke depan dan pasangan muda-mudi ini mulai berciuman dan berpelukan.

Sesaat ketika mereka bermesraan, musik itu kemudian tiba-tiba berhenti dan suara dari pembaca berita keluar dari radio. “Berikut sebuah pengumuman penting. Di awal malam ini, seorang pembunuh yang sakit jiwa telah melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Polisi memperingatkan warganya untuk berjaga-jaga karena pasien ini diduga bersenjata dan membahayakan orang-orang.

Pembunuh yang tidak waras ini dijuluki ‘Manusia Pengait’ karena setelah kehilangan tangan kanannya dalam sebuah kecelakaan, dia menggantinya dengan sebuah kait besi. Tiap orang di daerahnya wajib memperhatikan pria yang memiliki gambaran yang sama seperti itu. Jika anda melihat sesuatu yang mencurigakan, harap laporkan ke pihak kepolisian segera”.

Gadis itu menjadi takut dan meminta untuk diantar pulang. Dia tahu bahwa rumah sakit jiwa itu tidak jauh dari tempat itu. Dia juga khawatir tempat mereka memarkir kendaraan merupakan tempat yang jauh dari pusat keramaian, dan bisa jadi tempat yang pas untuk orang gila yang berbahaya itu mencari tempat untuk bersembunyi di sini.

Pemuda itu merasa dirinya berani dan meyakinkan pacarnya bahwa mereka benar-benar aman di situ. Dia mengunci seluruh pintu mobilnya, dan mencoba mencium gadis itu sekali lagi. Gadis itu mulai gelisah dan mendorongnya, dia bersikeras agar mereka pergi dari situ secepatnya. Menarik nafas dengan kesal, pemuda itu lalu memasukkan gigi kemudinya dengan kasar dan menggerakkan ban mobilnya mundur dari tempat mereka parkir.

loading...

Dalam perjalanan pulang, mereka berdua mulai tenang tapi gadis itu masih memeluk erat kekasihnya. Ketika mereka tiba di rumah gadis itu, pemuda itu keluar dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pacarnya pintu mobilnya. Cukup lama dia berdiri di sana, menatap pintu itu. Awalnya gadis itu tidak tahu apakah ada yang salah tapi lalu kemudian dia menyadari bahwa pintu itu masih terkunci. Dia tersenyum dan membuka kuncinya.

Masih saja, pemuda itu berdiri mematung di sana. Gadis itu bingung dan memutar turun kaca jendela mobil. Dia kemudian melihat kekasihnya yang tengah menatap ke bawah, ke gagang pintunya. Perlahan dia menengok ke bawah dan mulai teriak sekencang-kencangnya. Di sana, tergantung di gagang pintunya, sebuah kait besi yang berdarah.

Share This: