Kalender Datang Bulan

Tahun 2014. Sudah hampir tiga bulan, tamu istimewaku gak datang-datang. Ada apa gerangan? Apa yang salah denganku? Aku selalu bertanya-tanya. Biasanya tamuku itu selalu datang sebulan sekali, tapi ini sudah hampir mau tiga bulan, ia belum juga hadir. Aku sih takut juga, tapi tak terlalu ambil pusing. Karena temanku ada juga yang begitu, malahan tamunya gak pernah datang hampir 5 bulan, tapi akhirnya datang juga dan ada juga nih kawanku, tamunya kerajinan datang sampai sebulan dua kali. Oh my God.

Aku pun selalu melingkarkan angka dengan tinta merah dikalender yang ada dikamarku. Seharusnya sudah jadwalnya, apa mungkin dia malu kali yah, *hehe. Keesokan harinya, temanku Rianty datang menemuiku. Dia itu teman sekaligus tetangga. “Eh, tumben loe kerumah. Ada apa nih?” kemudian Rianty menjawab sambil terlihat lesu “ah, aku pusing banget. Masa hampir satu bulan full aku dapat tamu mulu. Bayangin, Gin. Apa gak gawat” *hm aneh.

Aku sama sekali belum kedatangan tamu, sedangkan Rianty malah hampir satu bulan. Kemudian aku tanya lagi. “Sudah berapa lama loe kedatangan tamu. Misalnya baru bulan ini saja begini apa sudah sering?” Rianty menghela nafas panjang “*huft, huft, dua bulan belakangan ini. Bulan semalam sama bulan ini. Terus-terusan, gak berhenti” waduh, gawat tuh. “*Hm, loe sudah lihat kalender belum, pertama kali datang tanggal berapa?” Rianty pun menjawab “sudah Gin. Tanggal 2” kok bisa begini ya? Aku merasa sedikit agak aneh. “Loe sudah periksakan ke dokter?”.

Rianty menjawab lagi “ih, sudah lah Gin. Malahan nih, dokter itu saat cek keadaanku katanya aku baik-baik saja, terus dibilangnya gak apa-apa. Tapi apanya gak apa-apa, kemudian aku dikasih kayak minuman jus dingin entah apa gitu sama dokternya, katanya supaya gak lemas dan gak sakit, tapi apa! Sumpah deh Gin, aku lemas banget malahan aku makin gak karuan rasanya. Terus nih, beberapa minggu ini aku sering banget dimimpikan sama sesosok nenek yang mandi darah, dia kayaknya senang banget mandi darah, aku saja yang ngelihatnya jijik. Aneh banget kalau aku rasa, tapi aku gak mikirin karena itu cuman mimpi”.

Mendengar itu aku curiga dengan mimpinya Rianty. Apa ada hubungannya mens sama mandi darah nenek itu. Kemudian aku bersiap-siap untuk membawa Rianty ke seorang ustad kenalan papa namanya ustad Rizqi. Sewaktu aku melihat wajahnya Rianty, wajahnya itu sangat pucat dan seperti orang tak bernyawa, badannya saja lemas banget seperti tak ada tulang.

Sampai-sampai aku harus bopong dia untuk masuk kedalam mobil. Sampailah dirumah ustad Rizqi, aku menceritakan perihal yang terjadi, yaitu tentang mens dan mimpi Rianty. “Sebelumnya, pernah gak adik ini makan atau minum yang aneh, entah itu dikasih orang secara gratis atau macam mana sebelum mens?” Rianty berusaha mengingat-ingat dan akhirnya Rianty ingat.

loading...

“*Hm ada ustad, sebelum begini, saya sempat didatangi sales girl yang mempromosikan minuman dingin, entah apa mereknya, saya juga lupa. Ya saya minum saja karena rasanya buat saya ketagihan akhirnya saya nambah sampai 5 kali dan dia ngasih saja, malah saya dikasih 3 botol lagi. Besok harinya saya mens terus. Karena gak karuan sebulan kemarin, akhirnya saya periksakan ke dokter. Kemudian saya juga dikasih seorang dokter minuman dingin juga, katanya ini resep agar saya gak lemas dan gak sakit, rasanya juga enak, gak kayak obat pada umumnya. Tapi setelah saya minum, besok besoknya malah jadi begini. Saya jadi lemas, gak enak badan, kadang muntah dan selalu terus terusan mens tanpa berhenti, hampir 2 bulan, ustad”.

Kami yang mendengar pun curiga, ketika ustad meminta botol bekas diminumnya untuk menyelidiki tapi kata Rianty botol itu sudah dibuang. Alhasil ustad bersiap-siap untuk melihat apa maksud dan tujuan mimpi, minuman dan mens itu. Kemudian dengan membaca beberapa doa-doa, shalawat dan dzikir, ustad Rizqi menerawang. “Astagfirullah. Ya Allah. Allahuakbar”. Ustad sungguh kaget dan terus menyebut nama Allah. Selesai di terawang, tiba-tiba Rianty pingsan.

Aku kaget melihat Rianty yang tak berdaya dan aku tanya ustad, kenapa? “Minuman itu, minuman pelancar mens dan sosok nenek yang mandi darah itu adalah darah mensnya adik ini. Dia rupanya melakukan itu karena pesugihan ingin awet muda makanya dia mengambil darah mens anak perempuan yang masih gadis”. Ya Allah, mengerikan sekali. Kemudian ustad pun bertanya. “Dari tanggal berapa dia sudah dikasih minuman?”.

“Tanggal 1 dia dikasih minum sama sales itu dan tanggal 2 dia sudah mens sampai sekarang gak berhenti-henti”. Ustad hanya bisa mengucapkan tasbih “Ya Allah. Sewaktu saya terawang, nenek itu menjalani pesugihan ditanggal 2. Ini memang ada hubungannya dengan minuman itu”. Aku mendengarnya langsung merinding dan aku tanya “Maksudnya, ustad?” kemudian ustad menjawab “sales dan dokter yang ngasih minuman itu adalah sosok nenek itu”. Sekian.

loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Time,Love,Family,Myself "Life,Love,Laugh"

All post by:

Sezgina Fradah has write 79 posts