Kamar Dekat Gudang Tempat KKN

Pengalaman ini aku alami saat mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) sekitar pertengahan tahun 2012 dengan judul kamar dekat gudang tempat KKN. Kegiatan KKN yang di adakan universitasku selama sekitar 1 bulan, mengharuskan aku dan teman-teman KKN menginap di lokasi selama kegiatan berlangsung. Lokasi KKN kami bukanlah di desa terpencil yang jauh dari keramaian, sebaliknya lokasi KKN kami berada di tengah kota.

Kami KKN beranggotakan 20 orang dan dibagi dalam 2 unit dan 4 sub unit, dengan masing 5 orang anggota sub unit. Setelah mencari tempat pondokan, kami memutuskan untuk tinggal di rumah Budeku yang kebetulan berada di lokasi KKN dan menjadikannya pondokan perempuan. Rumah budeku cukup luas dengan banyak kamar, namun hanya ditempati oleh bude, pakde, dan omku, sehingga masih tersisa banyak kamar kosong.

loading...

Sebelumnya aku akan menjelaskan kondisi rumah budeku, rumah bude merupakan gabungan dari 2 rumah yang di hubungkan dengan dapur yang berada di tengah. Di rumah barat ada mushola, dan 2 kamar kosong yang menghadap ke ruang tengah yang berfungsi juga untuk ruang tv dan ruang tamu. Di sudut ruang tengah ada pintu yang menuju ke arah dapur, ada lorong kecil dan ada sebuah kamar yang di apit oleh dapur dan gudang, dan di depan gudang ada ruang untuk menaruh motor dan sepeda.

Kemudian di sudut dapur ada pintu yang menuju ke rumah timur. 3 temanku dan aku menempati 2 kamar kosong di rumah barat, sedang 2 temanku di rumah timur. Pada awalnya aku memang tidur sekamar dengan temanku, namun lama kelamaan aku tak tahan dengan kebiasaannya mengingau di tengah malam. Malam itu aku keluar kamar dan tidur di kursi yang ada di depan tv, namun baru aku merebahkan badan, omku menyuruhku pindah ke kamar yang ada di antara dapur dan gudang.

Kamar ini memang sangat jarang digunakan, terkesan berdebu dengan penerangan yang juga kurang memadai. Dalam kamar ada sebuah tempat tidur tingkat yang dipepetkan ke tembok serta sebuah kursi dan meja di sudut kamar. Malam pertama aku tidur di sana tak ada hal aneh yang terjadi, malah aku bisa tidur dengan lelap. Namun, lama kelamaan aku merasa ada yang tidak beres di sini.

Aku sering merasa diawasi, bahkan saat di siang hari, bahkan kadang aku merasa ada sekelebat bayangan di sudut atau langit-langit kamar. Puncaknya terjadi pada suatu malam, saat itu aku tidak bisa tidur, padahal sudah larut malam. Ketiga temanku yang ada di rumah barat semua kembali ke rumah dan kos masing-masing karena ada keperluan, dengan demikian aku sendirian di rumah barat.

2 temanku di rumah timur pun sedang keluar untuk rapat pembahasan program kerja KKN dengan anggota kelompok yang lain. Aku berkomunikasi dengan mereka lewat pesan singkat, hingga tanpa sadar jam di hp sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Aku belum bisa tidur, saat tiba-tiba aku mendengar suara ketukan dari arah langit-langit kamar, awalnya aku mengira itu hanya suara cicak, namun bunyi itu sangat teratur seperti bunyi helm yang diketuk dengan jari.

Bunyi itu terdengar makin jelas, dan terjadi cukup lama. Bunyi itu tidak berhenti saat aku juga mulai mendengar bunyi gemerisik dari arah dapur, bunyi itu mirip bunyi tas kresek yang digesekan. Aku berusaha berpikir positif dengan menganggap bunyi itu disebabkan oleh tikus yang ada di dapur, namun aku sama sekali tidak mendengar suara cicitan tikus.

Saat itu aku mulai panik, bulu kuduk pun meremang dan aku merapatkan punggungku ke tembok dan membaca doa dalam hati. Bunyi itu masih terdengar dan makin jelas, hingga tiba-tiba aku di kagetkan dengan bunyi bel sepeda dari arah lorong. Siapa yang memainkan bel sepeda di pagi buta seperti ini? Tanpa dikomando, aku langsung lari keluar kamar, di depan kamar terlihat lorong gelap tanpa ada seorang pun di sana. Sejak malam itu, aku memutuskan untuk tidur bersama budeku hingga kegiatan KKN berakhir.

loading...