Kamar Hantu

Hai, namaku Nazar, banyak sekali pengalaman mistis yang ingin aku ceritakan, tapi ini yang pertama. Kisah ini adalah nyata dan keluarga besar sendiri pun mengetahui kejadian ini. Bermula dari pada saat aku masih duduk di bangku SMP, aku menghadiri acara kumpul keluarga besar aku dari RM. KH. Abdoessalam Wongsodisastro dirumah besar yang dulunya bekas peninggalan belanda.

Hari itu aku diinapkan di salah satu kamar yang tidak pernah ingin di tiduri oleh keluarga kecuali aku. Pertama aku masuk, aku sudah merasakan kalau bulu kudukku merinding. Aku tidur dan tiba-tiba terbangun jam 12 malam, aku merasa ada yang memanggilku tapi suara perempuan. Aku langsung bangun dan keluar dari kamar, dan malam itu kondisi rumah besar gelap gulita dan keluarga telah beristirahat.

Lalu aku tidur kembali, lama-lama aku seperti mendengar jeritan perempuan yang awalnya pelan dan semakin kencang, terpaksa aku bangun dan menatap cermin tua yang ada tepat di depan tempat tidur, lalu aku melihat ada sesosok perempuan berambut panjang menatap ke arahku dan menganga sambil mengeluarkan lidahnya yang berdarah-darah. Lalu aku baca Al Quran malam itu, dan tiba-tiba suasana kembali tenang.

Pagi hari aku bertanya kepada mbah, kenapa kok saya merasa di ganggu oleh makhluk yang ada di kamar itu. Dan dia tertawa dan berkata, “nazar, keluarga besar kita tahu kalau itu kamar hantu”. Aku bingung dan ternyata keluarga tau semua tentang kejadian di kamar itu. Jadi sekitar puluhan tahun lalu, ada seorang dokter dari Belanda yang tinggal dirumah itu bersama anak perempuan yang sangat cantik, konon dokter itu selalu menolong rakyat di sekitar rumah besar.

Begitu penjajahan jepang dimulai dokter tersebut ditembak dan langsung tersungkur ke tanah dan anak perempuannya di perk*sa sampai mati tepat di kamar situ dan mayat perempuan itu di kubur di bawah keramik/lantai kamar itu dengan kedalaman yang tidak pantas.

Setelah zaman perjuangan berakhir, mbah buyut aku menempati rumah besar itu dan memperbaiki kamar itu. Ia dan tukang rumah, membuka lantai untuk diperbaiki. Dan apa yang terjadi, buyutku menemukan rambut panjang dan serbuk-serbuk tulang yang terurai oleh tanah.

Karena buyutku tidak berani mengambil rambutnya. Karena itu bukan haknya, sampai sekarang ia menunggu siapa pemilik dari rambut itu, dan kalau perlu keluarganya datang dan mengambil rambut itu. Sampai buyutku menghembuskan nafas terakhir, ia belum menemui keluarganya dan sampai sekarang rambut itu masih tetap di posisinya dan tidak ada yang pernah mengubahnya. Maka, kamar itu terkenal dengan sebutan “kamar hantu”.

KCH

Nazar Farhana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Nazar Farhana has write 2,694 posts