Kamar Penginapan Berhantu

Saya dan teman berendam ke ciateur, setelah bersenang-senang kami pun pulang dengan keadaan sangat lelah diperjalanan pulang mobilku terpisah dengan teman-teman yang lain. Hingga tersisa saya dan saudaraku, dengan keadaan mengantuk kami sampai di bandung sekitar jam 06.00 pagi. Pagi-pagi itu Jadi kami memutuskan untuk menginap di kota Bandung sebelum pulang ke jakarta, setelah mencari-cari penginapan ternyata tidak ada penginapan yang kosong. Hingga sampailah kami di sebuah penginapan didaerah dago.

Terlihat dari luar penginapan yang kami datangi ini sudah terlihat tua. Aku pun turun dari mobil dan mengecek apakah ada kamar kosong di penginapan tersebut, ketika sampai di meja resepsionis, aku disambut oleh 2 orang karyawan. Lalu aku tanyakan apakah ada kamar yang kosong atau tidak, lalu mereka berdua pun menjawab ada. Karena memang ketika itu aku sudah sangat lelah dan ingin sangat istirahat, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dipenginapan tersebut.

Sampailah aku dikamarku di lantai 3, aku melihat beberapa kamar terbuka dan masih kosong. Kamarku berada dipojok paling kanan, saat kami masuk. Aku sempat kaget, ketika kamar ini tidak seperti bayanganku, terdapat 2 tempat tidur dan suasana ruangan kamar yang bernuansa klasik lalu terdapat pintu keluar yang ternyata menuju taman kecil. Setelah itu kami pun tertidur, pagi itu memang cukup gelap karena mendung dan membuat suasana yang cocok untuk tidur.

Tiba-tiba terdengar suara anak kecil tertawa dan berlarian. Saudaraku pun mendengar suara itu, aku kebingungan ketika kulihat diluar tidak ada siapa-siapa. Sampai seorang anak kecil, memegang kaki ku dari belakang. Karena kaget, sambil berucap “rese loe yach” aku pun kembali tidur, tapi tidak bisa tidur kembali. Lalu aku pun berencana untuk mandi terlebih dahulu, sampai aku terkaget ketika dibawah wastafel aku melihat banyak sekali helai rambut yang panjang berserakan.

Tiba-tiba, saudaraku mengetuk pintu kamar mandiku, dan gagang pintu itu pun bergerak. Perlahan pintu itu pun terbuka, terlihat saudaraku masuk ke kamar mandi sambil mencuci muka. Tapi wajahnya saudaraku itu pucat dan kantung matanya hitam, dan tiba-tiba saja saudaraku menangis tersedu, sambil menutupi kedua matanya. Aku pun bertanya “loe kenapa?” tapi saudaraku itu diam saja.

Merasa heran, aku pun keluar dari kamar mandi dan menuju ruangan kamar tidur. Astaga, saudaraku masih tertidur dan aku juga masih mendengar suara tangisan saudaraku yang menangis didalam kamar mandi, aku pun segera membangunkan saudaraku yang masih tertidur dan saat aku membalikan tubuhnya saudaraku.

loading...

Aku melihat sesosok wajah yang sangat menyeramkan. Matanya merah, dan dari kedua bola matanya keluar darah, sosok itu menyeringai tertawa, hihihi. Aku langsung meloncat dan aku pun terjatuh membentur sesuatu hingga aku pun tidak sadarkan diri, entah berapa lama aku pingsan. Sampai akhirnya aku pun tersadar, saat tersadar aku masih berada dilantai. Aku pun melihat saudaraku yang masih tertidur. Aku pun langsung membangunkan saudaraku itu dengan wajahnya yang masih terlihat sangat pucat.

Detik itu juga aku mengajak saudaraku pergi tanpa banyak basa-basi kami memberikan kunci kamar ke resepsionis. Kami pun langsung berangkat kembali ke jakarta, diperjalanan jantungku masih berdegup kencang. Diperjalanan saudaraku pun bercerita, merasakan sesuatu yang berbeda ketika tidur.

Ia seperti melayang dan dibawa entah kemana, ia melihat seorang wanita dan seorang anak kecil dalam mimpinya itu. Lalu saudaraku pun itu lanjut cerita, bahwa kedua makhluk itu sudah lama berada disana. Dan kamar yang kita tempati itu sudah lama tidak ditinggali, makanya mereka mengganggu kita.

Share This: