Kau Seharusnya Tidak Terbangun

Kemudian aku mulai berpikir tentang makhluk di kegelapan, makhluk yang tidak ingin aku pikirkan. Aku berpikir jika hanya aku satu-satunya yang terjaga pada saat itu. Di kamarku, disana, aku mendengar suara derit kecil dan halus yang berasal dari ruang dapur. Saat itu aku mengabaikannya hanya sebagai sebuah angin, tapi kemudian aku mendengarnya lagi.

Kali aku tau itu tidak mungkin angin, maksudku, 1 detik lalu tidak ada angin. Aku mulai membayangkannya, ya itu harus. Maksudku tidak ada orang lain yang terjaga dan aku yakin telah mengunci pintu rumah, menit tampak seperti jam dan aku mendengar deritan lagi, tapi kali ini tampaknya lebih dekat. Bagaimana mungkin! Imajinasiku mulai mengelabui, maksudku aku tinggal di lingkungan yang baik, tidak pernah ada kejahatan disini.

Pikiranku seketika terpotong dengan mendengar suara yang sepertinya berasal dari pintu kamarku. Tanpa ragu-ragu, aku langsung masuk ke dalam selimutku. Aku mulai berkeringat dingin, aku mencoba berpikir lagi dan lagi “tidak ada apapun disana!”. Kemudian, aku mendengar suara derit agak kecil dari pintuku. Aku sangat ingin memeriksanya, tapi jika aku melakukannya, bisa saja aku berhadapan dengan seseorang atau sesuatu.

Jadi aku hanya menutup mataku serapat-rapatnya. Mencoba sekeras yang ku bisa untuk tertidur, lalu meninggalkan mimpi buruk ini. Berjam jam berlalu tanpa ada suara, detak jantungku mulai melambat dan menurun. Aku mulai berpikir betapa bodoh diriku berpikir hal yang tidak-tidak, ketika aku membuka selimutku, tubuhku tiba-tiba menjadi membeku. Perlahan darah mulai keluar dari mulutku dan hal terakhir yang ku dengar adalah “Kau seharusnya tidak bangun”.

loading...
KCH

Rizal

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rizal has write 2,691 posts