Kebun Kelapa Kakek

Salam kenal semua, kenalkan nama saya dimas. Kali ini saya ingin menceritakan kisah hantu yang pernah dialami ayahku, ya jadi sebenarnya ini kisah ayahku yang diceritakan padaku. Langsung saja ke cerita, dulu waktu ayahku masih remaja, ayah tinggal bersama kakek, ya karna nenek sudah meninggal. Kerjaan setiap hari ayah selalu bantuin kakek ke kebun kelapa di desa. kadang mencari kayu, kadang ambil buah kelapa mudanya, kadang juga mencari janur kuning untuk dijual.

Nah, suatu ketika ada orang yang mau memborong semua buah kelapa milik kakek. Karna pohon kelapa yang lumayan banyak, dan dikerjakan hanya berdua sama saja, akhirnya kakek menyuruh ayah untuk bangun agak pagi, yaitu sekitar pukul 02:00 pagi. Ayah sempat heran kenapa jam 2 dini hari suruh nginep di kebun. Tapi akhirnya ayah menuruti perintah kakek.

Jarak antara rumah dan kebun cukup lumayan jauh, ayah dengan peralatan seadanya berjalan pelan-pelan menuju kebun sambil membawa obor. Sebelum berangkat ayah diberitahu oleh kakek, jika sudah sampai dikebun kalau ada yang manggil-manggil namamu jangan menoleh ke atas. Setelah ayah sudah sampai dikebun kelapa, ayah duduk istirahat dibawah pohon kelapa sambil menancapkan obor didepannya.

Udara semakin dingin, hanya ditemani suara jangkrik dimalam hari. Ayah bingung harus ngapain, menunggu kakek yang belum juga datang. Tak lama kemudian ayah mendengar suara anak ayam, dalam hati ayah berkata, “kok ada suara anak ayam ya malam-malam begini” Ayah berdiri dan melihat disekitar kebun, tapi tidak lihat anak ayam. Lama kelamaan bulu kuduk ayah berdiri, udarapun semakin dingin.

Tiba-tiba ada suara yang memangil nama ayah. Ayah semakin lemas, perasaan takut menyelimutinya. Ayah merasa suara itu berasal dari atas, tepat diatasnya. Dengan perlahan lahan ayah menoleh keatas, dan ternyata ayah melihat bayangan putih sedang bergelantungan didahan pohon kelapa. Tanpa pikir panjang ayah langsung berlari sambil berteriak memanggil kakek.

Sesampainya dirumah, ayah menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya. Ayah lupa dengan pesan kakek kalau ada yang memanggilnya dari atas jangan menoleh. Tapi apa boleh buat, perasaan sudah takut campur aduk, jadi tak ingat apapun. Sekian cerita hantu dari ayah saya, maaf kalau tidak seram. Terimakasih.

loading...
loading...