Kebun Pisang Milik Bu’de

Hai, perkenalkan aku dwintha bisa dipanggil dwi. Oke langsung aja ya ke cerita mengenai penunggu kebun pisang milik bu’de. Saat itu mbaku lagi melangsungkan pernikahan, aku mendengar suara dan seperti ada suara ke gaduhan dari sebelah rumah bu’de tapi tak aku hiraukan suara tersebut. Setelah beberapa tahun aku tidak kerumah bu’de lagi, semua sudah di bangun saat aku ke belakang rumah bu’de.

Aku mendengar seseorang sepertinya mba kunti sedang cekikikan dari arah kebun pisang bu’de. Aku pun bicara pada mbaku “mba dengar ada yang cekikikan gak?” Ucapku. “Iya memang sudah biasa, mba aja sering kehilangan uang. Gitu deh memang ada penunggunya tuh kebun mbak sih sudah ngomong biar pada di tebang tapi sih katanya sayang soalnya itu banyak mistisnya jadi sama tetua disini gak boleh di tebang” ucap mbaku panjang dan jelas.

loading...

“Memang kenapa sih mbak?” Ucapku antusias, “dulu disini sebelum mbak nempatin rumah ini kan kebun tanah orang, nah disitu tuh ada wanita di bunuh gara gara mutusin calon suaminya. Akhirnya sama calon suaminya ya berakhir tragis, terus ya gitu itu tempat dia jadi gak boleh di tebang sama tetua karna tetua itu ayahnya jadi gitu”.

Ucap mbaku sambil berjalan masuk ke dalam rumah, lalu aku melihat sesosok perempuan dengan rambutnya yang sangat panjang dan mulutnya seperti bekas robekan lalu matanya hampir lepas. Dan aku pun hanya tersenyum, lalu ia juga ikut tersenyum, seperti itulah cerita nyataku.

Share This: