Kedua Anjingku Membenci Susil

Hai guys. Oh, ya. Aku mau bilang thanks sama Bayu Aji. Kamu punya cerita, ji. Seram ya. Oh ya, lain kali jangan buat orang tua ngambek ji. Selain dosa juga gak dibukain pintu. Akibatnya jadi tidur diluar deh. Jadi pelajaran berharga padamu ya, ji. Terus makasih sama Bismi, kak Dwi, Salma, Agata, Bayu Aji, Yandi, Yain dan lainnya yang sering post dan juga meramaikan KCH ini.

Walau aku gak pernah melihat kalian secara langsung, tapi aku tahu kalian itu seperti apa, ya melalui cerita kalian di KCH. Ok, kejadian ini sebelum aku menjadi seorang indigo di tahun 2010. Dan aku menjadi indigo di tahun 2012. Dan ini pertama kalinya aku memelihara hewan.

loading...

Sebelumnya aku mau jelaskan dulu. Aku dirumah punya banyak hewan peliharaan. Sebelumnya jangan kaget dulu ya. Jangan serangan jantung loh. Aku punya 4 ekor anjing, (3 anjingku, 1 anjingnya Herin), 2 pasang ekor kucing (kucing kak Aldan), 1 ekor iguana (milik aku seorang, jangan di kacau), 2 pasang kakak tua putih (kesayangan papa), 2 pasang kura-kura mini (dikamar kak Aldan, punya dia tuh!), dan banyak pasang ikan louhan (koleksi mama. Mama koleksinya ikan louhan, bukannya sepatu *kek (apa), baju *kek, tas *kek, kakek-kakek. *Upz, apaan sih! Pantasan jidatnya mama, *haha semoga dimengerti).

Ya, rencananya ya, bentar lagi kami sekeluarga mau pelihara bu-aya, Pak-aya, singa, jerapah, Kuda, Heina, dan orang Afrika (*haha, sekalian sama orang-orangnya, jangan binatang dari negaranya saja dipelihara). Karena bentar lagi rumahku mau dijadikan kebun binatang (job sampingan, guys, lumayan. Karcis kebun binatang, mahal bro, *haha, ha). Ok. Kali ini aku mau bicara soal anjing kesayanganku, namanya Hana, Sol dan Tzu-tzu.

Kalau Hana yaitu ras anjing golden retriever (betina), Sol anjing ras golden retriever (jantan) dan si Tzu-tzu yang sepesial (pakai telur 2, pedas, karetnya 2) yaitu jenis Shis Tzu. Makanya namanya Tzu-tzu. Terus anjing si Herin. Beras *eitz maksud aku ber-ras pomeranian (lucu loh, imut. Sama kayak Tzu-tzu). Ok, sudah tahu kan anjingku? Langsung ke TKP. Jadi nih, biasanya aku tidur bareng Oi dan anjingku Tzu-tzu. Aku dulu sering sih malah setiap malam tidur bareng Sol maupun Hana, tapi semenjak ini, nih! (Kejadian tahun 2010).

“Ampunan lah. Kenapa sih kalian berdua. *Hm. Sol, Hana? Ada apa?” aku elus-elus kedua anjing kesayanganku. Aku baru membelinya tadi siang, tapi saat di petshop aku melihat kedua anjing kecilku ini (dulu masih kecil ya, sekarang sudah sebesar majikannya*hehe) baik-baik dan gak galak. Tapi? “Woi, borok (panggilan kak Al, ke aku). Kenapa tuh, anjing-anjing loe? Pesimis banget? Lagi mens ya?” gila nih orang (kak Al). Masa anjing di katain mens.

“Loe gerot (gila). Gak tahu tuh. Sampai dirumah, menggonggong terus. Entah kenapa” kataku. Aku bingung sama Sol dan Hana “hei, hei. Apa? Kenapa kalian, sayang. Hei! Hana-Hana, Sol. Sol. Hei. Hana, Sol, Sol” teriakku sedikit kepada kedua anjingku, yang sedari sampai rumah, gonggongannya tak henti. Apa anjing-anjingku sakit? Aku kemudian tanyakan ini sama papa saat malam hari seusai papa pulang kerja.

“Pa. Anjing kakak yang baru beli tadi siang kenapa ya? Gonggong mulu. Kalau anjing menggonggong terus, kenapa ya pa? Apa sakit?” terus papa hanya bilang sambil berlalu “mungkin dia ada melihat sesuatu yang aneh. Anjingkan kalau terus menggonggong tanpa henti, pasti dia melihat yang aneh-aneh”. Mendengar itu, aku sedikit bingung. Aneh yang mana? Kemudian mama marah sama aku “makanya. Gak usah beli anjing. Mama jadi terganggu nih. Anjing kakak asik gong-gong saja dari tadi” apaan nih ma. (Agak ngambek), yang anehnya nih, kedua anjingku selalu gong-gong ketika melihat keluar arah jendela kamarku, kedalam kamar kak Al, dan ruang dapur.

Selebih itu, gak. “Eh. Anjing loe tuh, borok. Bising banget. Aku ke-gang-gu. Kasihkan tulang, kenapa. Tulang ayam *kek, tulang ikan *kek, nasi basi, *kek. Biar diam tuh moncong” aku marah dong ya, “eits. Sembarangan loe. Asal ngomong saja. Loe kira anjing-anjingku ini pemulung, apa? Nasi basi, nasi basi. Loe tuh. Kucing loe yang gila tuh. Kasihkan makan garam sama jelantah. Jangan susu terus. *Tumpur lama-lama bonyok (bokap and nyokap atau mama papa), gara-gara kucing gila loe, itu”.

Aku dan kak Al pun terlibat perang dunia ke 3. Adu mulut. Kemudian kedua anjingku ini aku bawa masuk kedalam kamarku yang tadinya berada didepan pintu kamar kak Al. “Apaan sih. Hana, hei. Sol, hei. Lihat kemari. Ada apa diluar sana? Kalian asik lihat arah luar jendela saja. Gak ada apapun”. Aku gak tahu, padahal mereka tahu. Kedua anjingku itu selalu menggonggong ketiak mereka masuk kamarku dan langsung melihat kearah luar jendela. Sampai sudah hampir 6 bulan aku memelihara mereka, mereka selalu seperti begitu.

Pernah terpikir olehku untuk memberikan kedua anjingku ini kepada saudaraku karena aku habis dimarahi sama mama dan kak Al. Tapi no. Aku harus bisa tahu kenapa mereka seperti ini. Sampai tiba saat Sol mengalami sakit yang harus dibawa kerumah sakit hewan. “Anjing kamu ini mengidap penyakit stres. Sampai menyebabkan dia lemas” kata dokter. “Hampir jalan 7 bulan ini, kedua anjingku terus tak hentinya menggonggong. Entah apa sebabnya” dokter pun hanya bilang kalau “kedua anjingmu harus dititipkan ketempat penampungan anjing selama beberapa minggu, agar tidak mengalami stres. Ini vitamin yang harus kamu berikan ke anjingmu”.

Besoknya, aku bawa kedua anjingku kesebuah tempat penampungan anjing. Aku gak tega, aku menangis. “Jaga diri kalian baik-baik ya. Hana, Sol. Love you” sungguh. Kala itu aku seperti merasakan menjadi seorang ibu yang kehilangan bayinya. Tak hentinya aku menangis. Berhari-hari. Hingga pada suatu hari, karyawan papa bernama Om Rehan datang kerumah karena ada pesanan furniture dari Bandung. Saat itu, om Rehan yang baru pertama kali kerumah bilang ke papa, (om Rehan ini indigo).

“Mas, rumah kamu ini ada makhluknya loh” papa pun kaget “ah masa? Yang benar. Orang selama ini kami tinggal disini gak ada gangguan apapun kok”. Kemudian om Rehan bilang lagi “iya mas. Aku gak bohong. Dia sekarang ada diluar samping rumahmu. Kayaknya dia itu penjaga rumahmu yang sudah lama”. Papa mendengar itu antara percaya dan tidak. Kemudian setelah om Rehan pulang, papa menceritakan yang tadi ke mama, aku yang tak sengaja mendengar kemudian terus menguping pembicaraan mama dan papa.

“Aha! Ternyata ada sesuatu dibalik gonggongan kedua anjingku”. Ternyata selama ini mereka menggonggong akibat ada makhluk lain dirumahku. Anjingku sangat membenci itu. Sekarang ditahun 2017, Hana, Sol, bahkan Tzu-tzu, dan hewan lainnya, sudah terbiasa dengan Susil. Walaupun mereka semua awalnya begitu, sama seperti Hana dan Sol yang selalu tingkahnya aneh bahkan sampai sakit, sama juga sepertiku yang sampai sakit.

Di judul “hadiah ulang tahun pertama yang ke-17” itu adalah pertama kali aku diganggu Susil. Ya. Aku selalu diganggunya bahkan sampai sakit. Nasibku dan hewan lainnya yang kami pelihara, sama. Yaitu sama-sama diganggui dan dihantui sama Susil *prikitew. Aku sangat membenci Susil, tapi itu dulu. Kalau sekarang?

Fiolin Fradah

Sezgina F.S Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina F.S Fradah has write 94 posts

Please vote Kedua Anjingku Membenci Susil
Kedua Anjingku Membenci Susil
Rate this post