Kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka

Namaku Uchi setiap sabtu adalah hari paling sibuk di sekolah menurutku, dikarenakan setelah pelajaran ada les tambahan, lalu ekstrakulikuler, dan Pramuka. Nah, aku selalu ikut ketiganya, otomatis aku pulangnya belakangan dari yang enggak ikut les, ekstrakulikuler, dan Pramuka. Kejadian ini terjadi hari sabtu 12 Maret 2011.

Kita kan anak baru di Pramuka, jadi, waktu di test enggak terlalu lancar. Ketika kami berdelapan (Aku beserta reguku dan 3 orang dari regu lain) di test Try Satya dan Dasa Darma, kami berempat (Aku, Hety, Din dan Zhaka) sebenarnya hapal, tapi lupa, Jadinya kita di suruh keluar ruangan dimana kami di test dan di kasih kesempatan menghapal. Aku dalam beberapa menit sudah hapal.

Berhubung aku itu suka melamun, akhirnya aku melamun di dekat Mushola sekolah. Eh, enggak tahu-menahu, aku jalan tanpa sadar ke depan kelas 7.2, habis itu memutar untuk balik. Dan, melihat aku yang melamun sambil mengayunkan topi Pramuka, Si Din, Hety, dan Zhaka otomatis teriak memanggil aku. Ya, aku tersentak dan langsung bertanya “Eh, sejak kapan aku di sini?” Dengan tampang heran menatap mereka bertiga. “Kami enggak tahu, yang kami lihat kamu sudah jalan”, Balas si Hety. “Iya” Zhaka menganggukan kepalanya.

loading...

Setelah kejadian itu, aku melamun lagi. Terpikir untuk berjalan ke kelas (7.2). Ya sudah, jalan deh ke 7.2 dan enggak di sangka, ada suara jatuh dari dalam, dan pintu 7.2 itu sudah enggak bisa di kunci lagi alias gampang di buka. Segera aku lari ke regu di mana banyak temanku sudah berkumpul disitu, sambil ngos-ngosan aku bilang ke mereka. “Eh, tadi aku ke depan kelas 7.2, tiba-tiba kedengaran suara benda jatuh, dan arahnya dari dalam kelas. Pintunya juga kegoyang!”.

“Kelas 7.2 memang gitu, sama kayak 7.6. Makanya kalau Pramuka enggak boleh tidur di kelas itu”, JheJhe membalas yang notabene anak kelas 7.2. Usut punya usut, kelas 7.2 dan 7.6 ternyata punya penghuni, di 7.3 juga aku lihat. Setelah kejadian itu, kita semua ngumpul, tapi masih penasaran. Akhirnya, kami jalan deh. Entah kenapa, pas jalan melewati koperasi yang menyambung sama ruang menjahit, aku merinding. Kita cek deh kelas 7.2 dan 7.3. Sebenarnya di kelas 7.2 aku sudah lihat bayangan cewek, tapi aku abaikan.

Pas sampai kelas 7.3, bayangan cewek itu makin jelas. Spontan aku kaget dan bilang “Eh, ada cewek baju putih rambut panjang!!”. Yang lain lari, Si Aya bertahan. Pas lari, kan ngelewatin perpustakaan, aku liat lagi tuh bayangan cewek. Aku diemin, padahal lutut udah kerasa kosong. Aya kan bertahan, si Hety malahan tampangnya heran. “Woi, Aya! Di samping kamu siapa?”. “Hah? Enggak ada!” Aya membalas dengan tampang bingung.

Berhubung waktu masih lama, karena kelas 8 yang di test. Akhirnya kami nekat ke sana lagi, tapi enggak sampai sana. Why? Soalnya, pas kami lagi jalan kesana sambil ngobrol, dari dalam ruang koperasi yang nyambung dengan ruang jahit ada yang nyahutin obrolan kami, suara cewek. Kami akhirnya ngumpul di depan mushola, pas kami tengok, ternyata semuanya melihat ada kayak bayangan cewek berambut keriting di dekat jendela mushola, langsunglah kami lari.

Untungnya, setelah itu kami berempat langsung di panggil buat test. Ya, sudah, setelah test kami pulang. Sampai pulang dari Pramuka pun, sebenarnya aku masih merinding. Pas perjalanan pulang, aku teringat kakak kelas lagi latihan tari di sekolah, dan aku nya lagi latihan basket. Kakak kelas aku itu bisa lihat ‘Makhluk Gaib’.

Jadinya, waktu itu kakak kelas aku pernah melihat cewek rambut panjang dan berbaju putih sambil ketawa di jendela perpustakaan sekolah. Dan, ada nih teman aku namanya Riri, dia bisa melihat ‘Makhluk Gaib’ juga, sering melihat di dekat Mushola ada cewek pakai baju putih dan rambut panjang juga. Pernah juga ada yang kerasukan di depan ruang koperasi.

Share This: