Kejadian Aneh Saat Pengkaderan

Assalamualaikum dan salam kenal sahabat KCH semuanya, perkenalkan aku Lana asal Surabaya. Ini adalah kisah yang aku alami 4 bulan yang lalu saat pengkaderan junior-junior aku angkatan 2016 kemarin. Aku adalah seorang pendatang. 3 tahun yang lalu ayahku di pindahkan bertugas ke Makassar. Waktu itu sangat sulit untuk menjalin komunikasi sama teman-teman baru karena perbedaan bahasa dan budaya. Tapi lama kelamaan aku sudah terbiasa. Nah, saat ini aku sudah kuliah semester 6 di salah satu Universitas yang ada di Makassar.

Pada saat itu, kami bersiap-siap berangkat menuju salah satu daerah Malino yang jaraknya cukup jauh dari Makassar. Kami menggunakan mobil tentara. Hari itu kami berangkat jam setengah 5 sore karena keterlambatan mobil yang akan membawa kami ke Malino. Setelah sampai di daerah malino, keadaan sudah mulai gelap dan suhunya sudah mulai dingin.

Ya, bagi teman-teman yang tahu Malino itu pasti tahu sedingin apa Malino itu ketika malam hari. Nah, kebetulan Villa yang akan kami tempati untuk mengkader adik-adik letaknya berada di atas yang melewati hutan pinus yang ada di Malino. Tinggal 1 kilometer lagi, kami akan sampai ke tempat pengkaderan namun, tiba-tiba mobil yang kami tumpangi tiba-tiba mogok dan ada beberapa teman aku yang muntah-muntah, ada yang pingsan, dan bahkan kesurupan.

Saat itu suasananya benar-benar sangat gelap. Kami terpaksa jalan hingga 1 kilometer dan menggendong peserta yang pingsan dan yang lainnya masih di tempat berusaha menyadarkan peserta yang kesurupan. Sesampainya villa, aku langsung masuk dan mengambil sweater dan kaos kaki yang ada di dalam tasku. Karena suhunya benar-benar sangat dingin dan yang ada dipikiranku “Ya Allah, ini dingin banget, gimana sama oppa-oppaku yang ada di korea kalau lagi musim salju ya?” *abaikan*.

Ketua panitia berusaha untuk memberi jeda kepada kami untuk beristirahat sambil mengobati teman-teman dan peserta yang pingsan dan kesurupan. Karena aku termasuk orang yang sangat penakut, aku terus-terusan dekat sama teman aku si Dian. Dian itu orangnya pemberani dan nggak punya rasa takut sama sekali kalau menyangkut hal yang berbau horor.

Akhirnya, setelah keadaan mulai tenang, panitia dan peserta mendirikan tenda untuk tempat tidur mereka. Entah kenapa saat itu angin berhembus kencang banget. Kebetulan tenda yang kami pakai itu adalah tenda tentara yang biasanya di pakai untuk mengungsi gitu. Tenaga 15 orang di kalahkan oleh hembusan angin. Karena sudah lelah akhirnya mereka mengubah arah tempat mendirikan tenda, dan tiba-tiba angin ikutan ke arah itu lagi. Terus pak tentara ngomong gini “aduh, kayaknya kita tidak di terima disini”

Karena aku salah satu panitia, aku tidurnya di dalam villa. Nah, di dalam villa itu aku tidur ber-7 dua orang cowok dan 5 orang cewek. Waktu mau tidur aku lihat ada yang berdiri di luar jendela, orang gede banget dan hitam, aku tegur “itu apaan ya?” terus besoknya aku nggak bisa bangun alias demam. Setelah itu, teman aku ketawa soalnya dia memang sudah ngelarang aku buat menegur apapun yang aku lihat.

Akhirnya aku telepon ibu aku, nyuruh buat jemput dan ternyata nggak bisa, karena ayah dan adikku nggak tahu jalan ke Malino soalnya selama di Makassar Ayah nggak pernah ke luar daerah yang ada di Sulawesi Selatan. Mau nggak mau aku harus bertahan 3 hari lagi disini.

Setelah teriak-teriak seharian, akhirnya malam pun tiba. Kami segera makan malam lalu briefing di belakang villa. Aku sudah ngomong kalau kita nggak usah briefing di belakang villa kan di dalam villa juga bisa tapi pak ketua menolak. Situasi di belakang Villa itu hawanya benar-benar nggak enak dan sangat gelap.

loading...

Aku juga bisa merasakan hawa-hawa negatif yang ada disana. Aku hanya bisa berdoa dan terus berusaha mengingat Allah. Tapi, hal yang tidak kami inginkan pun terjadi. Hal yang lebih parah dan lebih menyeramkan dari pada kemarin malam. Selanjutnya di kejadian aneh saat pengkaderan part 2.

KCH

Lana Sanvika

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Lana Sanvika has write 2,694 posts