Kejadian di Rumah Abel

Hai sobat setia KCH, masih dengan gina di tempat. Gina akan membagi kisah-kisah kepada sobat semua mulai dari yang indah-indah, biasa seram, lumayan seram, seram sekali sampai yang membuat kalian terbayang-bayang dengan kisah yang aku alami, sampai gak bisa tidur 7 hari 7 malam *hehe maaf ya bercanda. Langsung saja ya.

Bulan juni adalah bulan kebahagiaan buat Abel apalagi tanggal 3. Ya, itu adalah hari ulang tahunnya Abel. Abel (udel) ini adalah kawanku pas SMA. Jadi si Abel ini minta tolong sama aku dan ke 5 kawanku Kiki (ki), Billy (kocep), Lion (aye), Vargha (bakpao) dan Quensyah (kweni) sengaja aku buat panggilannya juga agar nanti mudah di ceritain (Sorry friends).

Lanjut, jadi aku dan kelima kawanku setuju-setuju saja. Singkat cerita sampailah kami tepat di depan gerbang rumah udel, si kocep yang baru pertama kali ke rumah si udel bilang kalau dia merasakan hal yang lain hawa gak enak, padahalkan kami baru di depan gerbang. Tapi si kocep bilangnya bisik-bisik tanpa sepengetahuan udel, si kocep ini bukan anak indigo, tapi ia hanya bisa merasakan jika ada hal aneh atau hawa lain.

Si kocep tanya sama aku apa betul ada setannya? Aku jawab saja gak. Itu hanya perasaanmu saja. Sebenarnya memang ada sih. Dia sudah nongol tuh di atas genteng rumahnya udel, tapi aku diam saja aku gak mau buat mereka semua ketakutan, bisa-bisa acara bantu bantunya gagal, kan kasian si udel.

Kami semua masuk ke rumah si udel, si kocep nih gak masuk masuk sampai di tarik-tarik juga sama aye, ki dan kweni juga gak mau masuk, bersikeras untuk stand disitu. Sampai membuat si udel curiga, kami bilang saja dia gak mau masuk karena lagi ambeien. Karena agak lama si kocep bertahan, akhirnya runtuh juga dia pun masuk tapi untuk pamit pulang.

loading...

Bukannya gak mau tapi ya tahu lah. Tinggalah di rumah aku, udel, aye, bakpao, ki dan kweni. Saat sedang sibuk menyiapkan hiasan ulang tahun balon and friends tiba-tiba suara piring pecah berasal dari arah dapur. Mendengar itu si bakpao pun menjerit “woi bocah (aye) ini bukan rumah loe, pakai pecahin piring orang segala lagi”. Mereka kira itu aye di belakang, padahal aku tahu kalau itu bukanlah aye tapi aku diam saja dan hanya bilang sama temanku “sudahlah, jangan di perbesar, kita lanjutkan saja menghiasnya”.

Rupanya tiba-tiba piring dengan serempak berpecahan lagi, kami yang mendengar itu semua pada terkejut dan temanku semua pada ketakutan padahal itu masih siang bolong loh, kayak mana malam ya. “Aye, kenapa loe?” tanya si kweni. Aku bilang saja sama temanku aku mau kebelakang mau jumpain aye, si udel mau ikutan juga tapi aku gak kasih. Setelah aku kebelakang (dapur) tak lama datanglah uye dengan membawa bungkusan berisi pernak-pernik yang kurang, dia rupanya habis dari toko di suruh sama udel tapi karena ketakutan udel sampai lupa kalau aye gak ada di rumah.

Di belakang ku lihat tidak ada bekas piring pecah sedikit pun, dari suaranya pastilah ada beling-beling disana sini, tapi ini bersih. Ku cari-cari tuh makhluk, mungkin yang di atas genteng tadi ya. Setelah aku cari kesana sini gak ada juga sampai ku panggil-panggil “keluar sini kita kenalan” dia gak mau kenalan juga. Aku rasa dia mau main petak umpet. Ku cari kesana kemari gak dapat, akhirnya aku berniat mencarinya di gudang belakang.

Karena tadi dari gudang aku mendengar ada suara, setelah masuk gudang gak ada apa-apa tapi tiba-tiba pas mau keluar gudang, *dar wajahnya (hitam gosong dan rata tanpa hidung, mulut dan lainnya) langsung di perlihatkan di depan wajahku. Aku bukan terkejut, tapi langsung jatuh pingsan. Maaf ya kalau kalian rasa ceritaku ini gak seram apa lagi kalau kalian rasa lucu, tapi kalau kalian yang mengalami sendiri, bagaimana? Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

loading...