Kejadian Menyeramkan di Sekolahku

Halo, selamat pagi, sore, malam. Ini adalah cerita kedua, jangan lupa ya baca cerita pertamaku yang judulnya “permainan melibatkan nyawa” kategori ini beda dari ceritaku yang pertama. Ini cerita tentang pengalamanku ya. Kejadian menyeramkan ini aku alami sekitar tahun 2015. Sebelum aku lanjutin cerita ini aku mau intro dulu, ok aku lahir di Bandung namaku bisa kalian lihat diatas, by the way aku mirip Barbara Palvin deh kayaknya *hehe. *Ngarepnya ketinggian. So dari pada aku intro yang gak jelas dan ini ngebuang waktu jadi so lets go to story.

Kejadian ini aku alami saat aku masih kelas 11. Waktu itu aku ada kerja kelompok sampai akhirnya yang harusnya pulang sekolah siang jadi pulang sore deh. Waktu itu aku ketempat satpam untuk mengambil kunci motorku, saat aku tiba ditempat sang satpam aku berbicara.

“Pak aku mau ngambil kunci motor.”
“Ini nak” kata sang satpam sambil memberikan kunci motorku.

Aku melihat kearah jam tangan. Pada waktu itu jam menunjukan pukul 17.45 sore, yang berarti sebentar lagi maghrib. Aku kaget karena aku pulang terlalu sore, aku melangkahkan kakiku ketempat parkir. Aku melihat keadaan parkir yang tidak tertata rapi. Aku bergumam “lah, kok biasanya gak kayak begini ya?” aku menenangkan pikiranku sendiri dan langsung menstarter motor milikku.

Tapi kok gak bisa nyala-nyala ya? Padahal motorku gak biasanya kayak gini. Tiba-tiba dari arah belakang ada pak satpam yang memegang tanganku. Aku kaget karena, dan kenapa pak satpam ada disini tapi aku tidak berpikiran sejauh itu seperti bahwa pak satpam itu hantu.

“Butuh bantuan?” tanya pak satpam kepadaku.
“Butuh pak, motor saya gak bisa nyala” jawabku.
“Baiklah bapak mau ngambil peralatan dulu ya” jawab pak satpam sambil menuju lorong kelas 12.

Aku berpikir, kok pak satpam malah kelorong bukannya keruangannya yang berada didekat mushola! Aku mengikutinya dari belakang. Tetapi pak satpam tidak terlihat lagi, saat aku memasuki lorong sekolahku ada lagi 2 lorong yang arahnya berbeda-beda, aku berpikir “mau yang kanan, kiri, atau lurus ya?”.

“Ambil yang lurus sajalah!” aku berjalan tanpa takut, akhirnya aku malah memasuki sebuah gudang yang terbuka karena tidak ada pintu. Di gudang itu ada buku-buku yang sudah tua yang agak sobek. Tapi setiap buku sudah diikat. Kebetulan aku melihat ada buku yang tidak terikat jadi aku membacanya, judul bukunya tentang “genderuwo”. Saat aku membaca halaman pertama buku itu aku sudah merinding karena dihalaman pertama ada bercak darah.

Saat aku kehalaman buku itu berikutnya masih ada bercak darah. Aku langsung lari dari gudang itu karena aku sudah sangat merinding dan menuju tempat yang terang, sebelum sampai dikelas yang paling terang itu, aku mendengar ada suara kaki yang diseret seperti membawa beban pada kakinya. Aku berlari lagi dengan cepat dan untungnya kelas itu tak dikunci.

Aku pun duduk dan terlelap karena lelah. Aku melihat jam tanganku sudah pukul 04.00 subuh. Aku berlari menuju jalan keluar, melalui lorong yang aku ingat. Akhirnya aku sampai ditempat parkir dan menyalakan motor, motornya menyala, aku gunakan kesempatan itu untuk melarikan diri, saat sampai digerbang, aku melihat pak satpam yang sudah berjaga, dan bertanya.

loading...

“Apa pak satpam kemarin ada ditempat parkir saat motorku tak menyala jam 17.45 sore?” lalu dia menjawab dengan gelengan kepala dan menjawab bahwa ia sudah pulang kerumah jam 17.30 sore, aku semakin merinding saja mendapat jawaban itu dan langsung menarik gas motorku. Maaf bila ada kesalahan didalam penulisan cerita ini. Terima kasih admin KCH.

KCH

Denaya Ardhelyna

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Denaya Ardhelyna has write 2,704 posts

Please vote Kejadian Menyeramkan di Sekolahku
Kejadian Menyeramkan di Sekolahku
Rate this post