Kejadian Saat PSG

Hai sobat KCH bertemu lagi dengan saya Fajar Apriyanto di cerita yang ke-7. Cerita kali ini saya akan menceritakan tentang apa yang saya alami pada masa PSG dulu. Kali ini saya akan menceritakan segenap pengalamanku sebelum aku pergi ke Malang sampai kejadian terjadi. Aku sekolah di SMKN 1 Pasuruan mengambil jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), kali ini aku mendapat gelombang pertama PSG (sekarang PKL namanya) dan mendapat tempat di Malang.

Hari keberangkatan pun tiba, pagi-pagi sekali aku bangun dan pergi ke tempat PSG ku. (Kalau ingin tahu dimana add saja facebooku), beberapa jam perjalanan akhirnya aku tiba di tempat. Tempatnya besar dan menyenangkan, aku di tempatkan di bagian Web Design dan Managing File. (Jika kalian anak blogger pasti tahu), setelah berjam-jam keliling aku di ajak oleh guruku mencari tempat kost.

Aku menemukan sebuah kost yang tak cukup jauh dari sana, tempatnya nyaman dan besar, namun yang saya takutkan disini adalah rawa-rawa di samping kostku tersebut yang terlihat seram walau di siang hari. Hari demi hari ku lewati dengan temanku Imam hingga pada suatu hari (kurang lebih 2 minggu) saat Imam sedang pergi (mungkin dapat *gebetan di sana) dan hanya tinggal aku sendiri di kost.

Di sinilah pengalaman seramku yang aku alami, aku hanya terdiam di depan laptop sambil mengerjakan pekerjaan yang di berikan ke saya (proposal Web dan Reg File) hingga waktu menunjukan pukul 08.30 malam. Aku sangat bosan dan pergi ke dapur untuk membuat kopi, di dapur terdapat jendela yang bertepatan langsung dengan rawa-rawa itu, hawa tak menyenangkan ku rasakan saat di dapur, aku beranjak menutup jendela tersebut dan pergi ke depan untuk menikmati kopi dan rokok dengan santai.

Saat aku ingin ke dapur untuk mencuci gelas bekas kopi tadi, suara tangis terdengar dari balik jendela, dari kaki sampai kepala serasa merinding, tanpa pikir panjang saya lari ke kamar untuk melanjutkan tugas. Saat aku sampai di kamar, selimut di kamarku terlihat seperti ada yang tidur, awalnya ku pikir itu temanku tapi saat aku duduk di depan laptopku aku berpikir “dari mana dia masuk? Sedangkan aku dari tadi di depan tidak melihatnya masuk!”.

Ku lihat jam menunjukan pukul 09.00 dan ku lihat lagi kasur itu dan masih ada, aku panggil namanya “mam, Imam, lu kapan pulang?” tak ada jawaban, ku lempar dia pakai asbak di sampingku tapi tak bergerak sedikit pun. Aku lari menuju depan dan melihat temanku di depan baru datang sambil membawa makanan.

“Nah kan benar!” kataku sambil merinding.
“Apanya yang benar Jar?” katanya sambil terheran milihatku.
“Sudah jangan di bahas, lo ikut aku ke kamar” kataku sambil ingin membuktikannya.

Saat di kamar ternyata selimut itu sudah kempes alias sudah menghilang tuh setan! Merindingku semakin menjadi saat itu.
“Lohh ngapain ke kamar? Makan di depan saja” kata Imam.
“Sumpah aku tadi ngelihat ada yang tidur disitu” kataku sambil menggigil.
“Tidur? Tidur gimana?” kata Imam.
“Ayo ke depan dah, lu bawa apaan?” sambil mengalihkan perhatian.
“Nasi jagung, aku jadikan satu tapi banyak nih” sahutnya.

loading...

Setelah kami makan kami pun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci tangan, gosok gigi, dan lain-lain sebelum tidur. Di sana saya dengar lagi tangisan itu dan menghentikan gosok gigiku sambil menatap Imam, begitu sebaliknya (Imam juga dengar). Imam dengan cepat menyelesaikan gosok giginya dan pergi mencari sumber suara itu, aku tahu dia orangnya pemberani tapi aku tarik dia buat tidak mencarinya, tapi dia tetap bersikeras mencari.

Akhirnya dia menatap jendela dapur yang terbuka lebar “hah? Kok terbuka?” dalam hati aku keheranan. Dia melihat tanpa berkedip ke arah jendela itu.

“Mam, jangan nakut-nakutin lo!” kataku sambil ketakutan.
“Eh lu perhatikan tuh semak di belakang pagar” sahutnya sambil menunjuk ke rawa-rawa itu.
“Masyaallah apaan tuh” kataku sambil melihat kuntilanak yang sedang beriri di belakang pagar kost.
“Sudah ayo masuk ke kamar, mungkin dia lagi galau” kata imam (mungkin sambil menghiburku) dengan menutup jendelanya.

Aku dan Imam pun akhirnya ke kamar dan tidur, selepas dari kejadian itu aku tidak pernah mau sendiri lagi di kost, jika Imam keluar aku pergi ke kost sebelah (karena sudah kenal) untuk mengerjakan tugas disana sambil main-main. Maaf kalau gak seram sama maaf kalau curhat juga *hehe, tapi *eits sudah itu aku benaran gak berani lagi sendiri di kost. Sekian dan terima kasih telah membaca postku ini *hehe.
Fb: [email protected]

KCH

Fajar Apriyanto

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Fajar Apriyanto has write 2,660 posts