Kejadian Seram Saat KKN

Kejadian yang aku alami ini terjadi dua tahun yang lalu saat aku menjadi mahasiswa di salah satu perguruan negeri di kota Bandung. Dan ketika itu aku mengikuti KKN di sebuah pedalaman desa di daerah Subang. Hari pertama KKN aku sengaja datang terlambat karena harus mengikuti ujian susulan dulu sehingga aku tidak bisa berangkat bersama sama tim KKN angkatanku.

Aku baru bisa menyusul ke subang pada jam 1 siang. Aku pergi ke sana naik bis jurusan Bandung-Subang lalu turun di terminal dan katanya aku harus naik dua kali angkot dan ojek. Karena tempat lokasi KKN cukup jauh dari pemukiman kota. Perjalananku saat itu tidak begitu lancar karena aku harus terjebak macet juga hujan yang cukup deras. Sampai akhirnya aku pun turun dari angkot terakhir dan menaiki ojek untuk masuk kedalam.

Aku bisa melihat, sawah yang cukup luas dan besar lalu jembatan bambu yang di aliri sungai hingga aku pun harus melewati pohon bambu, pisang bahkan sebuah pohon beringin yang besar. Di perjalanan tukang ojek itu pun menanyakan ada urusan apa aku pergi kesana, lalu aku jawab kali aku akan melaksanakan tugas kampus. Tukang ojek itu pun terdiam, dia menghentikan motornya lalu berkata.

“Sampai disini aja ya, jalan sedikit kesana karena sudah dekat. Oh iya, nanti kalo sudah disana jangan bicara sembarangan”. Aku pun turun dari motor. Aku agak sedikit kesal karena tukang ojek ini tidak mau mengantarkan aku sampai depan rumah. Pesan yang terakhir bahwa aku jangan sompral (bicara sembarangan) namun dalam hati kecil aku berkata, pasti di tempat ini banyak hal mistis.

Aku pun lanjut berjalan, jalanan yang sangat sepi. Aku pun harus melewati salah satu jembatan kayu, dimana jembatan itu menghubungkanku dengan rumah. Dibawahnya aku melihat ada perahu kayu, perahu kayu itu bisa terlihat karena ada lampu patromak yang menyala dan samar-samar aku melihat ada sebuah bayangan di perahu itu sedang berdiri dan melambaikan tangannya kepadaku. Aku pun sempat membalas lambaian tersebut meski aku tidak yakin siapa orang itu.

Dan seketika bulu kuduk merinding, aku rasa bayangan orang itu tidak berdiri di atas perahunya. Seperti melayang di atas air. Aku mempercepat langkahku ingin segera sampai di rumah KKN dan akhirnya aku pun sampai. Kurang lebih 15 menit aku bisa sampai di rumah KKN dan disambut oleh teman-temanku yang sebenarnya satu sama lain belum pada kenal.

Walaupun kami belum kenal tapi teman-temanku pun tidak saling sungkan menerima satu sama lainnya. Kita pun bercanda sampai aku pun lupa untuk menyampaikan omongan tukang ojek tadi dan juga lupa apa yang baru saja aku lihat tadi. Hari demi hari perjalanan KKN berjalan cukup aman dan lancar sampai kurang lebih hari ke 13 dan itu adalah malam jumat. Saat itu karena hampir setiap hari dan menjelang malam sering bermain kartu sekaligus mengisi waktu luang.

Dan ada hukuman yang cukup menarik, dimana pemain yang kalah harus pergi membeli makanan ringan dan minuman yang tidak tersedia di warung yang dekat. Sehingga kami harus pergi ke mini market, sebelah pangkalan ojek yang berada cukup jauh. Malam itu aku dan temanku kalah, sekitar jam 8 malam kami berdua pergi mengendarai motor milik temanku. Suasana malam itu sangat hening dan sepi, aku melihat ada satu bendera kuning masih menempel di pohon.

“Mungkin karena tadi siang ada warga yang baru meninggal, semoga aja dijalan tidak terjadi apa-apa” dalam hatiku berkata. Tidak lama kami pun sampai di mini market dan segera membeli perbekalan lalu kami kembali. Di perjalanan kembali saat kami sedang asyik mengobrol samar-samar ketika kami melewati persawahan. Aku melihat seperti ada cahaya, itu seperti bola api yang sedang melayang. aku pun menyuruh temanku untuk mempercepat kendaraannya sampai kami melewati rindangan pohon bambu dan beringin.

Temanku tiba-tiba saja berkata kepadaku apakah aku mendengar suara ayam. Aku tidak mendengar apa-apa, aku segera berpesan kepada temanku untuk segera sampai di rumah dan berdoa. Karena setahuku kalo malam mendengar suara anak ayam pasti disitu ada kuntilanak. Motorpun melaju dengan cepat dan benar saja, beberapa detik setelah aku mengingatkan temanku. Tiba-tiba, astaga! Muncul sekelebat kain putih yang mengitari pohon-pohon. aku pun menyuruh temanku untuk makin mempercepat laju motornya sampai bayangan putih tertinggal dibelakang.

Detak jantungku semakin berdegup dan sayup-sayup aku mendengar ada suara tawa cekikikan yang mengikuti kami dari belakang. Terdengar jelas lalu semakin lama semakin mengecil, aku yang penasaran tak kuasa menahan ingin melihat ke belakang dan memastikan tidak ada apa-apa di belakang kami. Ketika aku melihat ke belakang, tiba-tiba aku melihat sesosok mahluk yang terbang cukup dekat dengan kami.

Wajahnya sangat mengerikan, rambutnya yang berantakan tertiup angin serta lidah yang menjulur panjang dengan tangan melambai-lambai. Sosok itu mencoba merangkup kami yang sedang dalam perjalanan. Aku langsung berteriak “argghh! percepat motornya” aku mencoba untuk terus berdoa dan ketika melihat tatapan sosok itu, membuatku tidak fokus. Aku melempar botol minuman yang ada di dalam kantong plastik kepada sosok itu.

loading...

“Pergi, jangan ganggu kami” teriak aku sambil terus berdoa. Akhirnya mahluk itu sudah tidak mengejar kami lagi. Motor kami sudah agak oleng, aku memberitahu temanku untuk tetap fokus dan mengemudikannya agak cepat. Perasaanku agak lega dan berharap segera sampai, tapi saat kami hampir sampai ke tempat tinggal kami. Tiba-tiba aku melihat ada sesuatu yang menghadang didepan kami.

Temanku membunyikan klakson membuat mataku terbuka lebar, tidak tau apa yang ada didepan kami. Aku diam dan ketakutan. Ketika, astaga! Aku melihat, didepan kami ada keranda mayat yang bergerak sendiri melayang terbang ke arah kami. Hampir saja kami bertabrakan dengan keranda mayat itu, kami pun berhasil melewatinya. Temanku terus melaju dengan motornya sampai kami pun oleng karena aku dapat merasakan kami melindas sesuatu yang besar.

Aku pun penasaran dan saat aku melihat ke belakang. Astaga sebuah sosok dengan kain putih dan dililit hingga hanya kepala saja yang terlihat sambil atasan kepalanya di ikat. Sesosok pocong yang tergeletak terbaring di tengah jalan dan baru saja kami lindas sampai tiba-tiba saja temanku rem mendadak. Ketika didepan kami terlihat sosok wanita yang tadi mengejar kami, kali ini sosoknya terlihat jelas.

Rambutnya panjang berantakan, matanya membelakak, mulutnya terbuka menganga dengan lidah yang panjang. Kedua tangannya sudah dalam posisi siap akan menangkap kami, kuku nya sangat panjang dan dia berdiri menghalangi jalan kami. Sedikit bergerak-gerak perlahan sambil tertawa cekikikan. Kami berdua berteriak dan entah bagaimana motor kami bertabrakan dengan sesuatu.

Kami pun terjatuh dan tidak sadarkan diri, ketika aku tersadar aku melihat teman-temanku dan beberapa orang warga yang sudah berkumpul. Seorang warga mengatakan kami ditemukan ditengah jalan, aku yang masih merasa sakit kepala sambil melihat temanku yang masih dalam kondisi pingsan belum sadarkan diri.

Lalu warga itu berkata pada kami, kalo sudah menjelang malam. Sebaiknya kita jangan bercanda terutama teriak dan tertawa keras. Karena itu mengundang makhluk-makhluk disini yang merasa terganggu. Setelah itu kami semua terdiam, kami melanjutkan beberapa hari KKN kami sambil perasaan was-was. Setelah itu tidak ada lagi yang berani keluar setelah jam 6 sore.

Share This: