Keluarga Perron

Keluarga Perron adalah keluarga yang pernah mengalami sebuah peristiwa menyeramkan ketika mereka pindah ke sebuah rumah yang baru. Serangkaian kejadian yang mereka alami kemudian mengungkap keberadaan beberapa misteri di rumah mereka. Tidak lama setelah Roger dan Carolyn Perron pindah bersama keluarga mereka di sebuah rumah ladang bergaya abad ke 18 di Harrisville, Rhode Island, Amerika Serikat di tahun 1971, mereka mulai dihantui oleh arwah-arwah penasaran yang menghuni rumah itu.

Keluarga Perron pindah ke rumah yang memiliki 14 kamar itu dengan kelima anaknya di tahun 1971 dan Andrea yang tertua, berusia 12 tahun kala itu. Dia bilang bahwa mereka dihantui sesaat setelah mereka pindah ke dalamnya dan tampaknya langsung menyerang ibu mereka. “Hal yang tersulit adalah kami tidak mengerti sama sekali apa itu.” Carolyn Perron bersaksi. Mrs. Perron bilang bahwa dia pernah terbangun di suatu subuh sebelum fajar dan melihat sebuah penampakan di ranjangnya sebuah kepala seorang wanita tua yang tergantung di satu sisi di atas gaun abu-abu tua.

Suara bergetar terdengar mengatakan “Keluar. Keluar. Saya akan mengeluarkanmu dengan kematian dan kesedihan”. Setitik darah berwarna oranye gelap, dan pintu-pintu tertutup membanting atau bahkan tidak bisa tertutup sedikit pun kerap terjadi. Sebuah suara anak kecil menangis “Mama.. Mama” Dan itulah serangkaian awal yang mengundang pemburu hantu Ed dan Lorraine Warren untuk menyusuri misteri rumah ini.

loading...

Pertama kali Lorraine Warren menginjakkan kakinya di rumah itu, dan melangkah ke dapurnya. Dia langsung mengatakan “Saya merasa kehadiran yang buruk di sini, dengan nama Bathsheba”. Andrea Perron, yang tumbuh di rumah ini, bercerita bahwa ada arwah seorang lelaki yang sangat bengis. Mendengar itu, Lorraine Warren mengatakan bahwa itu arwah yang lainnya lagi. Di tahun 1900 an, seorang pria bernama Johnny Arnold pernah tinggal bersama keluarganya di rumah ini.

Lelaki itu akhirnya tewas gantung diri dalam rumah itu. Waktu berlalu, dan pada usianya yang ke 93, istri Johnny Arnold juga mengikuti jejak suaminya dengan menggantung lehernya di langit-langit rumah ini. Warren kemudian menyimpulkan bahwa rumah di Harrisville ini dihantui oleh Bathsheba Sherman, seorang wanita yang tinggal di sini sebelumnya pada awal abad ke 19. Dia, kata Warren, merupakan seorang pemraktek ritual Setan.

Dia membunuh anak perempuannya yang masih kecil sebagai tumbal kepada Lucifer. Karena itu pula dia hingga kini masih bisa menghantui rumah ini, wanita itu kemudian menguasai ilmu hitam dan merenggut nyawanya sendiri. Dia menggantung dirinya hingga tewas dialah yang dilihat Mrs. Perron. Konon Batsheba juga mengutuk orang-orang yang tinggal di atas tanah miliknya. Warren mengatakan bahwa ada beberapa kejadian buruk pernah terjadi di atas tanah miliknya, seperti pembunuhan, kecelakaan dan orang-orang yang tenggelam di sekitar sana.

Carolyn Perron yang kerap dihantui oleh arwah Batsheba mengatakan juga bahwa suatu waktu Bathsheba pernah berkata kepada dirinya. “Saya seorang tuan rumah di sini sebelum kau datang, dan menjadi tuan rumahnya. Saya akan mengusirmu keluar dengan sapu berapi. Saya akan membuatmu gila dengan kematian yang menyedihkan”.

“Jika kau tidak pergi, kau akan bergabung bersama kami karena kau juga akan mati”. Lorraine Warren mengatakan bahwa yang sulit dalam menangani kasus ini, karena keluarga Perron sendiri tidak kuat dalam beragama. Dan itu sangat berbahaya, menurutnya. Suatu waktu, Lorraine pernah memandang ke sebuah sudut di rumah itu dan mengatakan “Dalam nama Tuhan, pergilah dari sini.” setelah itu dia bersaksi bahwa penampakan yang barusan dilihatnya itu adalah sesuatu yang sangat buruk yang pernah dilihatnya selama dia hidup.

Puncak dari fenomena hantu di rumah itu terjadi di suatu malam ketika Carolyn Perron dirasuki oleh arwah Bathsheba. Andrea bersaksi, ketika itu mereka tidak menyiapkan apa-apa. Suami-istri Warren tiba tanpa seorang pendeta, paranormal atau orang-orang yang memiliki kemampuan untuk hal-hal supranatural. Namun kendati demikian, dia juga mengatakan pengusiran roh jahat yang dilakukan oleh pasangan Warren itu sebagai bukti bahwa kekuatan jahat ada di dunia ini.

“Satu-satunya kenyataan yang paling menakutkan di rumah ini adalah di malam ketika aku mengira melihat ibuku meninggal.” katanya. “Dia berbicara dengan suara yang tidak pernah kami dengar sebelumnya. Dan sebuah kekuatan melemparnya 20 kaki dari tempatnya ke ruangan lainnya”. Untungnya, apa yang dilakukan Ed dan Lorraine Warren berbuah hasil. Mereka berhasil mengusir roh jahat yang merasuki Carolyn sehingga menyelamatkan keluarga itu.

Kendati setelah itu, semua tampaknya sudah berakhir, keluarga Perron sebenarnya masih hidup dan tinggal bersama sembilan arwah lainnya dan mereka masih belajar untuk menerima itu semua. “Akhirnya,” kata Mrs. Perron, “keluarga kami menerima kenyataan bahwa kami tidak tinggal sendirian” Andrea Perron sendiri akhirnya membuat sebuah buku trilogi yang berjudul “House of Darkness, House of Light”.

Share This: