Kerasukan Jin Durasi Pendek Lucu

Salam manis KCH terima kasih bang Jhon dan teman-teman KCH disini. Ini tulisan pertama saya, terinspirasi dari kisah-kisah KCH nona-nona ini, Fiolin Sam Fradah, Agata Sindya. Cerita nyata 2017, waktu itu kejadiannya sore hari, aku sedang mendengarkan musik dikamar, sambil menunggu kumandang adzan Maghrib.

Di rumah waktu itu ada ayah, ibu, adik perempuanku, juga adik laki-laki. Gak berapa lama kemudian ayahku ketuk kamarku. Dari luar pintu ayahku bicara “Lim, Lim adikmu kesurupan (adik perempuanku) dikamarnya menangis-nangis”.

Dalam hati aku bergumam “ah ada-ada saja mau maghrib kesurupan!”. Aku segera pergi kekamar adikku, dan berdiri didepan pintu kamarnya. Di dalam kamar ternyata sudah ada ibuku yang sedang membacakan ayat kursi berulang-ulang. Tak henti-hentinya ibuku membaca ayat kursi sambil meneteskan air mata, Jin yang berada didalam tubuhku adikku juga tidak mau pergi.

Dalam hatiku berkata “*edhan! Setan kok dibacakan ayat kursi gak mau pergi-pergi ya aneh?” Adikku yang sedang dirasuki Jin terus saja menangis tersedu-sedu. Aku lihat ibuku sudah lelah membacakan doa untuk mengusir Jin yang berada didalam tubuh adikku, ibu menyuruh aku membantu menyadarkan adikku. Aku sudah teramat kesal dengan jin itu, lalu aku segera masuk kekamar adikku. Aku terus saja menggerutu dalam hati. ” Orang-orang mau melaksanakan shalat maghrib, ganggu saja ini makhluk halus!”.

Aku pegang kepala adikku, lalu aku membaca doa “allaahumma innii a’udzubika minal khubutsu wal khobaaitsi” sampai berulang-ulang aku membacanya, jin yang berada didalam tubuh adikku saat itu menangis, menjadi tertawa terbahak-bahak mendengar doa yang kubaca. Saat itu aku menjadi gugup dan gerogi, ditertawakan jin tersebut. sambil garuk-garuk kepala aku menjadi tertawa geli sendiri “*haha”. Rasanya aku salah membaca doa pantas jin itu tertawa, ternyata yang kubaca itu doa masuk kekamar mandi haha. Lalu dengan percaya dirinya aku ajak bicara jin itu.

Aku: kamu ini siapa? Kenapa mengganggu adikku?
Jin: aku Jin yang menghuni dipemakaman sana.
Aku: kamu mau apa sebenarnya! Menganggu orang mau melaksanakan shalat maghrib saja.

(Jin itu tidak mau menjawab pertanyaanku hanya menangis tersedu-sedu juga tertawa terbahak-bahak).

Aku: aku bertanya kembali walaupun sudah lelah, kamu mau apa sebenarnya? Aku tidak punya uang, aku lagi *bokek tolong pergi! Apa kamu mau kopi? Kopi ya, mau ya please, aku gak punya uang.

(Jin itu mengangguk, tanda dia mau diberi kopi).

loading...

Setelah mendengar itu ibuku bergegas membuatkan kopi hitam. Dan memberikan padaku kopi hitam yang masih panas tersebut.

Aku: ini kopinya setelah minum kopi kamu cabut ya *bro! Itu kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu.

Aku langsung menyodorkan kopi hitam yang masih panas. Cepat pergi ya *bro aku gak punya uang cuma ada kopi. (Jin mengangguk-angguk, diteguknya kopi hitam yang masih panas). Saat itu juga adikku sadar, dan diriku dengan nafas yang masih ngos-ngosan adikku berkata :

Adikku: kak tadi itu siapa?
Aku: kamu kesurupan jin dari pemakaman, memang kamu main kemana tadi siang?

Adikku: gak main kemana-mana, seingatku tadi mau siap-siap shalat maghrib tiba-tiba ada sosok hitam besar rambutnya panjang sampai menyentuh tanah, kedua matanya merah banget kak. Maaf ceritanya terlalu berbelit-belit, gak seram jadi lucu.
Facebook: Salim

Salim

Salim Salim

Kasih sayang terhadap sesama, walau pun kita berbeda agama dan ras. Kita berbeda-berbeda bahasa namun tetap satu tujuan (Bhineka Tunggal Ika).

All post by:

Salim Salim has write 16 posts

loading...