Kerasukan Kuntilanak

Ini kisah nyata, kisah yang dialami kawanku bernama Arif. Kisah ini terjadi saat dia masih duduk di bangku SMP. Agar lebih mudah akan ku ceritakan dari sudut pandangku saja. Pagi itu seperti biasa, aku berangkat dari asrama menuju sekolah sekitar pukul 07.00 pagi. Pagi itu sekolah masih sepi, hanya beberapa murid saja yang ada di sekolah termasuk aku.

Karena masih sepi, sembari menunggu teman yang lain datang aku memutuskan untuk pergi ke belakang kelas. Dibelakang kelas terdapat 3 buah sumur yang terletak dibawah pohon karet dan sawit. Aku duduk sendiri dan merenung. Disaat seperti itu, aku dikejutkan dengan sosok wanita berambut panjang beserta dua bocah berkepala botak. Sosok itu memanggilku,tanpa berfikir macam-macam aku menghampiri sosok itu.

Setelah semakin dekat, aku baru menyadari bahwa mereka melayang tak menginjak tanah. Aku mulai merasa takut, namun aku mengingat kata pak ustad bahwa manusia tidak boleh takut dengan mereka. Aku mencoba berkomunikasi dengan tiga sosok itu. Siapa kalian? apa maksud kalian menampakan diri padaku? Sosok wanita itu menjawab dengan nada sedih.

Dulu aku adalah seorang wanita yang sedang hamil 7 bulan, dulu aku tidak seperti ini. Aku meninggal karena kecelakaan saat akan pergi ke warung untuk membeli sayur, aku hanya ingin minta tolong padamu, sampaikan salam rinduku pada suamiku. Bahwa aku ingin hidup bahagia bersamanya dan buah hati kami. Setelah sosok itu berkata demikian, saat itu pula dia merasuki ragaku.

Sejak saat itu, setiap adzan berkumandang, aku akan berubah 180 derajat. Aku akan bersikap layaknya kuntilanak dan mengamuk tidak jelas. Hal itu berlangsung selama satu bulan dan membuat semua temanku ketakutan. Pernah suatu ketika aku diikat, namun itu hanya sia-sia dan malah membuat kuntilanak yang merasuki ragaku semakin murka. Selama hal itu terus terjadi, aku diobati seorang ustad yang tak lain adalah guruku.

loading...

Bahkan orang pintar lain pun turut dipanggil untuk menyembuhkan aku. Untunglah sosok itu bersedia meninggalkan tubuhku. Setelah kejadian itu, orangtuaku memutuskan untuk memindahkan sekolahku ke kampung halaman ibuku. Namun ternyata sosok itu turut ikut bersamaku, aku mengetahuinya saat ia menampakan dirinya setibanya aku di kost an. Dan itu cukup membuatku terkejut. Meskipun itu kejadian lama, tapi hingga kini masih segar diingatanku.

Share This: