Kerasukan Setelah Memakan Sesajen

Namaku Adi, ini adalah cerita tentang pengalamanku tentang kerasukan setelah memakan sesajen yang aku alami saat aku bekerja. Kejadiannya sudah cukup lama saat aku bekerja sebagai seorang karyawan pabrik. Pabrik tempatku bekerja berada di daerah kiaracondong dan saat itu adalah hari kamis. Aku masuk kerja pada jam 3 sore sampai jam 11 malam, kebetulan waktu itu tepat sekali hari kamis malam jumat kliwon. Sekitar jam 6 sore, para karyawan beristirahat untuk beribadah sholat maghrib.

Setelah sholat, aku nongkrong sebentar dengan teman-teman di depan pabrik. Ketika kami sedang asik mengobrol, tiba-tiba datang seorang perempuan masuk ke dalam pabrik. Aku kenal dengan wanita itu, dia adalah bibi dibagian kantin. Bibi itu lewat dengan sebuah piring yang terbuat dari rotan, di piring rotan itu terdapat sebuah kelapa muda, tiga buah telur ayam dan kemenyan yang dibakar. Asap kemenyan itu tercium olehku dan sangat menyengat, jelas sekali bibi kantin itu membawa sepiring sesajen.

Aku baru ingat hari ini adalah malam jumat, dan kalau tidak salah malam jumat kliwon. Bibi itu sudah biasa membawa sesajen setiap malam jumat dan hal itu katanya merupakan perintah langsung dari atasan. Hal itu sudah umum untuk para pegawai pabrik disini percaya di pabrik ini ada penunggunya. Aku sih percaya tidak percaya karena sejauh ini memang banyak cerita hantu yang beredar di pabrik ini, namun aku belum pernah mengalaminya sendiri.

Kami memandangi bibi itu yang berjalan masuk kedalam pabrik, sampai akhirnya dia menghilang dari pandangan kami. Tiba-tiba temanku berkata, “Hei kalau berani ikutin itu si bibi, lumayan tau ada telor tiga biji, hehehe” entah kenapa tantangan dari temanku itu langsung aku terima, memang saat itu aku sedang lapar.

Tapi bukan rasa lapar yang membuat aku tertarik untuk menerima tantangan itu melainkan pada dasarnya aku adalah orang yang usil. Jadi ketika dipancing sedikit, aku langsung bersemangat lalu aku berlari masuk ke pabrik mengejar bibi kantin itu. Setelah sosok bibi itu sudah terlihat, aku berjalan mengikutinya dari belakang.

Bibi itu berjalan menuju ke arah belakang pabrik, dia masuk ke sebuah ruangan yang berada di pojok gudang dan bersebelahan dengan kamar mandi. Aku melihat bibi itu masuk sambil komat-kamit membaca mantra, agar tidak ketahuan aku pun masuk ke kamar mandi disebelahnya. Sesudah bibi itu pergi, aku masuk ke ruangan tempat sesajen itu disimpan.

Ruangan itu sudah dipenuhi dengan asap kemenyan, aku lalu masuk mengambil telur itu. Tapi ada yang aneh, tanganku terasa berat sekali saat mengambilnya. Setelah itu aku langsung pergi ke dapur untuk merebus telur. Aku lalu keluar pabrik dan menawarkan telur itu kepada teman-temanku, namun temanku tidak ada yang mau.

Mereka hanya tertawa terbahak-bahak, tanpa pikir panjang aku melahap semua telur itu lalu malamnya badanku mulai terasa aneh. Dadaku sesak dan pundak terasa sakit, kepala pening dan badan menggigil. Tapi aku memaksakan sampai jam kerjaku selesai, begitu jam kerja selesai badanku semakin berat lalu aku istirahat duduk sebentar dan saat aku keluar pabrik.

Ketinggalan, ternyata jemputan karyawan sudah tidak ada. Aku pun memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke jalan raya. Sesampainya dijalan raya, sudah tidak ada kendaraan umum dan terpaksa aku memaksakan diri berjalan sampai rumah dengan badan yang tidak karuan ini. Rumahku berada 2 KM dari arah pabrik tempatku bekerja.

Aku berjalan tanpa berani melihat ke kanan dan ke kiri, aku hanya bisa menunduk karena takut dan suara burung hantu disekitar menemani perjalananku sampai dirumah. Tiba-tiba pandanganku menangkap sesosok bayangan putih dibelakang, aku pun menengok dan ternyata ada seorang wanita bergaun putih dan karena penasaran aku pun bertanya kepadanya.

“Neng, karyawan pabrik juga?” dan perempuan itu menjawab “iya kang, dari tadi saya sengaja ikutin akang soalnya saya mau nagih tiga telur ayam yang tadi akang makan”. Perempuan itu berbicara sambil mendekatiku, aku sempat kaget dan ketika aku lihat kebawah. Wanita itu kakinya tidak menapak pada tanah, aku sangat terkejut dan keringat dingin mulai keluar dari badanku.

Jantungku berdebar, tanpa pikir panjang aku langsung berlari sampai ke rumah. Sesaat sampai dirumah aku merasa sangat berat, kepalaku pusing dan rasanya ingin pingsan. Aku membaringkan kepalaku diatas tempat tidur namun tiba-tiba saja badanku jadi tidak bisa aku kendalikan. Aku berguling ke kiri dan ke kanan, sangat tidak masuk akal.

Ayah dan ibuku panik bukan main, mereka langsung memanggil para tetangga. Singkat cerita katanya badanku dihinggapi oleh penunggu pabrik itu dan dia marah besar karena aku mengambil sesajen yang diperuntukan untuk penghuni pabrik itu. Dan malam itu ternyata aku kerasukan oleh penunggu pabrik itu yang berkata dia tidak akan memaafkan perbuatanku.

loading...

Kecuali aku mengganti sesajen dan katanya penunggu pabrik itu berkata aku harus membawakan sesajen setiap kamis sore. Setelah itu penunggu pabrik itu langsung keluar dari tubuhku, ketika sudah sehat lalu aku berbagi cerita kepada bibi di kantin tentang pengalaman yang aku alami kemarin lalu bibi kantin itu sepertinya kasihan kepadaku namun dia juga menyayangkan apa yang aku lakukan dan dia tidak bisa membantu apa-apa.

Setelah itu setiap kamis sore aku mulai membawakan sesajen untuk penunggu pabrik yang ada disana setiap kamis sore. Dan hal itu terus aku lakukan sampai akhirnya aku pun memutuskan untuk berhenti bekerja disana.

KCH

Adi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Adi has write 2,694 posts