Kereta Kencana

Assalamu’alaikum sahabat KCH. Nama saya Nugroho, saya ingin berbagi kisah nyata yang dialami ibu saya sendiri. Kisah ini bermula ketika ibu dan kakak saya matun/menyiangi tanaman padi di sawah, di hamparan sawah yang luas ada satu sendang/sumur ditengah hamparan sawah dengan ditumbuhi pohon beringin di sekitar sendang, sekaligus dijadikan pagar untuk sendang itu. Waktu itu sudah siang sekitar pukul 12 siang, kakakku bilang kepada ibu saya.

Kakak: “Ayo bali Mboke, wis awan” (ayo pulang ibu, sudah siang).
Ibu: “Kono bali ndisek Le” (sana pulang duluan nak).

Kakak saya langsung pulang, tak lama kemudian ketika ibu saya masih sibuk matun, ibu saya merasakan suasana menjadi hening, padahal sebelumnya berhembus angin kencang. Lama-kelamaan terdengar gemerincing seperti lonceng-lonceng kecil yang dipakaikan di dokar/delman, mata ibu saya langsung tertuju ke sendang. Terlihat sebuah kereta kencana dengan kuda dan hiasan dari emas yang berkilauan tetapi tidak ada orangnya, turun dari langit berhenti di depan sendang.

Posisi kereta kencana berhenti melayang diatas dedaunan pohon padi. Ibu saya hanya tertegun memandang kereta kencana itu, dan bibir seakan kaku. Tidak lama angin berhembus, mata terasa pedas dan berkedip, ketika berkedip dan membuka mata, kereta kencana itu sudah hilang dan tak tampak lagi. Ibu saya yang tadi tertegun seperti terhipnotis langsung mengambil langkah seribu, pulang ke rumah, dan tidak lama terdengar suara adzan dzuhur, subhanallah.

loading...

Kisah ini nyata dan bukan rekayasa, disini saya mengambil hikmah “ketika kita bekerja, luangkanlah waktu kita sejenak untuk istirahat dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa”. Semoga kita semua tetap berada dalam lindungan Nya. Amin, wassalamu’alaikum.